Thursday, August 18, 2022

Seri Walet (87) Tiga Pilihan Rumah Walet

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Gedung walet yang dimaksud berbentuk segi empat beratap genteng. Ada sebuah lubang berukuran 20 cm x 40 cm di salah satu dinding. Puluhan sriti tampak keluar-masuk melalui lubang itu.

Pantauan Trubus ke beberapa sentra di Jawa dan Sumatera, bentuk rumah walet memang beragam. Di Jambi, misalnya, ada sebuah rumah tua dengan kayu yang warnanya nyaris berubah hitam. Setiap pukul 16.00 sore, ratusan walet melayang-layang di udara dan menukik masuk ke rumah itu. Puluhan kilogram sarang dipanen dari sana.

Ada pula rumah walet yang dibangun mirip pagoda, seperti terlihat di jalan Lubukpakam—Medan, Sumatera Utara. Disain bangunan itu memang dibuat sesuai dengan kesukaan walet yang ingin tempattempat tinggi. Menurut penduduk di sana rumah itu sudah lama dihuni walet.

Bangunan walet di beberapa sentra, seperti Haurgeulis, Indramayu, lebih moderen. Ukurannya besar, tinggi 4—10 m dan berlantai 2—4. Biasanya model rumah berbentuk kotak tanpa variasi. Di Sei Rampah, Sumatera Utara, setiap rumah dilengkapi bangunan kecil di lantai atas sebagai lubang keluar-masuk burung. Kini, yang marak malah pertokoan yang disulap menjadi rumah walet.

Pancing walet

Menurut Abeng—panggilan Ade H Yamani ada 3 tipe rumah walet: sri mustika, dewa, dan gua naga.“Masing-masing bentuk memiliki keunggulan dan kekurangan. Itu tergantung lokasinya,” kata praktisi walet di Majalengka, Jawa Barat.

Rumah sri mustika berbentuk kotak. Umumnya bangunan beratap genteng atau asbes. Ada 1—2 lubang yang menghadap ke segala penjuru. Disain seperti itu sudah umum dijumpai di sentra-sentra walet.

Model itu sangat efektif untuk memancing burung. “Rooving area terbuka bergaya horizontal sehingga burung leluasa keluar-masuk rumah,” katanya. Pemasangan tweeter—speaker pemancing walet lebih mudah. Suara speaker pun bisa terfokus sehingga efektif mengundang walet

Sayang, tipe itu memerlukan halaman cukup luas. Abeng menyarankan tidak membangunnya di lokasi hunian yang sudah padat. Ruang gerak burung sempit sehingga menyulitkan saat keluar-masuk rumah. Lebih baik dibangun di daerah lintasan atau buruan.

Rumah monyet

Tipe lain rumah dewa. Sepintas bangunannya mirip sri mustika, tetapi dicor beton/dak. Lubang keluar-masuk tidak di dinding, tapi dibuat di atas bangunan dengan bentuk rumah kecil. Dari situ burung leluasa keluar-masuk rumah. Orang menyebutnya rumah monyet.

Bentuk rumah itu pun sudah banyak dijumpai di beberapa sentra, seperti yang dilihat Trubus di Sei Rampah, Sumatera Utara. Menurut Ng Cun Huat, pemilik Walet Jaya di Sei Rampah bangunan itu menjadi solusi bagi pengusaha yang lahannya sempit. “Rooving area di bagian atas lebih terbuka sehingga cocok untuk lingkungan yang relatif padat,” kata pengusaha walet itu.

Konstruksi bangunan seperti itu juga efektif untuk memancing walet. Burung leluasa keluar-masuk lubang. Apalagi bangunan kecil di atas dak mengurangi sinar matahari masuk ke ruangan sehingga lebih gelap seperti gua. “Walet merasa nyaman sehingga cepat berkembangbiak,” katanya. Speaker pun lebih gampang dipasang.

Lubang atas

Cara lain dengan membuat lubang terbuka di atas dak. Lubang vertikal itu menyebabkan ruang gerak lebih terbuka. Walet lebih mudah melakukan manuver sebelum masuk ke rumah. Konstruksi itu disebut gua naga.

Menurut Abeng disain itu cocok dibangun untuk daerah sentra yang ratarata jarak antarrumah waletnya berdekatan. Sayang, “Bentuk ini belum begitu banyak yang menerapkan,” katanya.

Lubang vertikal dapat meningkatkan intensitas sinar matahari sehingga berisiko menaikkan suhu ruangan. Ketika hujan pun air masuk melalui lubang ke ruangan. Namun, hal itu bisa diatasi dengan membuat bak penampung air cukup besar tepat di bawah lubang.

Menurut Abeng bentuk rumah itu kurang efektif mengundang walet. Speaker pemancing walet mengarah ke atas sehingga suaranya menyebar. Risiko lain, speaker mudah rusak karena terkena air hujan. (Nyuwan SB)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img