Thursday, August 18, 2022

Camilan untuk Pengidap Tumor

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Penganan berbahan minyak sawit merah membantu mengatasi tumor dan kanker.

Minyak merah kelapa sawit menggantikan peran mentega pada kue kering. (Dok. Angga Rizqiawan)

Trubus — Jumlah penderita tumor dan kanker di Indonesia terus meningkat. Menurut Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) Kementerian Kesehatan, penderita kanker melonjak menjadi 1,79 per 1.000 penduduk pada 2018. Bandingkan dengan jumlah pendeita pada 2013 hanya 1,4 per 1.000 penduduk. Kasus terbanyak di Indonesia adalah penderita kanker payudara dan kanker leher rahim.

Menurut dr. Danang Ardiyanto tumor payudara adalah benjolan yang berada di daerah payudara. Terdapat dua kondisi tumor yang berbeda yakni jinak atau keganasan (kanker). “Tumor jinak payudara yang paling sering adalah fibroadenoma mammae (FAM). Belum diketahui secara pasti apa penyebab fibroadenoma mammae,” kata dokter alumnus Universitas Gadjah Mada itu.

Camilan sehat

Minyak merah asal kelapa sawit kaya betakaroten tokoferol. (Dok. Trubus)

Menurut Ardiyanto tumor FAM diduga berhubungan dengan kadar hormon. Kemunculannya paling sering pada masa kehamilan atau pubertas dan hilang setelah menopause. Dokter di Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat dan Obat Tradisional, Tawangmangu, Jawa Tengah, itu mengatakan, pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan adalah ultrasonography (USG) payudara, mamografi, dan biopsi.

Pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) menjadi salah satu upaya preventif untuk mencegah serangan tumor payudara. “Biopsi jadi golden standar untuk kepastian diagnosis tumor payudara,” kata Danang. Menurut Danang pada banyak kasus fibroadenoma tidak butuh pengobatan. Namun, beberapa perempuan memilih untuk mengoperasi fibroadenoma mammae supaya mereka merasa tenang.

Pencegahan dengan pola hidup sehat dapat dilakukan. Salah satunya dengan bantuan konsumsi camilan sehat. Riset Angga Rizqiawan, S.Gz., M.Si. menunjukkan subtitusi minyak merah kelapa sawit atau red palm oil (RPO) ke dalam kue kering dapat menjadi alternatif camilan yang sehat. Minyak merah kelapa sawit mengandung betakaroten yang tinggi. Artinya konsumsi kue kering dapat membantu meningkatkan senyawa antioksidan di dalam tubuh.

“RPO dipilih karena produksinya melimpah. Kini makin mudah menemukan minyak merah di market place,” kata magister Ilmu Gizi alumnus Institut Pertanian Bogor (IPB) itu. RPO merupakan hasil pemurnian minyak sawit kasar. Prosesnya tergolong minim yakni tanpa pemucatan atau pemutihan. Oleh karena itu, Angga memilih minyak sawit merah, karena dapat menjadi sumber vitamin A yang potensial dan kemurniannya masih terjaga.

Ukuran mengecil

Minyak merah kelapa sawit dapat dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-hari.

Angga mengujikan kue kering minyak merah kelapa sawit itu secara klinis. Artinya pengujikan melibatkan manusia dengan sebelumnya telah melalui serangkaian pengujian skala laboratorium. Periset itu melibatkan 15 responden perempuan pada uji klinis. Usianya berkisar antara 22—52 tahun dengan kondisi terdapat tumor payudara stadium awal. Setiap responden mengonsumsi 60 gram atau sama dengan 6 keping kue kering sehari untuk dua kali konsumsi.

Kue kering terdiri atas campuran terigu, ragi, dan gula, susu, dan telur, lalu minyak sawit merah sebagai substitusi margarin. Pembuatan kue kering di Fitria Cookery Bogor. “Dosis konsumsi sudah diperhitungkan dengan kandungan betakaroten yakni ± 5 mg per 60 gram,” ujar periset kelahiran 8 Mei 1993 itu. Menurut Angga dosis terlalu tinggi justru berbahaya untuk pasien kanker dan tumor karena memicu peningkatan radikal bebas.

Radikal bebas merupakan molekul tidak stabil dan tidak berpasangan. Radikal bebas terbentuk ketika terjadi proses oksidasi radikal bebas mencari pasangan dengan menempel pada sel sehat sehingga membahayakan penderita kanker. Pengujian dilakukan selama 8 pekan. Selama pengujian, tingkat kepatuhan responden terbilang tinggi. Mereka disiplin mengonsumsi kue kering.

Periset camilan sehat untuk pengidap tumor payudara, Angga Rizqiawan, S.Gz., M.Si.

Hasil pengujian menunjukkan, terjadi pengurangan ukuran tumor rata-rata ±3,5 mm. Semua reponden menjalani tes darah pada awal dan akhir pengujian. Hasil tes darah menunjukkan aktivitas antioksidan minyak sawit merah mampu menurunkan stres oksidatif yang terjadi di dalam tubuh para penderita tumir dan kanker. Ketua Departemen Gizi Masyarakat IPB, Prof. Dr. Ir. Sri Anna Marliyati, M.Si., mengatakan pemanfaatan RPO pada kue kering merupakan riset lanjutan dari rangkaian penelitian sebelumnya.

“Saya sebagai orang gizi memanfaatkan ke makanan. Mungkin bidang lain bisa memanfaatkan minyak sawit merah menjadi suplemen,” kata guru besar Gizi Masyarakat itu. Menurut Anna penggunaan minyak sawit merah dapat dimanfaatkan untuk konsumsi sehari-hari. Namun, konsumen harus menyikapi perubahan rasa dan warna pada makanannya. Karena minyak sawit merah masih dalam wujud minyak.

Menurut Anna minyak sawit merah mudah rusak seperti terjadinya katalis akibat logam dan zat besi yang dapat mengkatalis betakaroten. “Kalau sudah dalam bentuk produk konsumsi sebaiknya kemasan berbahan alumunium. Hindari penyimpanan dekat sinar matahari dan tutup rapat agar tidak kemasukan air atau udara yang mengakibatkan oksidasi,” kata Anna. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img