Monday, November 28, 2022

Ipin Cetak Kuadrapel

Rekomendasi

Bintik-bintik hitam memanjang bak rantai di tubuh Ipin modal juara di Kontes Reptil Jakarta 2013

Ipin jenis Python reticulatus memiliki morph atau corak istimewa. Ia lahir dari persilangan python retic philipine betina dan retic  tiger jantan. Retic philipine mewariskan bintik-bintik hitam memanjang bak rantai; retic tiger mewariskan pola warna kuning. Menurut Susetyo Adhi, juri asal Malang, Jawa Timur, morph itu terbilang langka karena hasil persilangan itu baru ada di Indonesia dan hanya dimiliki Dede Dewantara, pemilik Ipin. Ular yang lahir pada 2012 itu memiliki corak berlainan dengan saudara kembarnya yang cenderung tidak beraturan.

“Dominasi warna kuningnya kuat berpadu dengan bintik-bintik hitam yang cenderung menyerupai morp retic philipine,” ujar Dede. Warna kuning muncul saat ular sepanjang 1,6 meter itu berumur delapan bulan. Di babak grand champion (GC) Ipin, juara kelas retic python normal, bertarung dengan 18 juara dari setiap kelas. Menurut Susetyo Adhi corak  Ipin unik dan langka. Dua faktor itu pula yang membawa Ipin menggondol gelar grand champion.

20 kelas

Ketika mengikuti tiga lomba sebelumnya, yakni kontes reptil di Bandung pada Oktober 2012, Jakarta (Desember 2012), dan Malang (Maret 2013) Ipin juga meraih grand champion. Artinya berturut-turut ia meraih gelar bergengsi itu alias kuadrapel. Menurut ketua panitia, Wie Wie, lomba reptil kali ini mempertandingkan 20 kelas dengan total hadiah Rp50-juta. Kontes dimulai dari kelas leopard gecko terdiri atas lima kategori, yaitu normal, open albino, open sunglon dan SHCTC, open patternless, serta open juvenile.

Di kelas normal muncul Winner milik Sucipto sebagai juara. ”Gecko dengan perpaduan corak warna unik sangat menentukan kemenangan,” ujar Oscar Tjuatja Dorma, pehobi asal Jakarta yang hadir di arena kontes. Winner tampil mentereng dengan paduan warna jingga, kuning, dan terdapat strip berwarna merah dari ujung kepala hingga ekor.

Di kelas ular, kampiun kategori boa normal direbut Lucky milik Twinsnake. Menurut drh Sofian Sumada, pehobi senior asal Surabaya, Jawa Timur, kampiun di kelas boa memiliki strip di punggung yang unik. Strip unik biasanya hasil persilangan antarjenis boa dengan motif strip berbeda. Di kelas python normal, TRC III milik TRC dari Jakarta, menjadi pemenang. Dengan karakter yang tenang dan tidak agresif TRC III mengalahkan para pesaingnya.

Di kategori kadal, kelas chameleon, diikuti enam kontestan. Raymond milik Urban Reptile menjadi juara lantaran tidak gampang stres. “Stres mudah sekali melanda chameleon di lomba sehingga warna kulitnya berubah hitam,” ujar Budi Wonosasmito, juri kontes, asal Surabaya, Jawa Timur. Di kategori kura-kura, Dakota berhasil merebut juara di kelas turtle. Menurut Budi Wonosasmito, dakota sangat bersih dan mulus. Idealnya sebelum lomba, bersihkan karapas serta bagian tubuh lainnya yang dapat mempengaruhi penilaian juri.

Di kelas tortoise, Marbel milik Daniel Roseno meraih juara pertama. “Motif di setiap sisik karapas unik dan bobot berat menandakan kura-kura itu sehat,“ ujar Budi Wonosasmito. Kontes reptil di WTC Manggadua, Jakarta, pada 27 Maret—7 April 2013 itu diikuti ratusan peserta. “Peserta datang dari berbagai kota besar di Pulau Jawa seperti Bandung, Jakarta, Semarang, dan Surabaya,” ujar Wie Wie. Kontes juga dimeriahkan oleh komunitas Indonesia Cobra Show yang menampilkan atraksi menaklukkan ular sanca Python reticulatus dan ular sapi Zaocys carinatus.

Aquascape

Berselang tujuh hari dari lomba reptil, di tempat yang sama juga berlangsung lomba aquascape oleh Indo Aquascape (IAS). Akuarium terbaik pada kontes itu adalah milik Budi dari Jakarta. Akuarium nano dengan tema “Mini Iwagumi” itu memanfaatkan bahan-bahan sederhana seperti mangkuk kecil, botol minum, dan lampu belajar sebagai aksesori. Persaingan pada kontes kali sangat ketat. Nilai penjurian antara juara pertama dan kedua hanya selisih lima poin.

Peringkat kedua diraih akuarium Dhani Irawan menampilkan tema “Weeping Land” dengan komposisi lumut, udang, dan ikan, serta batu alam. Juara ke-3 akuarium milik Rudi Zakaria menampilkan tema “Jungle Forest” dengan memadukan akar tanaman dan bebatuan. “Dhani dan Budi sebetulnya memiliki total nilai sama, tapi kreativitas Budi dalam mendesain akuarium menjadi kelebihannya,” ujar Hendro, juri asal Jakarta.

Menurut Laurence Suryanata dari IAS, pada lomba aquascape kali ini ukuran maksimal akuarium adalah 70 liter atau akuarium nano. Penilaian berdasarkan desain akuarium (40%), komposisi isi (20%), kondisi tanaman air (20%), dan harmonisasi ikan (20%). Menurut Hendro kualitas desain akuarium yang dilombakan baik sehingga ketiga juri perlu berulang–ulang melihat detail dari akuarium yang dilombakan. (Muhamad Cahadiyat Kurniawan)

 

FOTO-FOTO:

1) Suasana pemilihan grand champion

2) Ipin, grand champion pada kontes reptil 2013 di Jakarta

3) Winner pemenang kelas leopard gecko normal

4) Mini iwagumi, grand champion aquascape Goes To Mall

5) Suasana lomba aquascape

6)  Salah satu kontestas di kelas chameleon

7) Pemberian piala grand champion konte reptil

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Robusta Rasa Kelapa

Trubus.id— “Kopi arabikanya enak.” Itulah yang kerap terucap dari para penikmat kopi ketika mencicipi kopi asal Desa Tamansari, Kecamatan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img