Friday, August 12, 2022

Jabotikaba: Empat Tahun Lebih Cepat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Sosok tanaman jabotikaba precoce dengan tinggi 1,5 meter di kebun Ricky Hadimulya, Parung, Bogor.
Sosok tanaman jabotikaba precoce dengan tinggi 1,5 meter di kebun Ricky Hadimulya, Parung, Bogor.

Jabotikaba baru yang genjah, berbuah perdana pada umur 3,5 tahun dan produktif.

Ricky Hadimulya tidak perlu menunggu 10 tahun untuk merasakan kelezatan buah jabotikaba. Lazimnya tanaman asal Brasil itu memang baru berbuah pada umur 7—10 tahun usai tanam. Di kebun penangkar buah di Parung, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, itu jabotikaba berbuah pada umur 3—3,5 tahun tanpa perangsangan apa pun. Harap mafhum, Ricky memang menanam jabotikaba baru, namanya precoce.

Ukuran jabotikaba baru itu agak besar dibandingkan jabotikaba sabara yang lebih dahulu dikoleksi para pehobi di tanahair. Buah jabotikaba precoce mencapai 2 cm, sedangkan sabara kurang dari 2 cm. Adapun warna keduanya relatif sama, yakni ungu kehitaman ketika matang. Di balik kulit ungu kehitaman itu tampak daging buah yang putih bersih dengan kandungan air yang cukup banyak. Rasanya perpaduan manis dan masam yang menyegarkan.

Bibit jabotikaba hasil sambung pucuk berumur 3 bulan.
Bibit jabotikaba hasil sambung pucuk berumur 3 bulan.

Bersifat genjah
Dari mana Ricky memperoleh pohon precoce? Ricky memperoleh biji jabotikaba dari rekannya di Brasil pada 2011. Mengetahui potensi tanaman yang genjah dan produktif maka ia menanam semua biji itu. Persemaian 20 biji itu hanya setengahnya saja yang tumbuh baik, sisanya mati. Sepuluh pohon itulah yang berbuah perdana pada umur 3 tahun. Penangkar tanaman buah itu lalu mengumpukan biji hasil pembuahan perdana.

Satu buah terdiri atas satu biji. Menurut Ricky pada pembuahan perdana, pohon setinggi 1,5 meter bisa menghasilkan lebih dari 20 buah. Kupa landak alias jabotikaba berbuah di sepanjang batang. Seiring dengan pertumbuhan tanaman, produksi pun kian meningkat. Ricky mengumpulkan biji dari buah matang pohon, sehat bebas dari serangan hama atau penyakit, dan berukuran besar.

Ia lantas menyemaikan biji itu di atas media steril yaitu sekam bakar, serbuk sabut kelapa, dan pasir dengan perbandingan 1 : 1 : 1. Dari persemaian kedua, ia memperoleh 10 bibit yang kini berumur 2,5 tahun. Kini ia memiliki puluhan jabotikaba precoce Myrciaria cauliflora. Ricky terus menyemaikan biji-biji itu untuk meningkatkan koleksi tanamannya. Menurut Ricky di Indonesia jabotikaba precoce relatif baru.

Pemilik Nuseri Andaman di Cibodas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Yanto Hidayat mengatakan di Indonesia baru ada satu jenis yaitu Jaboticaba sabara. Biasanya sabara mulai berbuah setelah berumur 7 tahun. “Saya tahu kalau ada jabotikaba yang genjah tapi belum melihat dan merasakan buahnya secara langsung,” ujar Yanto. Keunggulan lain anggur brasil alias jabotikaba precoce adalah berbuah lebat sepanjang tahun.

Di kebun Ricky, jabotikaba baru itu mampu berbuah susul-menyusul. Artinya dalam setahun Ricky 4 kali memanen buah jabotikaba. Oleh karena itu di batang terdapat buah dengan berbagai ukuran. Dengan demikian pehobi atau pekebun dapat menikmati kelezatan buah anggur brasil itu hampir sepanjang tahun. Bandingkan dengan jabotikaba sabara yang berbuah 1 kali dalam setahun.

Buah jabotikaba precoce muda berwarna hijau hingga kecokelatan.
Buah jabotikaba precoce muda berwarna hijau hingga kecokelatan.

