Friday, August 12, 2022

Jagung Panen Dua Kali Lipat

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
(Dok. Trubus)

Budidaya intensif tepat benih, pupuk, dan pestisida menghasilkan panen jagung melonjak.

Trubus — Krispian Sarimin di Desa Kalawara tidak bisa menanam padi karena tidak ada air untuk mengairi sawahnya. Gempa dan likuefaksi menghantam Desa Kalawara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada September 2018, menyebabkan saluran irigasi rusak. Total 13.499 lahan pertanian di Kabupaten Sigi berhenti berproduksi karena kekeringan. Setahun berselang pada 24 Januari 2020 Krispian beralih menaman jagung Zea mays.

Tanaman anggota famili Poaceae itu memerlukan lebih sedikit air dibandingkan dengan padi. Petani berumur 45 tahun itu menuai rata-rata 7,9 ton per hektare. Produksi itu lebih besar daripada panen sebelumnya dan rata-rata nasional yang hanya 3—4 ton per hektare. Kualitas jagung pun baik berkadar air 12%. Menurut Krispian Sarimin harga jual mencapai Rp3.700 per kg. Harga jagung berkadar air 18% Rp3.000 per kg.

Petani jagung di Desa Kalawara, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Krispian Sarimin. (Dok. Trubus)

Krispian dapat membudidayakan jagung berkat bantuan pompa air sumur dangkal dan benih dari PT Bayer Indonesia dan Mercy Corp Indonesia. Krispian menanam jagung varietas BISI 18. Menurut Area Sales Manager Sulawesi PT Bayer Indonesia, Wawan Hidayat, benih konvensional menghasilkan 3,5—4 ton per hektare. Setelah menggunakan benih hasil pemuliaan Bayer hasilnya 7,9 ton per hektare. Artinya potensi peningkatan 3,9—4,4 ton per hektare.

Pada budidaya konvensional Krispian hanya sekali memupuk dengan teknik menebar. Pemupukan pada saat tanaman berumur 30 hari. Ia menghabiskan 300 kg pupuk untuk penanaman jagung di lahan 1 hektare. Setelah mendapat penyuluhan, ia memupuk di lubang tanam. Dosis pupuk 14 gram per lubang tanam atau setara 2 sendok makan. Frekuensinya 2 kali, yakni pada hari ke-10 setelah tanam berupa pupuk Urea dan phonska.

Pupuk susulan pada hari ke-45 setelah tanam dengan jenis pupuk dan dosis sama. Perbedaan lainnya penggunaan pestisida lebih intensif, sehingga serangan hama minim. Perubahan lain berupa penentuan waktu panen. Kebiasaan petani di Sigi memanen jagung pada umur 90—100 hari setelah tanam. Itulah yang menyebabkan kadar air saat panen tinggi mencapai 18%. Imbasnya harga jual rendah.

“Petani kerap membutuhkan biaya tambahan untuk pengeringan,” kata Wawan. Rekomendasi panen benih kreasi bayer umur 100—120 hari. “Idealnnya panen pada umur 115 hari, terlalu lama pun potensi tanaman bisa rebah,” kata Wawan. “Biaya produksi dengan penambahan paket teknologi memang lebih tinggi sekitar Rp500.000 per hektare. Namun, peningkatan hasil bisa 100% dan kualitas meningkat,” kata Wawan. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img