Wednesday, August 10, 2022

Gelar Ketiga Hellboy

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Hellboy meraih gelar grand champion (GC) untuk kali ketiga

Lou han milik Andry Siswandi meraih gelar grand champion pada Bandung Lou han Competition 2016.
Lou han milik Andry Siswandi meraih gelar grand champion pada Bandung Lou han Competition 2016.

Hellboy menjadi yang terbaik di kontes lou han Bandung pada 19—24 Januari 2016. “Para pesaing di kontes kali ini kualitasnya tak kalah bagus,” ujar pemilik Hellboy, Andry Siswandi. Menurut juri kontes, Tomi Solo, ikan milik Andry layak menjadi juara karena berada dalam performa terbaik. “Kombinasi kepak sirip, proporsi tubuh, dan mutiara, semuanya terlihat pas dan menarik,” kata juri asal Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, itu.

Bagi Hellboy gelar grand cahampion itu gelar ketiga selama mengikuti kontes sejak pertengahan 2015. Pada kontes itu panitia juga memberikan gelar young champion kepada lou han milik Low Nelson, pehobi asal Malaysia. Nelson mengatakan, “Ini gelar champion keempat untuk lou han saya. Sebelumnya dua kali mendapat gelar yang sama di Malaysia dan sekali di Singapura,” kata pehobi sejak 2011 itu.

Mutu air

Lou han milik Low Nelson asal Malaysia merebut gelar young champion.
Lou han milik Low Nelson asal Malaysia merebut gelar young champion.

Menurut Tomi keunggulan lou han milik Nelson bentuk ikan yang lebih kotak dan sirip terlihat lebih mantap. “Pesaing terdekat sebenarnya lebih unggul dari segi warna. Namun, secara keseluruhan ikan yang mendapat gelar young champion lebih unggul,” kata Tomi. Lou han koleksi Alexander Bambang asal Jakarta meraih gelar baby champion. “Ini pertama kali saya ikut kontes dan mendapat gelar baby champion,” kata Bambang.

Menurut Tomi peraih baby champion secara keseluruhan menang dari 8 kriteria penilaian, yaitu keimpresifan, kepala, marking, muka, tubuh, mutiara, sirip, dan warna. Apa rahasia para jawara merawat lou han hingga menjadi juara? Andry tidak mempersiapan khusus menjelang kontes. “Saya hanya menjaga kualitas air secara rutin, tidak hanya menjelang lomba,” kata pehobi asal Jakarta itu. Ia rutin mengganti sepertiga air setiap tiga hari sekali.

Lou han milik Alexander Bambang meraih gelar baby champion.
Lou han milik Alexander Bambang meraih gelar baby champion.

Bambang juga mengutamakan kualitas air agar selalu bersih dan stabil. “Asal air bersih nafsu makan ikan terjaga,” katanya. Menurut Bambang kunci lain merawat lou han adalah mendengar masukan dari rekan sesama anggota tim yang berpengalaman. “Saya baru 2 bulan memelihara lou han sehingga masih banyak belajar pada para senior yang lebih berpengalaman,” kata pria asal Jakarta itu.

Nelson juga menjaga kualitas air sebagai kunci perawatan utama. Menjelang lomba ia menguras dan mengganti air. Pria asal Kualalumpur, Malaysia, itu menguras air akuarium dan mengganti dengan air baru agar ikan beradaptasi. Menurut Nelson pakan untuk lou han harus tinggi protein. “Protein tinggi baik untuk pertumbuhan, apalagi untuk lou han pada masa pertumbuhan. Jika protein cukup, ikan tumbuh 3 cm per bulan,” papar Nelson.

Suasana kontes lou han di Mal Miko, Bandung, Jawa Barat.
Suasana kontes lou han di Mal Miko, Bandung, Jawa Barat.

Oleh karena itu ia kerap memberikan pakan berupa udang dan pakan ikan tinggi protein. Perlakuan lain yang kerap dilakukan Nelson adalah bermain menggunakan tangan di depan kaca akuarium. Ia menggerakkan tangan ke kanan dan ke kiri, kemudian ikan mengikuti ke mana arah gerakan tangan Nelson. “Dengan rutin melatih bermain dapat memperkuat mental ikan sehingga tidak mudah stres,” kata pehobi louhan yang juga pebisnis telepon genggam itu.

Luar negeri

Ketua panitia Bandung Lou han Competition, Dadang Rohendi.
Ketua panitia Bandung Lou han Competition, Dadang Rohendi.

Menurut ketua panitia, Dadang Rohendi, kontes “Bandung Lou han Competition” itu acara pertama pada 2016. Seri selanjutnya akan berlangsung pada Mei dan September 2016. Alumnus Universitas Pasundan itu mengatakan, animo para pehobi untuk mengikutkan koleksinya cukup tinggi. Sebanyak 205 lou han mengikuti kontes yang memperebutkan hadiah Rp1-juta untuk juara ke-1, Rp600.000 untuk juara ke-2, dan Rp300.000 untuk juara ke-3.

Binder1.pdfMenurut Dadang hadiah bukan menjadi daya tarik utama para pehobi. Namun, harga ikan yang bisa meningkat 2—3 kali lipat setelah menjuarai suatu kontes. “Banyak pehobi yang sengaja membeli ikan juara di tingkat nasional untuk diikutsertakan pada kontes internasional,” kata Dadang. Kontes serupa diharapkan juga sebagai sarana untuk mendongkrak prestasi komunitas lou han Indonesia di kancah internasional. (Muhamad Fajar Ramadhan)

Previous articleSalon Mewah Untuk Anjing
Next articleJawara Kail Patin
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img