Tuesday, January 27, 2026

Ini Fungsi Mata Capung Berukuran Besar

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id — Capung memiliki sepasang mata besar. Lantas, pernahkah terbesit fungsi mata capung yang besar itu untuk apa? Sepasang mata capung itu merupakan salah satu kelebihannya untuk menghindari predator yang hendak memangsanya.

Sepasang mata faset capung terdiri atas 30.000 ommatidia (kornea). Dengan itu, capung mampu melihat objek di depan mata hingga sudut 360°. Artinya, dalam sekali pandang, capung bisa melihat objek di depan, samping, dan belakang. Hal ini karena setiap mata mikro mengarah pada titik berbeda. Mata faset bisa menangkap pergerakan objek dengan mengidentifikasi warna dan bentuk objek.

Serangga terbang yang sudah ada sejak sebelum zaman dinosaurus itu juga memiliki mata oseli. Tiga buah mata oseli terletak di depan mata raksasanya. Dengan mata oseli, capung sangat peka terhadap benda yang sedang bergerak dan mendekatinya.

Itu karena kemampuannya melihat dispersi cahaya polikromatik (cahaya putih) menjadi cahaya monokromatik alias merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu. Ketika sebuah benda bergerak di depan capung, mata oseli menangkap intensitas cahaya dari benda tadi. Selanjutnya, informasi tersebut segera diteruskan ke mata fasetnya yang berbentuk segi enam sehingga bentuk objek diketahui.

Dengan mata faset dan mata oselinya, capung dapat mengenali dan menyambar mangsa dengan cepat. Selain itu, capung bisa menghindar dari pemangsa atau predator yang ukurannya lebih besar dari tubuhnya seperti burung, capung lain, kadal, kodok, laba-laba, ikan berukuran besar, dan alap-alap capung.

Namun, karena proses identifikasi lewat cahaya pula capung kerap “salah melihat”. Capung kerap tertipu oleh warna dan bentuk yang ia lihat. Semua bentuk benda terlihat sama saja oleh mata faset. Untuk warna, kuning yang lebih banyak dilihat.

Akibatnya, capung kerap salah meletakkan telur di benda yang memantulkan warna kuning seperti halnya permukaan air.

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img