Saturday, June 22, 2024

Iriona dan Asbhury’s Sukses di Kontes Perdana

Rekomendasi
- Advertisement -

Mata pria asal Kroasia itu menyapu 8 peserta yang berdiri memandanginya. Ketika tangan juri berpengalaman sejak 1992 itu menunjuk Iriona von Hosana, tepuk tangan penonton membahana di lapangan Bhayangkara, Surabaya, akhir Juli 2004.

Gelar terbaik itu pantas disandang Iriona von Hosana. Sosok doberman betina itu sempurna. “Tubuh elegan dan langkah dinamis. Di kontes ini, penampilan anjing itu terbaik di antara yang lain,” kata Iggor sambil menyerahkan piala bergengsi itu.

Wajar, Iriona meraih juara. Darah Ezra von Hosana yang acap juara mengalir di tubuhnya. Di kontes itu, Iriona juga memperoleh piala Bhayangkara, Surabaya.

Untuk mendapat predikat terhormat itu Iriona harus bersaing ketat dengan 7 rivalnya. Salah satunya Ina Ch Otto von Dame milik Julia asal Surabaya. Penampilan chowchow jantan itu juga memikat. Penonton yang hadir di sana serempak berteriak, “chowchow, chowchow”, saat semua kontestan berlari mengelilingi arena. Sayang, mata juri spesialis all breed itu sudah terpikat pada doberman. Otto harus puas di urutan ke-2 dengan gelar reserve best in show.

Minim peserta

Iriona melaju ke pemilihan BIS setelah menyisihkan 4 rival di grup II. Saingan beratnya datang dari Orion von Police andalan Hok Tan dari Surabaya. Sosok boxer jantan itu juga bagus. Tak heran, Rajko Rotner, juri asal Slovenia harus bolak-balik menilai setiap kontestan. Setelah 3 kali berlari mengelilingi lapangan, ketua Slovenia English Bulldog Klub itu menunjuk Iriona sebagai best of group (BOG).

Iriona juga mendapat lawan seimbang pada perebutan best of breed (BOB): Sandy von Kharisma dan Coky von Osmond. Keduanya milik Dewanto Yuwono asal Surabaya. Saingan lain, Igor Del Mediano kebanggaan Christian dari Surabaya. Mereka sudah juara di kelasnya. Rajko, sang juri tampak serius menilai setiap kontestan. Beberapa kali ia memerintahkan peserta untuk mengitari arena. Keputusannya, Iriona dikukuhkan sebagai best of breed (BOB)—terbaik di trah. Doberman hitam itu juga menyabet best futurity.

Selain di trah doberman, pertandingan ramai terjadi di golden retriever dan herder. Kedua jenis itu paling banyak diikuti peserta. BOB di trah golden retriever disabet Ina Thai Ch Goldrush Harry Potter andalan Agus Wiediyanto asal Bandung, Jawa Barat setelah menyisihkan 4 rival. Sementara gelar terbaik di trah herder direbut Vitus V Orangerie milik Teddy Winata, Semarang, Jawa Tengah.

Meski peserta terbanyak hanya di 3 trah, kontes all breed di lapangan Bhayangkara, Surabaya berjalan sukses. Peserta di trah lain rata-rata diikuti 10 anjing. Minimnya peserta disinyalir karena kontes serupa digelar di Bandung, awal Agustus 2004. “Banyak anjing belum siap sehingga berhalangan hadir,” kata Agus Wardhana, seksi juri kontes.

Multi trah

Kontes anjing multitrah juga digelar di mal matahari, Daan Mogot, Jakarta Barat, medio Agustus 2004. Sebanyak 10 trah anjing, seperti doberman, rottweiler, golden retriever, mini pinscher, shih tzu, boxer, siberian husky, pomeranian, labrador retriever, dan dachshund. Mereka berlomba memperebutkan gelar best in exhibition (BIE). Lomba dibagi 2 ring, masing-masing dinilai seorang juri.

Gelar BIE disabet Can Thai Ch Ashbury’s Im Hot For L milik MS Nutchanat Sukonnoi dari Bangkok, Thailand. Penampilan dan gerakan shih tzu betina itu atraktif sehingga memikat Zlatko Kraljic, juri asal Kroasia. “Semua kontestan cukup baik. Namun, penampilan shih tzu lebih menarik sehingga pantas jadi terbaik di kontes ini,” kata pembiak sejak 1961 itu.

Kemenangan Asbury’s sangat membanggakan Nutchanat Sukonnoi, sang pemilik. Sebab, ia mendatangkan anjing mungil itu seminggu silam dan perdana mengikuti kontes. “Sungguh di luar perkiraan, Asbhury’s bisa mengalahkan kontestan lain yang rata-rata bagus,” ujar Agus Riyanto, rekan Nutchanat sambil mengelus-elus jawaranya.

Salah satu pesaingnya, Asian Am Can Th Ina Ch Coamex milik Suherman dari Jakarta. Penampilan dachshund jantan itu tak kalah apik. Namun, juri berpengalaman sejak 1969 itu tetap memberikan gelar terbaik pada Asbury’s; Coamex, reserve best in exhibition (RBIE). BIE lokal disabet Hamonic’s Sacha, doberman andalan Andi Hudono asal Jakarta. Sementara RBIE direbut Mareta V Graunland, boxer milik Budi Suyanto dari Jakarta.

Ramai

Meski kalah dalam perebutan BIE, Jani Lauw bangga atas prestasi Int Ch Jackson Show Me The Money. Golden retriever itu puas dengan meraih BOB. “Penampilan dan langkah bagus,” kata Tan Oo Hock, juri asal Malaysia yang menilai golden retriever.

Gelar terbaik itu diperoleh Mequiere—nama panggilan Int Ch Jackson Show Me The Money setelah menyisihkan 6 anjing lain di babak BOB. Di antaranya, Ina Thai Ch Goldrush Harry Potter milik Agus Wiediyanto yang menang di kontes all breed, Surabaya. “Persaingan di trah golden retriever sangat ketat,” kata pemilik Golden Castle itu.

Wajar kalau trah golden retriever yang paling ramai. Menurut Martina Wibisono, manajer pameran sebanyak 80 golden retriever memeriahkan lomba. Peserta terbanyak kedua trah rottweiler, lalu doberman. Meski begitu pemeran multitrah yang digelar Perkumpulan Kinologi Indonesia (Perkin) wilayah Jakarta itu berjalan lancar dan meriah. Penonton memadati mal termegah di Jakarta Barat itu. Mereka merasa terhibur menyaksikan ajang cantik-cantikan anjing itu. Pantas, bila mereka tidak melewatkan acara menarik itu. (Nyuwan SB)

 

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Berbisnis Olahan Bayam, Anak Muda Asal Tasikmalaya Raup Omzet Puluhan Juta

Trubus.id—Bayam tidak hanya menjadi sumber zat besi, tetapi juga bisa menjadi sumber cuan bagi  Filsya Khoirina Fildzah, S.Kep., Ners...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img