Trubus.id — Pekebun durian pemula wajib tahu hal-hal yang perlu dipersiapkan sebelum memutuskan berkebun durian. Persiapan yang tidak matang berisiko merugikan pekebun itu sendiri di kemudian hari nantinya. Trubus merangkum poin penting persiapan berkebun durian.
Memilih lokasi tepat menjadi salah satu kunci sukses berkebun durian. Keberadaan pohon lokal bisa jadi patokan. Itu pertanda lokasi cocok untuk mengebunkan durian dengan jenis lain. Pertimbangan lain, pilih lokasi kering tetapi mudah mendapatkan air.
Semakin panjang kemarau di suatu lokasi, semakin bagus. Yang dicari dari daerah kering sebenarnya intensitas cahaya matahari. Kekurangan sinar matahari adalah salah satu penyebab durian tidak matang dan rasa kurang manis.
Subang dan Karawang di Jawa Barat, sebagian besar Jawa Tengah dan Jawa Timur, serta Nusa Tenggara layak jadi pilihan. Terpenting air tersedia. Durian butuh perawatan intensif—terutama pengairan—saat masih muda. Waktu itu perakaran belum menyebar sehingga harus dibantu penyiraman.
Jenis tanah di lokasi kebun pun perlu diperhatikan. Durian lebih cocok ditanam pada tanah berporositas tinggi seperti tanah merah. Penanaman pada jenis tanah itu menghasilkan buah lebih manis. Drainase juga harus baik karena durian tidak tahan tergenang.
Tips selanjutnya, agar tak mengalami kerugian, pekebun pemula mesti hati-hati membeli bibit. Pilihlah penangkar yang sudah dikenal dan bisa dipercaya. Kalau perlu, cari yang berani memberi jaminan kalau sampai salah bibit.
Namun, solusi terbaik adalah pekebun membibitkan sendiri. Ini bisa dilakukan kalau pekebun sudah memiliki pohon induk terpilih. Untuk batang bawah lokal sembarang jenis tapi adaptif dengan kondisi kebun. Baru disambung dengan monthong atau jenis lain yang diinginkan.
Menggunakan bibit besar pun tak menjamin pertumbuhan lebih bagus. Hal ini terjadi karena terkadang tanaman yang terlalu besar bagian akar telanjur sudah melingkar sehingga tidak efektif menyerap unsur hara.
Persiapan maksimal belum tentu menjamin sukses. Pekebun masih harus “bertarung” dengan alam. Kendala iklim seperti angin kencang, kemarau panjang, atau hujan deras kerap menghantui. Untuk meminimalkan kerusakan, pekebun bisa memilih jarak tanam rapat. Disarankan juga, arah angin jadi pertimbangan saat memilih lokasi.
