Wednesday, August 10, 2022

Habis Matahari, Terbitlah Pelangi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Untuk mencicipinya, datanglah ke negeri Siam pada April?Juli. Saat itulah mangga silangan nang klangwan asal Thailand dengan sunset asal Florida panen raya. Bila Anda menumpang maskapai penerbangan Thai Airways bisa jadi mencicipinya di atas pesawat. ‘Mahachanok dijadikan pencuci mulut di Thai Airways,’ ujar Surawit Wannakrairoj, PhD, associate professor Departemen Hortikultura, Universitas Kasetsart.

Mahachanok berukuran sedang berbobot 350?500 g/buah. Bobot seragam karena dalam satu dompol hanya dipertahankan 2 buah. ‘Kalau satu, ukuran buah terlalu besar, sedangkan jika lebih dari 2, kecil,’ kata Kanjana Suthikul, PhD, peneliti mahachanok di Chiangmai, Thailand. Daging buah tebal lantaran biji sangat kecil, hanya ¼ ukuran keseluruhan buah. Teksturnya padat, lembut, dan tak berserat. Rasanya asam-manis dengan kadar gula 16?18° briks. Mangga yang namanya berarti ayah yang agung itu banyak diekspor ke Jepang.

Pembungkus

Penampilan kulit mahachanok yang menor mengingatkan pada irwin, gedong gincu, dan parkit yang sama-sama bernuansa merah. Namun, mahachanok lebih istimewa lantaran, ‘Perbedaan warna merah dan kuning tampak jelas seperti garis. Jenis lain bergradasi,’ kata Eddy Soesanto, penangkar buah di Kelapadua, Depok.

Selain faktor genetik, warna merah mahachanok muncul karena perlakuan pembungkusan. Kanjana menggunakan pembungkus kertas model jendela. Bagian depan kantong yang menghadap matahari berbahan plastik transparan sementara sisanya kertas putih. Dengan begitu sinar matahari masih bisa masuk ke dalam kantong. ‘Intensitas cahaya yang terserap 50%,’ imbuh Surawit. Pembungkus model jendela merupakan modifikasi dari kantong pembungkus mangga irwin dan apel.

Cahaya matahari memang sangat berpengaruh dalam pembentukan warna pada mahachanok. Warna merah muncul sempurna jika 3 minggu menjelang matang, matahari bersinar penuh. Jika tidak, yang muncul kuning semburat merah.

Pemberi warna

Yang dibutuhkan dari cahaya matahari adalah radiasinya. Radiasi matahari terbagi 2: bergelombang panjang dan bergelombang pendek. Radiasi dengan panjang gelombang 400-700 mµ digunakan tanaman untuk proses fotosintesis. Pada proses fotosintesis, air (H2O) dan karbondioksida (CO2) diubah menjadi glukosa. Selanjutnya glukosa diedarkan ke seluruh bagian tanaman, termasuk ke buah.

‘Dengan bantuan sinar matahari bergelombang pendek yang tidak kasat mata, 100-220 mµ, glukosa diubah menjadi antosianin,’ ujar Yos Sutiyoso, ahli budidaya tanaman di Jakarta. Antosianin merupakan pigmen pemberi warna merah jambu hingga violet. Oleh karena itu sebelum pembungkusan sebaiknya daun yang menutupi atau di dekat buah dijarangkan agar buah terkena sinar matahari.

Menurut Chalongchai Babpraserth, associate professor Departemen Hortikultura Universitas Kasetsart, untuk memunculkan warna merah gunakan kantong kertas putih. Putih gabungan dari semua warna. Pada kantong putih banyak sinar matahari dipantulkan kembali. ‘Hanya radiasi bergelombang panjang yang bisa menembus kantong,’ kata Yos. Artinya, proses fotosintesis untuk menghasilkan glukosa dan antosianin tetap berlangsung.

Untuk mendapatkan hasil maksimal, pembungkusan harus tepat waktu. Menurut Chalongchai, mahachanok dibungkus sejak buah berumur 15-70 hari. Selain mengoptimalkan keluarnya warna, buah terhindar serangan penggerek buah, kupu-kupu, kumbang, dan lalat buah. Pengalaman Kanjana berbeda. Waktu pembungkusan paling cocok saat kulit mangga berwarna merah sedikit, berumur 75 hari. Dengan begitu saat matang, warna merah atau jingga dominan. Jika masih hijau dibungkus, warna buah matang tetap hijau.

Dataran tinggi

Faktor lain yang mempengaruhi penampilan mahachanok adalah lokasi. Mangga pelangi yang ditanam di dataran tinggi, warna kulitnya lebih merah dibandingkan di dataran rendah. ‘Itu karena intensitas cahaya di dataran tinggi lebih besar dibandingkan di dataran rendah,’ ujar Sobir PhD, kepala Pusat Kajian Buah Tropika (PKBT), IPB di Bogor. Intensitas cahaya merupakan banyaknya energi yang diterima tanaman per satuan luas dan per satuan waktu. Semakin besar jumlah energi, akan makin banyak glukosa?hasil fotosintesis?dihasilkan. Antosianin yang terbentuk juga semakin banyak.

Namun, kematangan buah di dataran tinggi lebih lama dibandingkan dataran rendah. ‘Suhu di dataran tinggi lebih rendah dibandingkan dataran rendah. Padahal, untuk panen setiap tanaman harus memenuhi heat unit (satuan panas, red) tertentu,’ kata Sobir. Heat unit merupakan jumlah panas yang dibutuhkan tanaman selama siklus hidupnya. Besarnya satuan panas berbeda untuk setiap jenis tanaman.

Waktu kematangan buah diperoleh dari heat unit dibagi dengan suhu di lokasi setempat. Misalnya satuan panas mahachanok 500. Di dataran tinggi dengan suhu 25oC, buah matang butuh waktu 20 hari. Sementara di dataran rendah bersuhu 30oC, hanya 17 hari. Di dataran tinggi untuk mencapi heat unit yang dibutuhkan lebih lama dibandingkan dataran rendah. Sehingga pembentukan ukuran dan warna buah jadi lebih optimal.

Pantas mahachanok lebih banyak ditanam di Chiangmai yang dataran tinggi, 310 m dpl, dan sejuk. Sementara di dataran rendah pekebun lebih memilih nam dok mai nomor 4 dan sethong. ‘Warna merah mahachanok akan keluar optimal di ketinggian 250-500 m dpl,’ ujar Chalongchai. Apalagi setelah dibungkus. Maka setelah itu terbitlah pelangi. (Rosy Nur Apriyanti/Peliput: Vina Fitriani)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img