Trubus.id—Durian bawor identik dengan Banyumas. Nama bawor diambil dari salah satu tokoh Punakawan pengikut Pandawa dalam dunia pewayangan. Anak tertua Semar itu sohor sebagai tokoh jujur, serius, dan blakasuta alias terbuka.
“Pohon bawor paling tua ditanam di Kecamatan Kemranjen pada 1990 oleh Haji Kromo,” kata Pekebun sekaligus pembibit durian di Desa Alasmalang, Kecamatan Kemranjen, Kabupaten Banyumas, Nugroho Samikun.
Artinya pohon induk tertua berumur 35 tahun. Menurut Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikuluta, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Banyumas, Iin Dwi Sulistyatik, S.P., M.P., bawor adalah nama dagang yang beredar di pasaran.

Sejatinya durian asal Kecamatan Kemranjen itu sesuai pelepasan varietas unggul bernama kromo banyumas. Namun, nama resmi itu kurang familiar di masyarakat. Beberapa ahli menduga bawor merupakan jenis chanee.
Meskipun demikian, bawor berevolusi menjadi ikon khas Banyumas. Nama bawor kian sohor setelah memenangkan buah ketahanan pangan pada 2004.
Namun, baru pada 2010 banyak pekebun membudidayakan bawor. Bukan hanya di Banyumas, bahkan petani di luar sentra juga menanamnya. Keunggulan bawor teruji baik meski tumbuh di luar sentra.
