Sunday, May 10, 2026

Inovasi Pemanfaatan Limbah Tongkol Jagung dan Jerami

Rekomendasi
- Advertisement -

Tongkol jagung yang sering dianggap limbah ternyata bisa dimanfaatkan sebagai media tanam jamur konsumsi. Inovasi ini dikembangkan oleh Umi Wahyu Wigati, Ummi Ijtihad, Fatih Moh. Haiqel, dan Hilman dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako.

Umi dan rekan-rekan memanfaatkan tongkol jagung yang banyak ditemukan di Desa Sidondo, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Menurut Fatih Moh. Haiqel, petani jagung di sana biasanya membakar atau membiarkan tongkol jagung hingga membusuk.

Hal itu mendorong Fatih dan tim mengolah limbah tersebut menjadi sesuatu yang lebih berguna. Kebetulan mereka juga tengah mengikuti program pembinaan mahasiswa wirausaha dan memutuskan untuk menanam jamur konsumsi yang disebut jamur janggel.

Proses budidayanya cukup sederhana dan mudah diterapkan oleh masyarakat. Fatih dan rekan membuat tempat berbentuk persegi panjang menggunakan papan kayu sebagai wadah media tanam.

Mereka memasukkan campuran dedak, Urea, dan ragi yang telah tercampur rata di atas tongkol jagung dalam wadah tersebut. Setelah itu, mereka menambahkan tongkol jagung lagi bersama media tanam serupa untuk lapisan kedua.

Media tanam kemudian disiram air secukupnya dan ditutup menggunakan terpal agar tetap lembap. Selang 14 hari, jamur janggel sudah bisa dipanen dan dimanfaatkan sebagai bahan konsumsi atau dijual.

Fatih dan rekan berharap inovasi ini dapat dimanfaatkan masyarakat agar limbah tongkol jagung tidak mencemari lingkungan. Selain itu, mereka juga ingin membantu meningkatkan perekonomian desa melalui budidaya jamur janggel.

Di tempat lain, Muhammad Rezky Mahmud menciptakan inovasi serupa dengan memanfaatkan jerami sebagai pakan unggas. Pasokan jerami berasal dari Desa Manggenrang, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

Menurut Rezky, sebagian petani di sana hanya membakar atau menumpuk jerami tanpa pemanfaatan lebih lanjut. Namun, ada juga yang menggunakannya sebagai pakan ternak dalam bentuk mentah.

Rezky mengolah jerami padi yang sudah difermentasi, kemudian mencampurnya dengan dedak dan tepung kanji sebagai bahan pakan ayam. Berdasarkan hasil pengamatannya, ayam menyukai pakan tersebut karena aromanya yang harum.

Selain itu, pakan ini memiliki kandungan serat yang rendah sehingga lebih mudah dicerna oleh ayam. Kandungan gizinya pun lebih tinggi dibandingkan pakan ayam biasa.

“Harapan kami inovasi ini bisa menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat,” ujar Rezky, alumnus Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Ujung Pandang. Pemanfaatan limbah seperti tongkol jagung dan jerami membuktikan bahwa inovasi dapat mengubah sesuatu yang dianggap tidak bernilai menjadi lebih bermanfaat.

(Foto: Jamur janggel dari limbah tongkol jagung. Dok. JaaFarm)


Artikel Terbaru

Hantavirus dan Ancaman Zoonosis Global, Ini Penjelasan Epidemiolog UNAIR

Trubus.id— Kasus gangguan pernapasan berat yang dialami sejumlah penumpang kapal pesiar MV Hondius memunculkan dugaan infeksi hantavirus dan menjadi...

More Articles Like This