Tuesday, January 27, 2026

Ekstrak Propolis Semula 20 Hari, Kini 6 Jam

Rekomendasi
- Advertisement -

Memangkas waktu ektraksi propolis hanya 6 jam

Author mampu memangkas
ekstraksi propolis menjadi 6 jam, semula 20 hari. (Dok. Tim Author)

Trubus — Peternak lebah tradisional mengekstraksi propolis memerlukan waktu 20 hari. Mereka menggunakan teknologi maserasi untuk mengekstrak propolis. Maserasi mencampur propolis dan pelarut berupa etanol 70%. Peternak hanya mendiamkan sehingga proses masterasi sangat lama. Hal itu membuat propolis peternak dalam negeri sulit bersaing dengan produk-produk impor seperti dari Brasil, Tiongkok, dan Selandia Baru.

Beberapa bentuk propolis. Dari kiri: propolis hasil ekstraksi author, propolis impor, propolis hasil maserasi, dan propolis mentah. (Dok. Tim Author)

Annisa Aurora Kartika memanfaatkan teknologi listrik untuk mempercepat proses ekstraksi propolis lebah. Mahasiswi Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Brawijaya, itu merakit alat ekstraksi propolis. Namanya automatic bee propolis heat ekstractor atau author. Annisa bekerja sama rekan-rekannya yaitu Rio Bangga Indriawan, Ahmed Alwy Al-Azmi, Vindy Septian AK, dan Nada Mawarda Rilek.

Mutu bagus

Dimensi ekstraktor Ohmic Heating dengan panjang 15 cm, tinggi 15 cm, dan lebar 15 cm. Bobot alat hanya 1,5 kg. Kebutuhan daya listrik untuk satu unit author hanya 0,3 ampere. Author berupa alat ekstrak propolis yang terdiri atas blok kontrol, tabung untuk ekstraksi, pipa masuk, dan pipa keluar. Menurut Annisa blok kontrol berfungsi untuk mengontrol kebutuhan daya listrik untuk pemanas atau heater.

Adapun tabung ekstraksi berkapasitas 350 ml propolis. Tabung terbuat dari bahan kaca. Pipa input berdiameter 5cm terbuat dari plastik berguna untuk memasukkan bahan ekstraksi berupa propolis. Sementara itu pipa output juga berdiameter 5 cm berguna untuk mengambil hasil ekstraksi. Menurut Annisa dalam proses ekstraksi, bahan-bahan yang digunakan sama dengan cara konvensional, yakni pelarut berupa etanol 70%.

Tim author dari kiri atas atau berdiri: Joko Prasetyo, STP., M.Si., Annisa Aurora Kartika, Nada Mawarda Rilek, Vindy Septian AK. Duduk dari kiri: Ahmed Alwy Al-Azmi, Rio Bangga Indriawan. (Dok. Tim Author)

Author juga menggunakan bahan-bahan itu dengan perbandingan 1 gram propolis dengan 10 ml etanol 70%. Mula-mula peternak mencampurkan propolis di larutan etaniol 70% dan mengaduk rata sejenak. Langkah berikutnya perternak memasukkan cairan propolis melalui pipa input. Setelah itu peternak tinggal mengaktifkan alat. Pemanfaatan teknologi listrik menyebabkan proses ekstraksi hanya 6 jam.

Perempuan kelahiran 23 Maret 1997 itu mengatakan, hasil ekstraksi berupa cairan propolis. Standar mutu propolis yang baik seperti warna, viskositas, dan kemurnian terpenuhi oleh hasil ekstraksi itu. Dosen Fakultas Teknologi Pertanian, Joko Prasetyo, STP, M.Si. dan Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si. yang membimbing Annisa mengatakan, author menjawab permasalahan lamanya ekstraksi propolis.

Raih penghargaan

Alat itu menggunakan teknologi resistive heating atau pemanasan dengan mengalirkan arus listrik ke bahan. Akibat proses itu, energi panas tidak hanya dari luar bahan, tetapi juga dari internal atau didalam propolis itu sendiri. “Prinsipnya, author menstimulus propolis dengan arus listrik agar proses ekstraksi lebih maksimal,” ujar Annisa. Menurut Joko Prasetyo riset Annisa dan rekan prospekanya sangat besar karena kebutuhan propolis meningkat pesat beberapa tahun terakhir.

Proses ekstraksi propolis menggunakan pelarut etanol 70%. (Dok. Tim Author)

Joko Prasetyo mengatakan, “Namun, perlu dikembangkan lagi untuk riset lanjutan dengan penggunaan teknologi yang berbasis pada ohmic heating.” Menurut pengajar di Keteknikan Pertanian itu, riset ekstraksi propolis itu masih terus berkembang. Oleh karena itu, jangan masyarakat hanya terpaku pada waktu proses yang lebih cepat, hanya enam jam. Namun, pengguna juga harus memperhatikan kualitas propolis yang dihasilkan melalui author.

“Harapannya, ketika masyarakat menggunakan author hasilnya sesuai yang diharapkan,” ujar Joko Prasetyo. Inovasi itu mengantarkan Annisa dan rekan meraih beragam penghargaan di tingkat nasional. Pada Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2017, Annisa dan rekan mendapat medali emas di bidang karsa cipta. Author juga masuk ke dalam 109 inovasi Indonesia yang diselenggarakan oleh Business Innovation Center (BIC) dan didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. (Bondan Setyawan)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img