Saturday, August 13, 2022

Gairah Bertani di Kebun Kota

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Lomba urban farming untuk para kader Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) se-DKI Jakarta telah usai. Mereka tetap semangat berkebun.

Pertanian perkotaan ala gang kompleks Al Mutaqien  Jalan Ancol Selatan, RT 024 RW 01, Kelurahan Sunter, Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.
Pertanian perkotaan ala gang kompleks Al Mutaqien Jalan Ancol Selatan, RT 024 RW 01, Kelurahan Sunter, Jakarta Utara, Provinsi DKI Jakarta.

Bertahun-tahun lahan seluas 3.500 m2 di Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, itu kosong. Kini lahan itu tampak asri karena kehadiran 1.200 polibag tanaman cabai yang tertata rapi. Jarak antarpolibag 60 cm x 70 cm. Pada pertengahan Februari 2016 tanaman itu rata-rata setinggi pria dewasa dan berbuah lebat. “Dengan adanya program urban farming, ibu-ibu PKK menjadi banyak kegiatan,” ujar Siti Elyana, kader PKK di Setu.

Urban farming atau pertanian perkotaan di Kampung Kramat itu salah satu program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility, CSR) Bank Indonesia yang pelaksanaannya bekerja sama dengan Trubus. Program berlangsung sejak Juni 2015. Selama program berjalan itu Trubus mendampingi para kader PKK di beberapa kelurahan di DKI Jakarta untuk membudidayakan aneka jenis sayuran seperti cabai.

Menambah penghasilan

Joko Sarjono, penanggung jawab kader PKK sekaligus ketua RT014/ RW 06 Kelurahan Kebonkosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
Joko Sarjono, penanggung jawab kader PKK sekaligus ketua RT014/ RW 06 Kelurahan Kebonkosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.

PKK Kelurahan Setu memanfaatkan lahan yang menganggur itu. Panitia program kemudian menilai pelaksanaan pertanian perkotaan. Pengumuman pemenang pada acara puncak program pada Desember 2015. Meski kompetisi pertanian di perkotaan sudah selesai, ternyata para kader tetap semangat melanjutkan kegiatan penanaman. Para kader PKK di Kampung Kramat, misalnya, tetap menanam cabai di lahan itu.

Menurut Siti Elyana program pertanian perkotaan tidak hanya mengisi kegiatan para kader PKK, tapi juga bermanfaat menambah penghasilan. Pada setiap pekan kami memanen cabai rata-rata 6—20 kg per dari tanaman cabai berumur 4 bulan,” katanya. Elyana menuturkan jumlah produksi itu ternyata belum memunuhi kebutuhan pasar karena permintaannya tinggi.

“Permintaan cabai tinggi, tapi sayang harganya tidak stabil,” kata Elyana. Pada saat pasokan di pasaran berlimpah, harga cabai cenderung turun. “Sayuran lain seperti kangkung dan bayam relatif stabil. Harga kangkung Rp10.000 per kg dan bayam Rp15.000,” kata Elyana. Untuk mengatasi harga anjlok, Elyana dan rekan mengemas cabai dengan plastik untuk meningkatkan nilai jual.

Pengemasan dan pengolahan untuk menyiasati harga cabai yang fluktuatif.
Pengemasan dan pengolahan untuk menyiasati harga cabai yang fluktuatif.

Elyana menuturkan, “Biasanya hasil panen cabai dijual eceran per 100 g dengan harga Rp3.000 per kemasan.” Cara itu berhasil, dengan teknik pengemasan harga cabai menjadi lebih terjaga. Kepala RW 04 di Kampung Kramat, Amirudin, menilai program urban farming yang kini masih berjalan ternyata menguntungkan. “Saat ini kegiatan urban farming murni dibiayai lewat hasil penjualan cabai,” tutur Amirudin.

Untuk memaksimalkan keuntungan, para kader PKK melakukan berbagai upaya efisiensi. “Di tempat kami kebutuhan pupuk organik bisa dipangkas karena memanfaatkan kotoran ayam yang sudah dibudidayakan sebelumnya. Karena kesuksesan program ini, saya pun diminta untuk melakukan kegiatan serupa oleh RW lain yang ingin mencoba kegiatan urban farming,” kata Amirudin.

