Thursday, August 11, 2022

Jaga Trigona Berbalas Madu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Kelulut T. laeviceps adaptif sehingga cocok sebagai peliharaan.

 

Menjadikan kelulut sebagai peliharaan di rumah. Minim perawatan sekaligus rutin memanen madu.

Pembatasan sosial berskala besar (PSBB), pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM), atau pembatasan secara terbatas kegiatan masyarakat (PTKM). Berbagai sebutan itu mengacu kepada satu pesan, kurangi kegiatan di luar rumah atau keluar rumah seperlunya. Pemicunya adalah kenaikan kasus positif korona, salah satunya diduga akibat libur panjang Natal dan Tahun Baru. Saat beraktivitas di dalam rumah, masyarakat tidak sekadar menuntaskan pekerjaan sesuai tugas kantor.

Memelihara laeviceps dengan sistem kotak cocok dilakukan di rumah.

Mereka juga beraktivitas lain untuk mengisi waktu luang. Beberapa kegiatan pengisi waktu luang itu berkaitan dengan memelihara makhluk hidup dalam rumah, antara lain berkebun, bercocok tanam (hidroponik atau urban farming), maupun memelihara hewan. Membudidayakan tanaman pangan di rumah sekaligus menyediakan makanan lokal untuk konsumsi sendiri. Konsep itu juga bisa dilakukan dengan memelihara hewan peliharaan. Alternatif yang belum banyak dilirik masyarakat perkotaan adalah memelihara lebah tanpa sengat atau kelulut alias lanceng.

Sumber pakan

Mungkin terdengar aneh, tapi kelulut salah satu alternatif hewan peliharaan atau klangenan selain kucing, anjing, burung, atau ikan. Lebah tanpa sengat saat ini dianggap sekadar sumber madu atau propolis untuk tujuan komersial. Padahal kelulut bisa menjadi peliharaan yang menarik dan bermanfaat. Beberapa spesies kelulut adaptif di lingkungan pedesaan maupun perkotaan selama tersedia sumber pakan. Di Brasil beberapa spesies kelulut yang banyak dipelihara antara lain mandaçaia Melipona quadrifasciata, tiúba M. fasciculata, uruçu M. scutellaris, atau guaraipo M. bicolor.

Peliharan lebah tanpa sengat menjadi salah satu tren peliharaan di Negeri Samba itu. Pemilik menyimpan kotak kelulut di apartemen maupun di rumah di kota. Memang tidak semua spesies kelulut cocok menjadi peliharaan, terutama jenis yang agresif dan sangat mudah menyerang manusia. Sayang, masyarakat Indonesia masih sangat jarang memelihara lebah tanpa sengat. Padahal, spesies kelulut di Indonesia cukup banyak, mencapai 46 jenis. Artinya cukup banyak spesies kelulut yang bisa menjadi pilihan sebagai peliharaan.

Tanaman air mata pengantin cocok untuk sumber pakan karena berbunga sepanjang tahun.

Salah satu jenis lebah tanpa sengat yang dapat dijadikan hewan peliharaan di rumah adalah Tetragonula laeviceps. Teuweul nasi—julukan T. laeviceps di Bogor, Jawa Barat—salah satu jenis yang prospektif sebagai peliharan di rumah lantaran kemampuan adaptasinya tinggi. Lanceng itu hadir di lingkungan hutan, perkebunan, taman, dan pemukiman. Walaupun terdapat jenis-jenis lebah tanpa sengat lainnya umum ditemukan di peternak lebah seperti Heterotrigona itama, Geniotrigona thoracica, Lepidotrigona terminata, atau Tetragonula biroi.

Sebelum memelihara kelulut, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan. Pertama, menanam tanaman sebagai sumber nektar. Sebaiknya menanam tanaman perennial (berbunga sepanjang tahun) dan menghasilkan nektar serta polen. Contohnya bunga air mata pengantin Antigonon leptopus. Beberapa tanaman lainnya yang dapat dijadikan sumber pakan bagi lebah tanpa sengata adalah tanaman dari famili Polygonaceae, Fabaceae, atau Asteraceae. Tanaman dari ketiga famili itu umumnya banyak dikunjungi dan menjadi tanaman favorit trigona.

Xanthostemon salah satu jenis bunga yang banyak didatangi kelulut.

Selanjutnya persiapkan tempat menyimpan kotak sarang lebah yang terlindung dari hujan, angin, maupun sinar matahari langsung. Sebisa mungkin lubang keluar masuk menghadap ke timur. Perubahan sedikit saja kotak sarang dapat menyebabkan koloni kehilangan arah mencari pakan. Kotak sarang sebaiknya menarik, praktis, dan baik untuk koloni lebah tanpa sengat. Beberapa koloni lebah tanpa sengat dapat pergi dari sarangnya gara-gara ketiadaan sumber pakan atau sarangnya tidak lagi melindungi koloni.

Setelah semuanya siap, barulah kita mencari kelulut. Trigona dapat diperoleh dari perorangan atau perusahaan yang menjual koloni lebah tanpa sengat baik dari media sosial ataupun informasi lainnya. Usahakan memelihara lanceng lokal dari sekitar tempat hidupnya. Lindungi kotak sarang dari serangan hama seperti cicak, kecoa, atau semut. Lokasi koloni mesti jauh dari pembuangan sampah atau timbunan sampah organik yang banyak didatangi lalat. Serangga itu bisa bertelur dalam koloni dan menyebabkan kematian koloni.

Minim perawatan

Menjadikan trigona sebagai peliharaan memberikan banyak keuntungan. Mereka nirsengat sehingga tidak khawatir dengan sengatan menyakitkan. Memelihara trigona menjadikan kita perhatian terhadap hal-hal kecil seperti kehadiran cicak atau lalat. Panen madu dan propolis dari lanceng juga menjadi salah satu bentuk ketahanan pangan lokal setiap wilayah dari Indonesia. Lebah tanpa sengat memproduksi madu, propolis, dan polen yang bermanfaat untuk kesehatan. Madu dan propolis diketahui berkhasiat sebagai anticendawan, antibakteri dan antivirus.

Heterotrigona itama jenis lanceng yang banyak dibudidaya secara komersial.

Madu dan propolis juga meningkatkan kekebalan tubuh dengan meningkatkan jumlah sel limfosit. Selain itu, produksinya dapat kita manfaatkan sebagai sumber makanan super lokal yang dapat dilakukan pemanenan setiap tiga bulan. Dengan catatan jika sumber pakan melimpah. Jadi, tidak perlu khawatir mengonsumsi madu palsu karena pemelihara memanen madu sendiri. Rasa madunya pun bervariasi, tapi umumnya masam manis seperti teh lemon. Kelulut minim perawatan, tidak perlu memberi makan atau membuang kotoran seperti memelihara kucing.

Tapi saat kemarau terik kita bisa menyiapkan air di baskom atau ember di dekat kotak koloni. Koloni kelulut sangat mandiri membangun sarang dan koloni sehingga biaya pemeliharaan minim. Memelihara kelulut membuat kita lebih peduli terhadap kehadiran tanaman di lingkungan sekitar kita dengan menanam tanaman sumber pakan.

Ketersedian sumber pakan menjadi hal penting. Tanpa sumber pakan, mereka akan pindah. Saat hujan pun trigona berhenti bekerja. Saat panen sisakan madu secukupnya agar koloni bertahan. (Windra Priawandiputra, Ph.D., dosen Departemen Biologi Institut Pertanian Bogor)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img