Susul-menyusul
Sejak terbentuknya bakal buah atau fruit set hingga siap panen perlu 1,5—2 bulan. Panorama paling aduhai adalah ketika pohon berbuah matang. Saat itu sekujur batang tertutup buah berkulit hitam keunguan itu. Sepuluh jabotikaba di kebun Ricky tumbuh di kantong tanam atau planter bag berdiameter 50 cm. Tinggi tanaman anggota famili Myrtaceae itu sekitar 1,5 meter dengan kanopi yang melebar.

Di hampir sekujur batang terdapat banyak calon bunga berwarna putih kecil. Bahkan bunga berwarna putih itu menutupi batang bagian bawah sehingga menyentuh tanah. Buah bundar itu juga menjadi sasaran kalong atau serangga. Itulah sebabnya Muhamad Basri, karyawan di kebun Ricky, membungkus buah sebesar kelereng dan berwana hijau kecokelatan dengan plastik atau kain pembungkus buah.

Untuk pemeliharaan, Ricky hanya memberikan pupuk NPK cair dengan perbandingan 20 : 20 : 20. Konsentrasi 1 g pupuk per liter air. Ia memberikan pupuk itu sejak pembibitan namun dengan dosis 0,5 g pupuk per liter dengan frekuensi sekali sepekan. Tidak ada takaran yang pasti untuk setiap tanaman, Ricky memberikannya sampai media tanam basah. Biasanya 2 bulan pascapemupukan tanaman kerabat jambu biji itu memunculkan bunga.
Menurut Yanto Hidayat jabotikaba sabara hasil perbanyakan biji sebenarnya bisa berbuah pada umur 3 tahun.

Syaratnya pehobi harus merangsangnya antara lain dengan melukai batang bagian bawah. Yanto melukai batang bawah jabotikaba sabara pada umur dua tahun untuk mempercepat berbuah. Pehobi lain di Cianjur, Jawa Barat, Hendra Suhendar merangsang pembungaan jabotikaba sabara dengan mengikat batang bawah menggunakan tali rafia.

Menurut Hendra cara itu cukup efektif mempercepat pembungaan jabotikaba. Dengan perlakuan ia bisa mendapatkan buah dalam waktu 5 tahun. Sayangnya, perlakuan itu menyebabkan dampak buruk, yakni pohon menjadi kerdil. Di kalangan para penangkar bibit buah, harga bibit jabotikaba berbuah jauh lebih mahal. Yanto menjual bibit berumur 3 tahun yang berbuah Rp800.000—Rp1-juta per pohon. Bandingkan dengan bibit jabotikaba sabara berukuran 1 meter yang belum pernah berbuah, harganya Rp125.000. (Ian Purnama Sari)

 

Sambung Jabotikaba

Perbanyakan vegetatif dengan teknik sambung menggunakan batang bawah jabotikaba sabara.
Perbanyakan vegetatif dengan teknik sambung menggunakan batang bawah jabotikaba sabara.

Selain dengan biji, Ricky Hadimulya memperbanyak jabotikaba dengan teknik sambung. Ia memanfaatkan batang bawah jabotikaba sabara berukuran 10 cm dan diameter 0,5 cm. Adapun batang atas jabotikaba precoce berukuran sama. Ia menyayat batang atas dan bawah masing-masing sekitar 1–2 cm. Penangkar tanaman buah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, itu lantas menyambungkan kedua batang, mengikat dengan plastik agar menempel kuat.

Sekitar 2–3 bulan kemudian batang itu menyatu sehingga Ricky melepas ikatan. Tingkat keberhasilan teknik sambung 90%. “Saya belum ada rencana menjual bibit atau tanaman jabotikaba, semua masih untuk koleksi pribadi saya” ujarnya. Menurut Ricky kelebihan bibit hasil perbanyakan vegetatif berupa sambung adalah tanaman lebih cepat berbuah. Hingga kini bibit hasil perbanyakan sambung di kebun Ricky belum berbuah karena umurnya baru 3 bulan.

Sementara itu menurut Hendra perbanyakan vegetatif tidak efisien dari sisi waktu. Sebab, untuk menghasilkan bibit sambung sama saja dengan perbanyakan generatif atau biji. Biji yang disemaikan dalam waktu 3—4 bulan menghasilkan bibit setinggi 10 cm. Begitu pun hasil sambungan menghasilkan bibit dengan tinggi 10 cm. (Ian Purnama Sari)

 

Previous articleHello, Cat Daddy
Next articleSalak Baru Manis dan Katai
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img