Monday, August 8, 2022

Jalan Berliku Herbal Bermutu

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Teh salah satu komoditas yang diekstrak oleh javaplant
Teh salah satu komoditas yang diekstrak oleh javaplant

Pengobatan menggunakan herbal akan lebih efektif bila telah terstandar.

Manajer Riset Javaplant, perusahaan ekstraksi bahan alam, Ir Budi Santoso, melakukan serangkaian uji coba di laboratorium. Tujuannya untuk menghasilkan ekstraksi berkualitas sesuai permintaan pelanggan.

Budi mengidentifikasi senyawa aktif menggunakan beragam peranti seperti spektrometer, high performance liquid chromatography (HPLC), dan ultra performance liquid chromatography (UPLC).

Budi juga menguji kandungan sisa pelarut, mikrob, dan logam berat pada ekstrak karena menyangkut keamanan produk. Residu alkohol, misalnya, dikhawatirkan mempengaruhi kehalalan produk. Sementara pelarut heksan bersifat racun. Begitu juga dengan logam berat seperti timbel (Pb), raksa (Hg), dan arsenik (Ar), yang membahayakan. Setelah menemukan prosedur ekstraksi yang optimal dalam skala laboratorium, Budi menguji coba ekstraksi dalam skala lebih besar yakni skala pilot.

Kakao Theobroma cacao menyumbang aroma khas. javaplant ''menangkap'' aroma menjadi cairan dan memekatkan
Kakao Theobroma cacao menyumbang aroma khas. javaplant ”menangkap” aroma menjadi cairan dan memekatkan

Dalam skala pilot metode ekstraksi adalah perkolasi. Mula-mula Budi memanaskan pelarut menggunakan uap panas hingga suhu maksimal 60°C, lalu mengalirkan melewati tabung perkolator yang berisi bahan baku. Pada mesin ekstraksi skala pilot itu terdapat 4 tabung perkolasi yang dirangkai secara seri. Masing-masing tabung perkolator berkapasitas 5 kg jika bahan baku dalam bentuk daun atau 10 kg jika bahan baku berupa cacahan rimpang atau kayu.

Dari tabung perkolator pelarut kembali mengalir ke tabung pelarut, begitu seterusnya hingga proses ekstraksi selesai. Hasil ekstrak kemudian mengalir ke destilator—dalam kondisi vakum—untuk menghilangkan pelarut. Jika pada skala pilot, menggunakan teknik pengeringan semprot atau spray drying. Pada mesin pengering itu udara panas hingga 130oC menyembur selama 2 detik. Kabut misela itu kemudian berubah menjadi tepung. Selanjutnya Budi kembali melakukan uji kandungan senyawa aktif dan bahan berbahaya.

Jika hasil ektraksi skala pilot sesuai permintaan pelanggan, baru proses ekstraksi skala produksi dimulai. Menurut Manajer Produksi Javaplant, Suseno Arianto, mesin produksi hampir sama dengan skala pilot. Hanya saja kapasitas perkulator jauh lebih besar, yakni mencapai 2.000 liter atau muat 250 kg bahan baku bila berupa daun atau 400 kg bahan baku berupa kayu dan rimpang.

Sterilisasi

Dalam proses produksi terdapat proses tambahan sebelum pengeringan hasil ekstrak, yakni sterilisasi. Pada proses itu hasil ekstrak dialirkan melalui pipa bersuhu 130oC selama 2 detik untuk mematikan mikrob. Menurut Suseno pemanasan tinggi dalam waktu singkat tidak merusak senyawa aktif. Dalam proses produksi pengeringan menggunakan mesin vacuum belt drying (VBD). Konsentrat yang pekat dialirkan ke di sabuk berjalan vakum bertekanan udara 13 milibar.

Pada tekanan itu hasil ekstrak akan kering dalam suhu kurang dari 20°C. “Dengan alat ini menjamin senyawa aktif tidak rusak,” ujar Suseno. Dengan berbagai teknologi itu Javaplant menghasilkan ekstrak herbal terstandar, seperti ekstrak kayumanis yang mengandung 3% polimer tipe-A, ekstrak kunyit (96% curcuminoid), dan ekstrak jahe (5% gingerol). “Ekstrak produksi Javaplant siap digunakan untuk bahan baku industri farmasi,” ujar Direktur Operasional Javaplant, Junius Rahardjo.

Mesin pengering vacuum belt drying (VBD) untuk mengeringkan ekstrak dalam suhu kurang dari 20°C sehingga tidak merusak senyawa aktif
Mesin pengering vacuum belt drying (VBD) untuk mengeringkan ekstrak dalam suhu kurang dari 20°C sehingga tidak merusak senyawa aktif

Menurut kepala Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, dr Danang Ardiyanto, proses produksi ekstrak herbal untuk pengobatan idealnya memang seperti yang diproduksi Javaplant. Dengan proses produksi terstandar maka dapat diperoleh senyawa aktif sesuai kebutuhan. Dalam dunia medis, lebih mudah menentukan dosis herbal terstandar sehingga pengobatan lebih optimal.

Selama ini sulit menentukan dosis tepat bila herbal masih dalam bentuk simplisia. “Selama ini penentuan dosis berdasarkan pengalaman empiris kelompok masyarakat tertentu secara turun-temurun,” kata Danang Ardiyanto. Itulah sebabnya Kementerian Kesehatan tengah meneliti ramuan pengobatan dari 250 kelompok etnis di Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun. Dari pengalaman empiris itulah nantinya ramuan-ramuan itu diuji secara ilmiah.

“Saat ini baru ramuan untuk hipertensi dan asam urat yang telah teruji secara klinis sehingga dapat disebut sebagai ramuan saintifik,” kata dr Danang. Ramuan untuk hipertensi terdiri atas kombinasi daun kumis kucing, daun seledri, dan pegagan. Sementara ramuan asam urat terdiri atas kayu secang, daun kepel, dan daun tempuyung. Dokter Danang menuturkan ramuan yang teruji secara ilmiah itu pada masa mendatang bisa saja menjadi sediaan berupa hasil ekstrak yang lebih praktis sehingga bisa dimanfaatkan secara luas oleh masyarakat. (Imam Wiguna)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img