Saturday, April 13, 2024

Ekspor Jamu : Sumber Rupiah dari Tanaman Obat

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Aneka olahan tanaman obat seperti jahe, kunyit, kencur berpeluang menjadi usaha baru. Pasalnya tren hidup sehat dan alami kini semakin meningkat. Masyarakat mulai beralih dari penggunaan obat kimia menjadi obat tradisional.

Peminat produk olahan biofarma itu juga berasal dari konsumen lokal dan mancanegara. Produsen olahan tanaman obat di Kampung Kuranten, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Baten, Ida Romdona, berhasil ekspor produk olahan tanaman obat sejak 2021.

Ida Romdona mengirimi produk itu ke Kanada, Arab Saudi, Turki, dan Yaman. Ida beserta Kelompok Tani (Poktan) Sekar Tani mengolah tanaman berkhasiat obat menjadi aneka serbuk. Sebut saja serbuk lengkuas, serbuk kunyit, dan serbuk jahe. Ada juga produk berupa camilan seperti permen jahe dan gula semut.

Ia juga memproduksi paket empon-empon. Semula ia hanya memproduksi minuman jahe instan. Ida terus berinovasi sehingga menghasilkan produk olahan baru berbahan dasar tanaman obat. Penjualan melalui loka pasar.

Selain menghasilkan produk olahan, Ida juga membangun industri dari hulu ke hilir. Ia memperoleh bahan baku berupa tanaman obat segar dari lahan kelolaan sendiri. “Total terdapat 13 hektare lahan,” ujar anggota Poktan Sekar Tani itu .

Lahan itu merupakan lahan pribadi anggota dan lahan binaan Poktan Sekar Tani. Beberapa komoditas unggulan di Kabupaten Pandeglang yakni jahe merah, kunyit, temulawak, dan kencur. Poktan Sekar Tani itu berstatus Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Poktan Sekar Tani merupakan salah satu kelompok yang sangat berprestasi dan pernah mendapat Juara III Kategori Kelompok Tani Berprestasi (Komoditas Hortikultura) Tingkat Provinsi Banten tahun 2022. Kabupaten Pandeglang merupakan salah satu sentra penghasil tanaman obat.

Pada 2022 Ida memeroleh bantuan dari Kementerian Pertanian lewat Direktorat Jenderal Hortikultura melalui Direktorat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura berupa pengering tenaga matahari. Direktur Jenderal Hortikultura, Dr. Ir. Prihasto Setyanto, M.Sc., mengatakan, “Olahan tanaman obat mampu mengatasi surplus komoditas segar.”

Pemerintah mendorong pertumbuhan dan pengembangan UMKM hortikultura guna meningkatkan nilai tambah produk hortikultura baik segar maupun olahan. Hal itu selaras dengan program pembangunan pertanian untuk menghasilkan komoditas hortikultura hilir yang unggul dan berdaya saing tinggi.

Senada dengan hal itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Ir. Bambang Sugiharto, M. Eng. Sc., menyampaikan bahwa dengan adanya bantuan sarana dan prasarana pascapanen serta prasarana pengolahan diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk hortikultura.

Khususnya tanaman obat di Kabupaten Pandeglang dan kolaborasi dengan Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dalam pengembangan usaha Poktan Sekar Tani. (Henni Kristina Tarigan, S.P., M.E.).

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Rawat Si Engkong : Durian Tua Berumur 100 Tahun

Trubus.id— Pohon durian setinggi 40 m itu berdiri kokoh di lokasi penanaman durian populer seperti super tembaga, bawor, musang...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img