Monday, May 4, 2026

Kiat Tekan Biaya Produksi dengan Tumpangsari

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Biaya produksi minim dan hasil maksimal, itu menjadi idaman semua petani. Apakah hal itu bisa? Tentu saja bisa. Petani bisa menggunakan sistem tumpangsari cabai dengan bawang merah tanpa mulsa pada musim hujan.

Tak hanya bebas biaya mulsa, sistem tumpangsari itu juga hemat pupuk dan pestisida. Pasalnya hingga cabai berumur 1 bulan di lahan, petani tidak perlu melakukan pemupukan susulan dan aplikasi pestisida.

Tumpangsari cabai dan bawang merah dilakukan saat akhir musim hujan. Tujuannya saat bawang merah dipanen, cabai sudah cukup aman karena memasuki musim kemarau. Pertengahan musim hujan, November, dipakai untuk persiapan lahan yang memakan waktu 40—45 hari.

Mula-mula olah lahan terlebih dahulu, lalu buat bedengan selebar 150 cm dengan panjang sesuai kondisi lahan. Tinggi bedengan sekitar 40 cm dan jarak antarbedeng 50 cm. Pembuatan bedengan dengan menggali tanah di parit antarbedeng.

Tanahnya diletakkan di atas bedengan. Tanah galian dibiarkan kering, lalu dicangkul lagi 2—3 kali sampai halus bersamaan dengan pemberian pupuk kandang 5 ton per hektare (ha). Selain itu berikan pula campuran urea, TSP, dan KCl masing-masing 100 kg  per ha.

Jika pH tanah masam, taburkan dolomit sebanyak 1—1,5 ton per ha. Pengapuran dilakukan 2—4 minggu sebelum tanam. Penanaman bawang merah pada awal Januari saat lahan siap tanam. Bibit ditanam dengan jarak 20 cm × 20 cm.

Satu minggu setelah bawang merah ditanam, cabai disemai. Sebelum disemai rendam benih dengan air hangat (40°C) selama 24 jam atau larutan fungisida dan bakterisida. Media semai berupa campuran tanah, NPK, pupuk kandang, dan Furadan.

Pada minggu pertama, tutup persemaian dengan jerami. Selama di persemaian, beri pupuk daun majemuk. Sepuluh hari setelah tanam, sebar merata NPK sebanyak 100 kg per ha di atas bedengan.

Pupuk susulan hanya diberikan 3 kali setiap 10 hari sekali hingga bawang berumur 1 bulan. Saat itu cabai sudah siap tanam. Untuk pencegahan hama dan penyakit, lakukan penyemprotan pestisida seminggu sekali.

Namun, bila ada serangan, tingkatkan frekuensi penyemprotan menjadi 2—3 kali seminggu. Jarak tanam cabai 50 cm × 60 cm. Pemupukan dan penyemprotan pestisida pada cabai tidak dilakukan sampai bawang merah dipanen pada umur 60—70 hari.

Lima hari sebelum panen bawang, ajir dipasang. Pemupukan cabai dilakukan sejak 10 hari setelah bawang panen dengan NPK 100 kg per ha. Pemupukan berikutnya diberikan 15 hari sekali sampai masa panen habis.

Sementara penyemprotan pestisida dilakukan sejak seminggu setelah bawang panen. Untuk pencegahan, penyemprotan cukup dilakukan seminggu sekali. Namun jika ada serangan hama, penyemprotan dilakukan 2 kali seminggu sampai menjelang panen.

Bila kondisi sehat, panen dilakukan sejak tanaman berumur 70 hari di lahan, atau sekitar 40 hari setelah bawang merah dipanen. Jika produksi maksimal, dapat dilakukan sampai 50 kali panen selama 3—4 bulan.


Artikel Terbaru

Cara Memilih Jeruk Manis di Pasar: Ciri Fisik, Aroma, dan Mutu

Menurut Said dan rekan dalam artikel Physicochemical Quality Indicators of Citrus Fruits, mutu jeruk manis ditentukan oleh kombinasi karakter...

More Articles Like This