Monday, August 8, 2022

Indonesia Pets Plants Aquatic Expo 2011

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Pesta Akbar Akhir Tahun

Tubuh bongsor tak menghalanginya bergerak lincah dan stabil. Ranchu berukuran superjumbo itu pun menyabet gelar grand champion (GC).

Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia bekerja sama dengan Indonesia Pets Plants Aquatic Expo kembali menggelar perhelatan akbar Indonesia Pets Plants Aquatic Expo (IPPAE) 2011 di WTC Mangga Dua, Jakarta. Salah satu rangkaian acaranya adalah kontes maskoki internasional. Kontes yang diselenggarakan Jakarta Goldfish Society (JGS) itu memperebutkan piala Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

Tiga juri Kris S. Widjojo dari Indonesia, Alvin Lim (Singapura), dan Anushorn (Thailand) memulai penilaian pada Sabtu, 10 Desember 2011 pukul 15.00. Penjurian dilakukan secara maraton selama 12 jam hingga berujung pada penobatan ranchu superjumbo milik Hendrik Nursalim asal Jakarta sebagai GC. Maskoki itu mengalahkan juara Aquarama 2011, oranda superjumbo juga milik Hendrik. “Ikan itu memiliki karakter kuat, gaya renangnya seimbang, dan semua kriteria ikan juara dipenuhi,” ujar Kris S. Widjojo.
Membludak
Suasana meriah juga terlihat pada 2nd Discus Competition. Kontes kali ini berbeda dengan tahun lalu. Yang mengikutkan ikan dalam kontes kali ini adalah para hobiis. “Pada kontes serupa tahun lalu, sebagian besar peserta adalah penangkar,” kata Alvin Surya, ketua Indonesia Discus Community (IDC). Panitia terpaksa menolak peserta karena hanya menyediakan 60 akuarium. Yang pasti, “Kualitas peserta sama baiknya, sehingga yang dicari justru kekurangannya,” kata Hendro, salah satu juri.
Gelar GC diraih diskus di akuarium nomor 59 milik pelawak Azis Gagap. “Warnanya sangat alami,” ujar Hendro tentang diskus juara kelas open itu. Bentuk badan bulat dan besar dengan corak natural diakui Hendro sulit didapat. Rival utamanya, jawara kelas spotted yang juga memiliki corak sempurna gagal meraih GC karena memiliki cacat pada ekor dan sirip.
Di kategori louhan peserta membludak mencapai 300 ekor. Itupun panitia harus menolak 70 peserta. Jawara cencu A dan cinhua A menjadi kandidat GC. “Cencu A dan cinhua A sama-sama memiliki kualitas yang baik. Sayang cinhua A memiliki kekurangan pada proporsi fintailnya,” ujar Tommy, salah satu juri.
Gelar GC pun akhirnya diraih oleh cencu A milik Elmer. “Bentuknya ideal dan berselimut mutiara di seluruh tubuh,” ujar Tommy. Sedangkan gelar young champion  dan baby champion masing-masing diraih oleh cencu B dan cinhua C milik H. Dadang.
Bibit baru
Diskusi panjang terjadi di kontes cupang sebab penentuan GC tidak menggunakan teknik voting. “Supaya setiap juri bisa menjelaskan alasan memilih jagoannya masing-masing,” kata Hermanus J Haryanto, salah satu juri. Akhirnya juri mendaulat juara divisi halfmoon single tail kelas dark iridescent sebagai Best in Show. Klangenan Irvan dari My Fish City di Tangerang, Banten, itu memang berpenampilan istimewa.
“Lihat saja bukaan ekornya, cantik sekali,” tutur Hermanus. Saingan terberatnya, juara dari kategori plakat. Sayang bukaan ekor ikan Henry Betta Collection di Jakarta kurang maksimal. Kontes 3rd BCI International Show 2011 diikuti peserta dalam negeri, Malaysia, Filipina, dan Singapura dengan total 422 ikan.
Kontes arwana hanya membagi peserta ke dalam dua kategori, kategori A (ukuran 25-35 cm) dan B (ukuran 20-25 cm). Tidak ada kelas untuk arwana dewasa berukuran di atas 40 cm. Menurut Stephen Suryaatmadja, ketua panitia kontes, kontes kali ini ditujukan untuk mencari bibit unggul baru. Sebagian besar peserta datang dari pulau Jawa, hanya beberapa asal farm di Pontianak.
Aquascape
Kontes akuaskaping juga ikut memeriahkan IPPAE 2011. “Kualitas peserta jauh lebih baik daripada tahun sebelumnya,” kata Bryant Pribadi, salah satu panitia. Kontes dibagi menjadi 2 kategori yaitu kontes aquascape nano  bertema Bring nature to your desk diikuti oleh 29 peserta. Kategori kedua yaitu kontes online, caranya peserta mengirimkan foto akuaskaping koleksi. Kontes online diikuti 38 peserta.
Keluar sebagai GC akuaskaping karya Ahmad Mulyadi dengan judul New Divide. “Komposisi tepat, tanaman sangat sehat, nuansa alami jelas terlihat dan pemilihan ikan serasi dengan suasana keseluruhan,” kata Hendro Kusono, salah satu juri. New Divide mengalahkan juara kategori online milik Indra Kusuma dengan judul Eternity Land.  Menurut Hendro komposisi dan layout yang ditampilkan Indra sangat menarik, kondisi tanaman sehat, dan pemilihan jenis ikan sesuai dengan komposisi. Sayang penggunaan tanaman batang di bagian tengah belakang tidak cocok.
IPPAE juga menampilkan kontes serama memperebutkan piala Kementerian Kelautan dan Perikanan RI yang diselenggarakan oleh APASI (Asosiasi Penggemar  Ayam Serama Indonesia). Lomba diikuti peserta dari Indonesia, Singapura, dan Malaysia. Jumlah ayam yang dilombakan 49 ekor dalam 5 kategori, yaitu dewasa A (<360 g), dewasa B (<500 g), tanpa lawi (ekor pedang), betina, dan jantan muda.
Penilaian kontes dengan sistem PERKASA (Persatuan Juri Ayam Serama Kelantan) dilakukan oleh 3 juri dari Malaysia dan 3 juri dari Indonesia. Menurut Don Ralls Cobain, ketua APASI, kualitas peserta lebih baik daripada tahun sebelumnya. “Peserta yang bertanding hampir semuanya berkualitas juara,” tutur Ralls. Man Lebai, salah satu juri dari Malaysia, mengakui kualitas peserta ada pada tingkat maksimal.
Keluar sebagai GC Bon Jovi milik Dori. Juara kelas tanpa lawi itu menang mutlak dengan meraih seluruh suara juri. “Bon Jovi memiliki gaya yang sempurna dan performa yang maksimal,” kata Stefan Carsera, juri dari APASI.  Meski gagal meraih GC, Ken Samrok, juara I jantan muda milik Edi Sebayang (Tangerang), menuai pujian dari juri. “Ayam ini 95% nyaris sempurna,” kata Lebai.
Di kontes Indonesia International Reptil Xymposium 2011, 4 juri dari Amerika Serikat dan Belanda memilih Morelia viridis milik Henry sebagai GC. “Motifnya berbeda, ada totol-totol hitam yang menghiasi tubuh, di samping warna hijaunya yang dominan,” kata Don Wells, salah satu juri. Dari arena IPPAE 2011 banyak kejutan yang dihadirkan. (Pranawita Karina/Peliput: Andari Titisari, Bondan Setyawan, Desi Sayyidati, Imam Wiguna, Riefza Vebriansyah, Susirani Kusumaputri, Tri Istianingsih)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img