Saturday, December 3, 2022

I Kadek Gandhi Ajak Petani Stroberi Sukses Bersama dengan Agrowisata

Rekomendasi

Trubus.id — I Kadek Gandhi meraup omzet tahunan mencapai Rp96 juta dari penjualan stroberi segar dan produk olahan. Selain menjual buah segar dan produk olahan, warga Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Bali, juga menyediakan agrowisata.

Jika pemasukan dari agrowisata ditambahkan, total omzet Gandhi menjadi Rp130 juta per tahun. Gandhi bersama sang ayah, I Made Suarsa, mengebunkan stroberi di lahan 3.000 m2.

Anak dan ayah itu menanam stroberi jenis rosalinda karena warna buah merah terang, berbentuk mirip kerucut, dan berbuah sepanjang tahun. Sejatinya, Gandhi pun membudidayakan varietas lain. Sebut saja sachinoka dan bijinhime asal Jepang serta giant dari Australia.

Perawatan intensif

Hasil optimal dari budidaya stroberi berkat perawatan intensif yang dilakukan. Gandhi mengatakan pemberian nutrisi menjadi penentu utama dalam menjaga panen berkelanjutan stroberi.

Ghandi memberikan 200 gram pupuk organik per tanaman sebagai pupuk dasar pada awal penanaman. Pupuk organik yang dipakai berupa kompos serta kotoran sapi dan ayam. Pupuk Petroganik, Phonska Plus, dan ZA berperan sebagai pupuk susulan.

Pemberian ketiga pupuk itu setiap tiga bulan dengan konsentrasi 700 ppm. Khusus untuk pupuk susulan menggunakan sistem fertigasi.

Membentuk kelompok tani

Gandhi tidak ingin sukses sendirian dalam mengembangkan stroberi. Ia dan sang ayah pun membentuk Kelompok Tani Segening. Kini, ada sekitar 23 petani stroberi dan sayur yang tergabung dalam Kelompok Tani Segening. Kelompok tani itu berkonsep management corporate farming.

Total lahan stroberi yang dikelola Kelompok Tani Segening seluas 5 hektare. Anggota kelompok hanya memiliki lahan 1.850 m2. Oleh karena itu, petani stroberi di Desa Pancasari dikategorikan sebagai petani gurem karena memiliki luas lahan kurang dari 0,25 hektare.

Selain menjual buah segar, Kelompok Tani Segening pun membuka wisata petik stoberi bernama The Hidden Strawberry Garden. Letak lahan yang tersembunyi berjarak 300 meter dari jalan raya menjadi latar belakang nama kebun milik Gandhi.

Khusus di kebun stroberi, penerimaan pengunjung menggunakan sistem rotasi atau bergilir. Pemilik kebun juga mempromosikan kebun mereka melalui media sosial.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Alasan UGM Mendorong Konversi LPG ke Kompor Listrik

Trubus.id — Ketergantungan penggunaan kompor gas LPG terus meningkat. Itu yang menjadi salah satu alasan Pusat Studi Energi (PSE)...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img