Saturday, August 13, 2022

Itik: Bongsor Berkat Pasak Bumi

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Bukan tanpa alasan bila tongkat ali – sebutan lain pasak bumi – diyakini tokcer meningkatkan libido pria. Senyawa etanolik yang terdapat pada ekstrak akar pasak bumi dapat menambah jumlah hormon testosteron pria. Etanolik merangsang bekerjanya chorionic gonadotropin (hCG) yang bisa mendorong terbentuknya testosteron.

Testosteron merupakan hormon steroid dari kelompok androgen. Pemakaian hormon steroid pada banyak kasus dapat meningkatkan massa otot. Itu yang ditunjukkan oleh penelitian Serge Kreutz dan Dan White dalam The British Journal of Sports Medicine pada 2003. Riset itu memperlihatkan pemakaian ekstrak pasak bumi dapat meningkatkan 5% massa otot kering selama pemakaian 5 pekan.

Manfaat testosteron itu pula yang diaplikasikan pada itik pedaging. Intinya sama, mendongkrak bobot tubuh itik dengan menaikkan massa otot. Riset juga memperlihatkan pemakaian testosteron dari pasak bumi dapat mengurangi hilangnya nitrogen nonprotein darah yang berpengaruh pada penyerapan nutrisi.

Ransum

Penelitian dilakukan dengan memakai 100 itik jantan priangan. Anas javanica itu dipelihara di 20 petak, masing-masing berukuran 1,5 m x 0,5 m x 0,5 m. Alas kandang diberi sekam untuk menghindari becek. Setiap petak kandang juga diberi 1 buah lampu penerangan 25 watt. Ransum yang diberikan diatur komposisinya yakni mengandung protein 22% dan energi sebesar 2.900 kkal/kg pada periode starter. Untuk periode pertumbuhan ransum yang dipakai mengandung sekitar 16% protein, dengan kandungan energi sama, 2.900 kkal/kg.

Kadar protein tinggi pada fase starter, mutlak karena fase itu merupakan fase pertumbuhan. Pakan yang diberikan terdiri dari campuran jagung, tepung ikan, bungkil kedelai, dan mineral mikro. Selain itu diberikan pula vitamin untuk mencegah itik stres dan menambah daya tahan tubuh.

Pasak bumi diberikan dalam bentuk ekstrak setelah anggota famili Simaroubaceae itu ditepungkan. Caranya, 50 g tepung pasak bumi ditambah 500 ml etanol 90%. Larutan diaduk selama 4 jam menggunakan pengaduk listrik, lantas didiamkan semalam untuk kemudian disaring dengan kertas saring. Ampas tersisa di dalam kertas kemudian ditambah dengan 300 ml etanol berkadar 95% dan diaduk untuk selanjutnya disaring lagi. Hasil saringan ke-1 dan ke-2 dicampur dan diuapkan hingga etanol tidak menetes. Hasilnya diperoleh ektrak pekat berendemen 2,4% setara 1,2 g pasak bumi.

Ekstrak pasak bumi dicampurkan pada pakan dengan beberapa dosis. Perlakuan pertama (A) ransum diberikan tanpa campuran pasak bumi. Perlakuan kedua (B) ransum dicampur tepung ekstrak pasak bumi sebanyak 0,049% setara 1,73 g/kg bobot itik. Sementara perlakuan ketiga (C) sebanyak 0,098% setara 3,47 g/kg bobot itik dicampurkan ke dalam ransum. Yang terakhir, perlakuan keempat (D) tambahan tepung pasak bumi sebanyak 0,147% setara 5,20 g/bobot itik.

Dosis pasak bumi dihitung berdasarkan penelitian sebelummya di Universitas Padjadjaran yang menyebutkan pemberian suplemen paling baik pada dosis 25 mg/300 g bobot tubuh itik. Semua perlakuan itu diulang sebanyak 5 kali dengan jumlah itik pada setiap perlakuan 5 ekor. Sebelum diberi pakan mengandung pasak bumi, itik-itik itu ditimbang bobot awalnya.

Meningkat 20%

Setelah 10 minggu perlakuan itik dengan perlakuan D mencapai bobot 1,205 kg/ekor. Bobot itu naik 20% dibanding itik pejantan kontrol (A) yang bobotnya berkisar 0,99 kg per ekor. Itik yang diberi perlakuan B bobotnya mencapai 1,156 kg ekor, perlakuan C bobotnya sebesar 1,190 g/ekor.

Dari riset itu terlihat pertambahan bobot itik terjadi karena kandungan zat quassinoid dalam pasak bumi merangsang pengeluaran hormon testosteron. Sejurus dengan meningkatnya testosteron, umpan balik negatif testosteron ke hipotalamus terhambat. Walhasil hipotalamus tidak memberi perintah ke luteinizing hormone untuk merangsang testis menghentikan produksi testosteron. Produksi testosteron yang berlimpah ini merangsang penyerapan asam amino dan sintesis protein  pada otot itik. Pun mengurangi katabolisme (penguraian senyawa kompleks menjadi sederhana, red)  protein dan pelepasan asam amino dari otot sehingga ampuh meningkatkan pertambahan bobot tubuh.

Keunggulan lain, penambahan ekstrak pasak bumi itu menurunkan nilai konversi pakan (FCR). Itik yang diberi perlakuan D nilai FCR hanya 3,81. Artinya, untuk menghasilkan 1 kg bobot tubuh diperlukan 3,81 kg pakan. Bandingkan dengan itik kontrol (A) yang FCR-nya mencapai 4,55 kg. (Ir Dani Garnida MP dan Taopik Fitriana, Jurusan Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Padjadjaran, Bandung)

Previous articlePadi Gogo Wangi
Next articleDari Sapi untuk Ikan
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img