Gotong royong

Amirudin (berbaju ungu), beserta kader PKK Kampung Kramat RT 001/ RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, memanen cabai hasil pertanian perkotaan.
Amirudin (berbaju ungu), beserta kader PKK Kampung Kramat RT 001/ RW 04, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, memanen cabai hasil pertanian perkotaan.

Para kader PKK di kelurahan lain juga memutuskan untuk melanjutkan kegiatan urban farming meski lomba telah usai. Para kader PKK RT 014 RW 06 Kelurahan Kebonkosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, tetap melanjutkan program itu. Menurut Joko Sarjono, penanggung jawab kader PKK sekaligus ketua RT 014 pertanian perkotaan kegiatan yang sangat positif.

“Yang paling utama menumbuhkan rasa kebersamaan dan gotong royong antarwarga,” katanya. Menurut Joko jika dilihat dari segi ekonomi pertanian perkotaan bukan ditujukan untuk mengejar profit. “Kalau dihitung-hitung terkadang kegiatan pertanian perkotaan merugi,” kata Joko. Contohnya harga yang tak tentu membuat para petani enggan membudidayakan cabai.

Harga cabai memang fluktuatif, kadang-kadang mencapai Rp60.000 per kilogram, tapi juga turun menjadi Rp10.000—Rp15.000 per kilogram. Untuk mengatasi harga yang fluktuatif, PKK Kelurahan Kebonkosong juga mengemas hasil panen dengan plastik masing-masing berbobot 150 gram dan menjualnya Rp7.500 serta 250 gram (Rp15.000). Menurut Joko pertanian perkotaan juga menciptakan iklim mikro yang lebih sejuk.

Para kader PKK RT014/RW 06 Kelurahan Kebonkosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, melanjutkan kegiatan pertanian perkotaan dengan menyemai kembali aneka sayuran.
Para kader PKK RT014/RW 06 Kelurahan Kebonkosong, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, melanjutkan kegiatan pertanian perkotaan dengan menyemai kembali aneka sayuran.

Itulah sebabnya Joko meneruskan kegiatan itu dengan membudidayakan kembali cabai sebanyak 200 polibag. “Kami juga punya bank sampah yang dapat membantu memenuhi kebutuhan pupuk organik,” papar Joko. Menurut Ir Nurjaya MM dari PT Tunas Agro Persada pemanfaatan sumber daya yang tersedia dapat memangkas biaya produksi. “Pemanfaatan sampah organik menjadi kompos sangat bermanfaat untuk memenuhi tingginya kebutuhan pupuk,” kata konsultan pertanian perkotaan itu.

Lanjutkan penghijauan
Para kader PKK di Kelurahan Sunter, Jakarta Utara, juga melanjutkan program pertanian perkotaan dengan membudidayakan 1.000 polibag tanaman cabai. Mereka menata rapi polibag di permukaan bangku bambu yang ditempakan di samping jalan dengan luas 1,4 m x 50 m. “Kami terus melanjutkan program penghijauan. Namun, komoditas yang ditanam disesuaikan dengan kondisi lahan dan minat para kader PKK,” kata Suparjiono.

Ir Nurjaya MM, konsultan  pertanian perkotaan.
Ir Nurjaya MM, konsultan pertanian perkotaan.

Penanggung jawab kader PKK itu mengatakan, yang menjadi kendala saat ini adalah ketersediaan lahan. “Minat masyarakat di tempat kami sangat tinggi untuk melakukan urban farming,” kata Suparjiono. Namun, pada musim tanam berikutnya Suparjiono akan menghentikan membudidayakan sayuran. “Kami lebih fokus merawat tanaman yang sudah ada,” kata Suparjiono.

Meski begitu, semangat kader PKK Kelurahan Sunter untuk menghijaukan ibukota tak pernah surut. Menurut Baduriah, kader PKK Kelurahan Sunter, pada musim tanam berikutnya warga memilih komoditas yang sesuai kondisi lahan. Tingginya minat pertanian perkotaan masyarakat DKI Jakarta bukti bahwa program tanggung jawab sosial perusahaan Bank Indonesia yang bekerja sama dengan Trubus sukses menumbuhkan minat bertani masyarakat ibukota. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img