Saturday, April 11, 2026

Intip Keunggulan Dua Varietas Tebu Baru

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Varietas tebu baru PSMLG 1 Agribun dan PSMLG 2 Agribun dapat menjadi pilihan varietas unggul tebu rendemen tinggi yang lebih sesuai untuk lahan kering dengan jenis tanah ringan.

Pemulia tebu baru itu Prof. (R) Dr. Ir. Bambang Heliyanto, M.Sc. dari Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan, Organisasi Riset Pertanian dan Pangan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Sebagian besar (70%) petani di Indonesia masih mengembangkan tebu di lahan kering tadah hujan. Sayang keterbatasan air menjadi masalah utama. Akibatnya produktivitas tanaman, rendemen, dan hablur menurun.

Ketersediaan varietas unggul untuk pengembangan di lahan kering sangat terbatas. Sebagian besar petani masih menanam tebu varietas lama Bululawang (BL) yang sudah lama beredar. Bahkan diperkirakan sudah mengalami degenerasi.

Untuk mendukung pengembangan tebu di lahan kering PSMLG 1 Agribun dan PSMLG 2 Agribun menjadi harapan baru bagi petani.  Berikut keunggulan dua tebu baru itu.

PSMLG 1 Agribun

Asal varietas: Hasil persilangan PS 951 x IRK 67-1 (introduksi dari Jepang). Potensi produksi: Produksi tebu 94—140 ton/ha, produksi hablur gula 8,0—10,6 ton/ha dan rendemen: 7,5—10,6%. Karakter: Mempunyai warna batang kuning-kemerahan, tinggi tanaman mencapai 310 cm, termasuk tipe kemasakan awal—tengah.

Keunggulan lain: Sifat pelepah daun mudah lepas, daya kepras baik, kadar sabut 14,8%, moderat tahan terhadap penggerek pucuk (top borer), penggerek batang (stem borer) pokahbung, dab mosaik, serta tahan karat daun, noda cincin, luka api, dan ratoon stunting disease (RSD). Kesesuaian lahan: Sesuai di lahan kering tegalan jenis tanah inceptisol dengan tipe iklim C3.

PSMLG 2 Agribun

Tebu varietas PSMLG 2 Agribun. Foto : Dok. Bambang Heliyanto

Asal varietas: Hasil persilangan VMC 87-599. Potensi produksi: Produksi tebu 97—127 ton/ha dan produksi hablur gula 8,9–11,8 ton/ha. Rendemen: 7,2—10,9%. Karakter: Warna batang kuning-kecokelatan, warna daun hijau kehijauan, tinggi tanaman mencapai 325 cm, termasuk tipe kemasakan awal—tengah.

Keunggulan lain: Pelepah daun mudah lepas, daya kepras baik, kadar sabut 14,5%, moderat tahan terhadap penggerek pucuk (top borer), penggerek batang (stem borer), tahan terhadap pokahbung, rentan mosaik dan mosaik bergaris, serta tahan terhadap karat daun, noda merah, noda kuning, rentan terhadap luka api dan ratoon stunting disease (RSD). Kesesuaian lahan: Sesuai di lahan kering tegalan jenis tanah inceptisol dengan tipe iklim C3.


Artikel Terbaru

IPB University dan UM Kuningan Jajaki Pengembangan Obat Herbal di Gunung Ciremai

IPB University menjalin kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah (UM) Kuningan untuk menggali potensi obat herbal di kawasan Taman Nasional...

More Articles Like This