Friday, August 12, 2022

Hama Penghasil Rupiah

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Ukuran tubuh kutu itu kecil, berwarna merah keemasan, dan  hidup berkoloni di pohon inang. Kutu lak – begitu para peternak di Indonesia menyebutnya – hidup menempel di cabang-cabang pohon. Sepanjang hidupnya kutu bernama ilmiah Laccifer lacca mengeluarkan sekresi dari kelenjar hipodermis yang disebut lak – sejenis resin. Serangga itu mengeluarkan cairan untuk membungkus tubuhnya demi melindungi diri dari serangan musuh.

Lak atau laksha dalam bahasa India, berasal dari bahasa Sansekerta berarti seratus ribu. Itu merujuk pada kawanan kutu yang hidup berkoloni hingga mencapai ribuan ekor di setiap cabang pohon. Di tanahair namanya masih asing, apalagi manfaatnya. Padahal, sekresi kutu anggota famili Coccidae itu multiguna.  Lak merupakan bahan pelapis permen dan berbagai makanan ringan. Harap mafhum, lak tidak beracun, tidak mengakibatkan kerusakan pada tubuh, larut bening tanpa endapan dalam larutan alkohol, melapisi secara sempurna, mampu mengilapkan, serta tahan terhadap minyak dan asam.

Manfaat lain sebagai isolator yang baik, tidak larut dalam air, dan memiliki sifat pelapisan tahan lama. Lak digunakan sebagai pelapis karena menghambat proses kelembapan. Akibatnya pertumbuhan bakteri serta memberikan hasil yang mengilap. Di Indonesia lak juga sebagai bahan baku pelitur.  Bahkan, di berbagai negara, industri furnitur, listrik, farmasi, makanan, dan musik memerlukan lak.  Industri piringan hitam, compact disc,  kabel, mika, semir sepatu, cat rambut, industri karet, pelapis dan pengilap makanan, bahan pemerah bibir, perona wajah, cat kuku, serta kapsul membutuhkan  lak.

Pelihara hama

Menurut dosen di Departemen Proteksi Tanaman Institut Pertanian Bogor, Dra Dewi Sartiami MSi kutu lak sebenarnya hama tanaman. Serangga-serangga  itu mengisap cairan dari dalam cabang pohon sebagai makanannya. Akibatnya pohon inang kering dan meranggas, meski tidak mati. “Kutu lak merugikan pohon inangnya. Namun, kutu lak memiliki kelenjar sirkulasi nutrisi di seluruh tubuhnya sehingga mengeluarkan sekresi yang berguna bagi industri. Melihat manfaat ekonomi yang lebih besar, maka kutu lak tidak dianggap sebagai hama,” ujar Dewi.

Kutu lak sebenarnya bukan serangga baru. India mengenal serangga itu sejak sebelum Masehi. Di negeri Anak Benua itu kutu lak bernilai ekonomis tinggi.

Perum Perhutani unit II Jawa Timur  memproduksi lak butir untuk memenuhi kebutuhan di dalam dan luar negeri. Pasokan getah lak berasal dari para pekebun kutu di Probolinggo. Di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Balai Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan Kupang memproduksi lak dan memasarkannya ke Surabaya, Tangerang, dan Cirebon untuk elektronik dan pelitur dengan volume mencapai 450 ton per tahun. Sedangkan untuk ekspor ke China dan Amerika mencapai 25 ton per tahun.

Saat ini harga jual lak butir mencapai Rp25.000 per kg. Para pekebun memanen dalam bentuk lak cabang.  Mereka memangkas cabang-cabang pohon inang yang berlapis lak lalu mengeroknya dan membawa ke pabrik. Pabrik mengolahnya menjadi  lak butir yang menjadi bahan baku industri. Lak kerokan sebenarnya bisa diolah menjadi lak butiran dengan cara pencucian yang sederhana.

Potensi pasar lak sangat besar.  Sayangnya, menurut periset di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Kupang, Sujarwo Sujatmoko SHut,  Indonesia belum mampu menghasilkan lak berkualitas tinggi secara kontinu.  Peneliti di Pusat Penelitian Keteknikan Kayu dan Pengolahan Hasil Hutan Bogor, Ir Totok Waluyo MSi, mengatakan produksi tak kontinu antara lain karena peremajaan tanaman inang sangat minim, sulit memperoleh bibit lak berkualitas, kurangnya teknologi, dan pemeliharaan secara tradisional.

Pohon inang

Penyebab lain, tanaman inang dan lak hanya layak di daerah berketinggian 0 – 375 meter di atas permukaan laut, bersuhu 22 – 29oC, kelembapan 58 – 99%, dan curah hujan 1.000 – 1.500 mm per tahun. Daerah dengan karakteristik seperti itu di Indonesia sangat terbatas.  Periset di Pusat Penelitian Peningkatan Produktivitas Hutan, Bogor, Dr Dra Tati Rostiwati MSi, mengatakan pohon inang memang faktor yang mempengaruhi pertumbuhan kutu lak, selain hama, penyakit, dan kondisi lingkungan.

Derajat keasaman cairan dalam pohon inang yang terbaik adalah pada kisaran 5,8 – 6,2. Pohon inang idealnya memiliki kepekatan getah yang  tinggi sehingga kutu mudah menempel. “Inang yang paling baik bagi kutu lak di Indonesia adalah kesambi Schleichera oleosa, karena memiliki derajat keasaman cairan netral dan kepekatan getah tinggi yang cocok bagi pertumbuhan kutu,” kata Tati.  Itulah sebabnya Perhutani mengusahakan 4.643 ha kesambi pada 2008;  target 10.000 ha, pada 2012.

Inang lain bagi kutu lak adalah jamuju Cuscuta australis, kaliandra Calliandra calothyrsus, lamtoro merah Acacia villosa, ploso Butea monosperma, dan bidara Zizyphus mauritiana.  Menurut peneliti di Balai Pendidikan dan Pelatihan Kehutanan, Kupang, Nusa Tenggara Timur, Ir Budy Zet Mooy MSc, penanaman pohon inang sebaiknya dengan jarak teratur.

Budy menyarankan kombinasi penanaman – pohon inang,  tanaman sela, tanaman pengisi, dan tanaman pagar – di sebuah areal budidaya. Semua tanaman itu dapat ditulari kutu lak. Tanaman pokok merupakan tanaman inang terbaik yaitu kesambi. Fungsi tanaman sela sebagai penahan erosi dan penjaga kesuburan tanah, misalnya lamtoro merah. Sedangkan tanaman pengisi berperakaran pendek, pertumbuhan lambat, dan tahan naungan, misalnya ploso.

Tanaman pagar berfungsi mencegah kebakaran dan penggembalaan. Gom arab yang tahan api, murah, dan mudah tumbuh pas sebagai tanaman pagar.  Pekebun menuai lak 2 kali dalam setahun.  Menurut Budi hasil survei di Nusa Tenggara  Timur, petani dengan luasan 1 hektar dengan populasi 100-130 pohon inang  memperoleh keuntungan Rp20.000.000 – Rp30.000.000 sekali panen. Hasil panen mereka itulah yang akhirnya menghiasi bibir kaum perempuan atau melapisi kembang gula. (Susirani Kusumaputri)

Previous articlePenjinak Nikotin
Next articlekismis untuk kolon
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img