Friday, August 12, 2022

Inspirasi Sehat dari Teh

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Teh hijau mencegah stroke? Begitulah riset Profesor Colin Bins dari Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Curtin, Australia, pada awal 2009. Kebiasaan mengkonsumsi teh hijau mengurangi 60% risiko penyakit stroke. Masyarakat China Selatan menikmati seduhan daun Camellia sinensis sejak 2.700 tahun lampau. ‘Senyawa aktif penghambat terjadinya stroke pada teh adalah polifenol,’ kata dr Arijanto Jonosewojo SpPD, kepala Klinik Obat Tradisional Rumahsakit dr Soetomo Surabaya.

Polifenol alam teh hijau antara lain epiqalokatekin-3 galat (EG CG), epigalokatekin (EG C), dan epikatekin-3 galat (ECG). Semuanya sebagai antioksidan kuat yang menghalau radikal bebas. EG CG paling kuat karena memiliki khasiat antioksidan 100 kali vitamin C dan 25 kali vitamin E. Antioksidan teh hijau melindungi pembuluh darah balik besar dari penggumpalan. Dampaknya menekan risiko penyumbatan saluran darah dan serangan jantung koroner. Selain itu antioksidan mencegah pembekuan darah tidak normal secara efektif sehingga pembekuan trombosis penyebab stroke terhindari.

Kombinasi

Polifenol teh hijau juga melindungi hati, melindungi daya ingat, menurunkan bobot tubuh, dan membuat awet muda. Riset dan fakta itu menginspirasi PT Mustika Ratu membuat produk teh hijau yang dikombinasikan dengan ekstrak daun sena Cassia angustifolia, daun pegagan Centella asiatica, dan kayu legi Glycyrrhiza glabra.

Menurut Any Wahyuningsih, manajer produk jamu PT Mustika Ratu, ke-4 bahan itu menjadi satu kesatuan untuk melindungi tubuh terutama hati. Teh hijau berfungsi sebagai antioksidan yang melawan radikal bebas. Kayu legi membersihkan hati dari racun. ‘Sedangkan daun sena memperlancar buang air besar agar racun-racun hati yang telah dibersihkan kayu legi keluar dari tubuh,’ kata Any. Pegagan membantu mensintesis kolagen untuk kesehatan kulit.

Khasiat paduan bahan itu terbukti dalam uji praklinis. Dalam uji praklinis, sel fibroblas hati tikus percobaan yang diberi campuran teh hijau, daun sena, daun pegagan, dan kayu legi tetap segar. Padahal, setelah itu tikus diberi parasetamol dosis tinggi yang berpotensi merusak sel fibroblas. Sedangkan tikus yang mengkonsumsi air putih, jaringan hati rusak sebagian.

Dengan pola hidup saat ini, kita memang mudah terpapar racun dari lingkungan yang berpolusi, makanan berpestisida, dan minuman berpengawet. Jika racun-racun itu menumpuk dalam tubuh, penyerapan gizi kurang sempurna, metabolisme tak efisien, dan organ hati rusak.

Mengkonsumsi herbal campuran memang sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh dan organ hati agar tetap menetralisir racun. ‘Hanya saja produsen mesti mengetahui khasiat dan cara kerja masing-masing herbal. Jika cara kerjanya berlawanan, justru menjadi racun bagi tubuh,’ kata Lukas Tersono Adi, herbalis di Tangerang, Provinsi Banten. Organ yang paling pertama terpengaruh adalah hati. Bila hati rusak, tubuh mudah lelah dan kulit pucat. Setelah itu, bakteri dan virus mudah menjangkit tubuh.

‘Untuk mendapatkan manfaat sehat, ada baiknya mengkonsumsi herbal campuran itu 2 kali sehari,’ kata Lukas. Waktu yang tepat untuk menikmati teh herbal adalah pada sore dan malam menjelang tidur.

Pinus

Yang juga mengkombinasikan teh hijau dengan herbal adalah PT Futami Food and Beverages. Perusahaan itu mengkombinasikan teh hijau dengan 16 bahan seperti daun mulberry Morus alba, jali Coix lacrymai, guarana Paullinia cupana, dan biji anggur Vitis vinifera. Ada juga kumis kucing Orthosiphon stamineus, daun jambu biji Psidium guajava, dan alang-alang Imperata cylindrica.

‘Masing-masing memiliki kegunaan tersendiri,’ kata Ferdinand Utomo, manajer Pemasaran dan Promosi PT Futami Food and Beverages. Kumis kucing, misalnya, berfungsi melindungi ginjal dari keracunan, alang-lang mencegah panas dalam, daun jambu biji sebagai pencegah diare. ‘Berdasarkan riset tak ada masalah jika dikonsumsi setiap hari. Bahan-bahan itu justru mencegah lapar karena ada garcinia dan sumber energi dari madu ketika kelelahan,’ kata alumnus Universitas Pelita Harapan itu.

Untuk menjaga kesehatan, pilihan lain adalah mengkonsumsi sari bunga pinus Massoniana dan Tabulaeformis yang tumbuh di China. Ketika ke luar angkasa, astronot China membekali diri dengan sari bunga pinus. Tujuannya agar selalu sehat,walau hidup di kondisi hampa udara. ‘Sebab nutrisinya lengkap, paling tidak, ada 200 komponen nutrisi dari serbuk pinus yang diambil dari tumbuhan yang hanya hidup di dataran tinggi, di atas 800 m di atas permukaan laut,’ kata Dennis J Loupatty, dari PT Chi Indonesia, distributor suplemen serbuk sari bunga pinus di Jakarta.

Nutrisi itu berperan dalam menjaga keseimbangan proses metabolisme di tubuh dan menjaga hati. Itu dibuktikan melalui riset Departemen Pangan Beijing Agriculture University, melibatkan 80 tikus yang dibagi menjadi 4 kelompok masing-masing 20 ekor. Satu grup sebagai kontrol, satu kelompok diberi alkohol 50% sebanyak 0,15 ml/10 g bobot tubuh agar organ hati rusak. Kelompok lagi diberi serbuk sari bunga pinus masing-masing berdosis 0,5 g dan 1 g/10 g bobot tubuh setelah diberi alkohol.

Hasilnya, 11 tikus mati setelah diberikan alkohol 50% selama 28 hari penelitian. Hanya 2 tikus yang mati pada kelompok yang diberi alkohol 50% dan kemudian diberi serbuk sari bunga pinus 0,5 g/10 g bobot tubuh. Tikus yang mengkonsumsi serbuk sari bunga pinus 1 g/10 g bobot tubuh setelah mengkonsumsi alkohol, tak satu pun mati.

Riset itu mendukung kebiasaan mengkonsumsi serbuk sari pinus sebagai suplemen sejak 2.000 tahun lampau. (Vina Fitriani)

- Advertisement -spot_img

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img