Trubus.id— Makhluk mini itu tidak tampak oleh mata. Ukurannya saja cuma 50—100 μm. Hidupnya indekos di akar tanaman. Namun, berkat kehadiran Glomus aggregatum—begitu nama fungi liliput itu—produksi bawang merah melonjak.
Mikorisa alias fungi itu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produksi tanaman. Itulah sumbangsih anggota famili Glomeraceae. Mereka menumpang di akar—tepatnya di jaringan korteks—beragam tanaman, termasuk bawang merah.
Fungi itu bersifat biotrofik alias hanya indekos di akar tanaman hidup. Antara mikorisa dan tanaman inang terjadi simbiosis mutualisme alias kerja sama saling menguntungkan. Ketika akar sulit mendapatkan fosfor, melalui hifa atau benang-benang halus nan panjang ia akan mengambilnya dari dalam tanah.
Hebatnya, mikorisa menyediakan fosfor sesuai kebutuhan tanaman. Tidak kurang, tidak lebih. Begitu juga keperluan tanaman akan air dan unsur hara lain, juga disediakan oleh Glomus aggregatum.
Bahkan ketika tanaman tumbuh di lahan berbatu cadas pun, mikorisa mampu menembusnya. Sebagai imbalan, tanaman memberikan energi hasil fotosintesis untuk kelangsungan hidup mikorisa.
Mikorisa ibarat orang yang dapat belanja untuk keperluan sehari-hari, tetapi tak dapat masak. Sementara tanaman inang seperti bawang merah, sulit menyediakan bahan kebutuhan pokok, tetapi dapat memasak.
Akhirnya, pasokan bahan baku dari mikorisa itu dimasak oleh tanaman inang. Setelah matang, mikorisa Glomus aggregatum boleh menikmatinya. Kerja sama yang sempurna.
Mikorisa itu ramah lingkungan, tak menyebabkan polusi, dan aplikatif. Pupuk hayati itu dapat digunakan di persemaian, pembibitan, hingga di lahan. Penggunaan mikorisa dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pupuk kimia.
Apalagi pupuk kimia kerap mengalami keterlambatan sehingga waktu tanam juga terlambat. Dua peran ini diemban dengan baik oleh Glomus aggregatum: penyedia bahan baku unsur hara sekaligus pelindung.
Ia hanya salah satu mikorisa yang bermanfaat bagi dunia pertanian. Fungi anggota famili Glomeraceae itu mempunyai 13 genus dan 230 spesies yang juga berfaedah serupa. Selain Glomus, beberapa spesies lain adalah Acaulospora tuberculata, Entrophospora sp., dan Gigaspora gigantea.
