Menurut Palumbo dan rekan dalam Emerging Postharvest Technologies to Enhance the Shelf-Life of Fruit, penanganan pascapanen yang efektif merupakan kunci untuk memperpanjang umur simpan buah segar termasuk jeruk. Caranay dengan meminimalkan kerusakan fisiologis dan hilangnya kualitas selama distribusi dan penyimpanan. Studi ini mengulas berbagai teknologi pascapanen inovatif yang dapat mengurangi laju kerusakan buah, menjadikannya lebih tahan lama dari panen hingga konsumen mengkonsumsinya. Baik untuk konsumsi segar maupun pengolahan lebih lanjut.
Dalam penelitian yang sama, Kader menekankan pentingnya penyimpanan dingin sebagai metode yang efektif memperpanjang umur simpan jeruk. Suhu rendah dapat memperlambat metabolisme buah, menunda proses pendinginan, dan menurunkan laju respirasi serta kehilangan berat. Penyimpanan pada suhu 5–10°C dengan kelembapan relatif 85–90% terbukti menjaga kesegaran jeruk hingga beberapa minggu. Manfaat lainnya meminimalkan risiko dehidrasi dan pengerutan kulit.
Selain itu, menurut Watkins dalam Citrus Postharvest: Handling, Storage, and Transportation, pelapisan menjadi strategi tambahan yang efektif. Pelapisan menggunakan bahan alami atau sintetik seperti wax atau edible coating berbasis pati dan minyak nabati, dapat membentuk lapisan pelindung tipis. Tujaun pelapisan untuk mengurangi kehilangan udara, memperlambat respirasi, dan mencegah kontaminasi mikroba. Teknik ini terbukti mempertahankan kualitas jeruk selama transportasi jarak jauh maupun penyimpanan jangka panjang.
Dalam konteks kelembapan, Kader menyatakan bahwa menjaga kondisi kelembapan relatif yang tepat sangatlah penting. Kelembapan rendah dapat menyebabkan jeruk kehilangan udara lebih cepat, kulit menjadi keriput, dan kualitas organoleptik menurun. Sementara kelembapan terlalu tinggi dapat meningkatkan risiko pertumbuhan jamur dan penyakit pascapanen. Oleh karena itu, kontrol kelembapan secara optimal menjadi salah satu kunci keberhasilan penyimpanan jeruk.
Selain metode fisik, beberapa kombinasi teknik pascapanen juga terbukti lebih efektif. Kombinasi pendingin, pelapisan, dan pengaturan kelembapan mampu memperpanjang umur simpan jeruk hingga 4–6 minggu tanpa menurunkan kualitas rasa dan nutrisi. Pendekatan terpadu ini sangat penting diterapkan pada skala rumah tangga maupun komersial untuk mengurangi kerugian pascapanen dan menjaga ketersediaan jeruk sepanjang tahun. (Naya Maura Denisa)
