Monday, January 26, 2026

Jalan Terjal Hasilkan Madu

Rekomendasi
- Advertisement -
Banyak kendala dalam beternak trigona antara lain serangan predator.
Banyak kendala dalam beternak trigona antara lain serangan predator.

Beragam hambatan menghasilkan madu dari lebah trigona.

Setiap tahun 1 dari 4 koloni lebah trigona peliharaan Ateng Arsono musnah atau hengkang. Artinya peternak di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, itu harus kehilangan 25% omzetnya. Padahal 1 kg madu berasal dari 20 koloni. Untungnya setiap bulan Ateng masih dapat menjual 60 kg madu klanceng nasi alias Trigona laeviceps. Menurut Ateng penyusutan atau kosongnya kotak madu miliknya karena serangan predator.

Salah satu predator trigona berupa seranggga kecil sejenis kutu yang masuk ke kotak dan memangsa larva. Kutu itu sangat merusak, seekor saja dapat membinasakan satu koloni lanceng. Penyebab lain adalah serangan koloni lain. Sesama koloni trigona kadang berperang memperebutkan makanan dalam sarang. Pertarungan antarkoloni itu menyebabkan musnahnya koloni yang kalah.

Kotak sarang lebah Trigona.
Kotak sarang lebah Trigona.

Sinar matahari
Di Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, Ajid mengalami hal serupa. Bedanya koloni trigona di tempat Ajid kabur lantaran kepanasan gara-gara kotak terkena matahari langsung. Selain panas, trigona juga tidak tahan terpapar hujan langsung. Ajid lantas meletakkan kotak trigona di teras yang terlindung dari panas dan hujan. Namun, penempatan kotak di dinding rumah bukan tanpa gangguan.

Penutupan kotak yang kurang rapat setelah panen mengundang semut memangsa telur di dalam sarang. Bahkan, semut membuat sarang di dalam kotak. Pengalaman serupa juga dialami Josia Lazuardi, peternak Trigona itama di Bumi Serpong Damai, Kota Tangerang Selatan, Banten. Semut menyerang dan bersarang dalam log yang semula berisi itama. Untuk mengatasinya, Josia mengguratkan kapur antiserangga di sekitar log itama.

Peternak lebah trigona di di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Ateng Arsono.
Peternak lebah trigona di di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Ateng Arsono.

Guratan kapur itu mencegah semut tidak naik. Perdator lain trigona adalah cecak, kadal, kodok, dan burung. Ia mengantisipasinya dengan memeriksa log setiap hari. Menurut Kuntadi, ahli lebah di Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan, Bogor, lebah meninggalkan sarang ketika merasa terganggu, sarang rusak saat pindah tempat, atau kekurangan pakan.

Semakin kecil ukuran lebah, semakin sempit pula jarak jelajahnya. “Lebah madu eropa Apis mellifera mampu terbang sejauh 2 km, sementara trigona kurang dari itu,” ujar Kuntadi. Josia mencegah trigona kekurangan pakan dengan menyiapkan tanaman penghasil madu seperti seperti lengkeng, durian, mangga, pisang, pepaya, atau kopi sebelum mulai membudidaya.

Hambatan Budidaya Klanceng
Hambatan Budidaya Klanceng

Hindari pestisida
Bila makanan tercukupi, koloni dapat mengganti trigona yang mati karena serangan predator. Bahkan bila ratu mati cepat diganti ratu baru. “Sarang tanpa ratu pasti mati,” kata Josia. Pemanenan madu juga harus memperhatikan cuaca. Saat kemarau panjang atau musim hujan, sebaiknya madu tidak dipanen. “Saat itu biasanya bunga jarang tumbuh dan susah didapatkan sehingga lebah kesulitan mendapatkan makanan dan mengandalkan madu atau nektar yang disimpan dalam sarang,” kata Josia.

Josia Lazuardi, peternak lebah trigona di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten.
Josia Lazuardi, peternak lebah trigona di Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, Banten.

Pemanenan madu juga harus hati-hati agar tidak mematikan ratu. Hal lain yang berdampak fatal terhadap koloni lebah adalah pestisida. Ateng pernah menitipkan kotak sarang ke beberapa tetangga, tetapi kotak-kotak itu tetap kosong tanpa madu padahal beberapa hari berada di kebun bunga. Ternyata, kebun bunga potong itu menggunakan pestisida agar bebas serangan hama.

Itu sebabnya Josia yang menempatkan log itama di kebun buah miliknya tidak menyemprotkan pestisida ketika tanaman sedang berbunga. “Pada masa berbunga, itama sangat aktif menyambangi bunga untuk mengambil madu,” ujar Josia. Ia juga tidak menempatkan log itama di bawah pohon buah untuk mengantisipasi tetesan atau kabut pestisida yang masuk ke dalam log itama yang dapat menyebabkan matinya koloni.

Menurut Kuntadi, lebah sangat sensitif dengan pestisida. Penggunaan pestisida sistemik dapat melemahkan individu lebah sehingga rentan serangan penyakit dan hama. Bila ada lebah yang terpapar pestisida dan memasuki sarang dapat berimbas terhadap kesehatan seluruh koloni. Meskipun banyak hambatan, trigona menghasilkan madu yang berkhasiat. Hambatan itu menjadi tantangan yang harus diatasi demi memetik khasiat madu. (Muhammad Awaluddin)

 

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img