Trubus.id — Melalui rasa, durian memikat penggemarnya. Untuk menghasilkan durian bercita rasa khas, pekebun perlu memperhatikan kiat perawatan, mulai saat hendak menanam hingga panen. Salah satu hal yang penting dilakukan pekebun durian saat mau menanam durian yakni melakukan uji tanah terlebih dahulu.
Dr. Panca Jarot Santoso, S.P., M.Si., peneliti di Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika (Balitbu), mengatakan, pekebun durian perlu melakukan uji tanah. Tujuannya, mengetahui kebutuhan tanaman.
Menurut Jarot, formula pupuk disusun berdasarkan kebutuhan komposisi hara dominan yang dibutuhkan selama proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman.
Secara ringkas, pemupukan dilaksanakan dalam tiga tahap. Pertama, tahap pertumbuhan vegetatif. Pada saat itu durian membutuhkan nitrogen yang lebih tinggi, kalsium, magnesium, semua hara makro dan mikro, serta bahan organik.
Kedua, saat inisiasi bunga, durian membutuhkan fosfor lebih tinggi. Ketiga, saat perkembangan buah, durian membutuhkan kalium tinggi yang didukung hara mikro boron.
Thomas Harryanto Sumitaro, pekebun durian sekaligus pemilik Sumitani Farm, mengatakan, perawatan durian harus dilakukan intensif. Apalagi, jika lahan di kebun itu tergolong tanah yang minim bahan organik berdasarkan hasil uji tanah.
Di lahan seperti itu, Harryanto fokus menambahkan pupuk organik ke tanaman. Ia memberikan 3–4 kali lebih banyak dari standar. Haryanto menaburkan setidaknya 200–300 kilogram pupuk organik ke setiap pohon per tahun.
Sebagai sumber nutrisi, Harryanto memberikan NPK. Ia juga memberikan pupuk makro dan mikro. Menurutnya, perihal pupuk, semua kebun tidak bisa disamakan. Kebutuhan tanaman disesuaikan dengan hasil saat uji tanah.
Selain itu, Harryanto juga menyeleksi cabang sejak dini. Tanaman durian miliknya mempunyai percabangan ke segala arah. Ia mengatur percabangan sedemikian rupa sehingga yang tersisa di pohon hanyalah percabangan yang kuat dan besar sehingga mampu menopang buah.
Harryanto menggunakan irigasi tetes untuk memasok air pada tanaman. Ia juga rutin mengecek kondisi tanaman untuk mengetahui kelembapan tanaman. Jadi, kebutuhan air di setiap tanaman bisa jadi berbeda. Jika daun terkulai, ia segera menyiram tanaman.
Harryanto sengaja membiarkan rumput tumbuh di kebunnya agar seperti di alam. Di kebun percobaan seluas 1,5 hektare itu ada tandon air yang menampung 1.200 liter.
Ketika musim berbuah, pada Desember–Januari, satu pohon bisa menghasilkan rata-rata 46 buah jatuhan. Hasil panen bisa lebih banyak lagi karena Harryanto rutin menyeleksi buah.
Melakukan uji tanah dan menerapkan perawatan intensif membuat daging durian mempunyai rasa istimewa. Daging durian ochee dari kebun Harryanto bercita rasa creamy yang luar biasa, perfect, agak pahit, teksturnya lembut, lengket, dan aromanya khas ochee.
