Trubus.id — Pasar jamu masih terbuka luas. Tidak hanya pasar dalam negeri, tetapi permintaan datang dari pasar mancanegara. Itu dibuktikan oleh Sudaryati, inisiator pembuat Jamu Rumpun Padi, jamu lokal asal Wonosobo yang mampu ekspor ke berbagai negara.
Sudaryati tidak sendiri. Dalam memproduksi jamu, ia dibantu oleh ibu-ibu sekitar rumahnya yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani di Kelurahan Rojoimo, Kecamatan Wonosobo, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah.
Sudaryati mulai merintis jamu pada 2013. Tujuan awalnya memberdayakan ibu-ibu agar lebih sejahtera dan mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di desanya.
Awalnya, ia memproduksi jamu dengan alat tradisional dan dikerjakan secara manual mengandalkan tenaga manusia. Namun, seiring perkembangan waktu dan permintaan semakin banyak, produksi jamu sudah menggunakan bantuan mesin sehingga lebih mempercepat produksi.
“Sekarang total anggota kelompok wanita tani yang ikut memproduksi Jamu Rumpun Padi ada 25 orang,” kata Sudaryati.
Sudaryati dan anggota memproduksi 6 macam jamu. Di antaranya, Jahe Merah Plus, Temulawak Plus, Kunyit Plus, Kencur Plus, Daun Sirsat Lempuyang Plus, dan Cabai Lempuyang Plus.
Penamaan atau penambahan kata “plus” merupakan pemberian dari BPOM. Hal ini karena dalam komposisi jamu produksi Suyati, terdapat tambahan beragam bahan baku lain dari komoditas perkebunan. Seperti kayu manis, cengkeh, gula aren, dan kapulaga.
Meskipun ada kombinasi bahan baku lain, menurut Suyati, tetap tidak akan mengurangi khasiat yang dibawa oleh jamu herbal itu.
“Komposisi Jamu Rumpun Padi ini kan mengikuti resep dari para leluhur. Jadi untuk komposisi tidak bisa merubah seenaknya. Antara bahan baku satu dengan lainnya saling berkaitan untuk menyempurnakan manfaat jamu itu untuk kesehatan tubuh,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sudaryati menjelaskan secara singkat manfaat dari sebagian jamu produksinya itu. Untuk jamu Jahe Merah Plus, berkhasiat menghangatkan badan dan memperlancar peredaran darah. Jamu ini cocok diminum untuk menghilangkan capek setelah bekerja dan memperbaiki kualitas tidur.
Jamu Kencur Plus bagus dikonsumsi oleh seseorang yang sedang flu dan batuk karena bisa meredakan tenggorokan. Selain itu, jamu Kencur Plus juga sangat baik dikonsumsi oleh ibu menyusui agar produksi ASI lebih banyak dan menambah nafsu makan si bayi.
Sementara itu, untuk jamu Kunyit Plus bisa membantu menghilangkan rasa sakit yang diderita perempuan saat masa menstruasi. Dengan meminum jamu Kunyit Plus, mampu memperlancar menstruasi dan mencegah keputihan.
“Sudah banyak yang testimoni, perempuan mengeluh sakit saat menstruasi, ternyata banyak yang sembuh karena minum jamu Kunyit Plus,” terangnya.
Adapun jamu Temulawak Plus bagus untuk organ lambung dan hati. Menurut Sudaryati, beberapa pasien yang sempat divonis hepatitis bisa sembuh karena rutin mengonsumsi jamu Temulawak Plus.
Perihal pemasaran, Sudaryati mengaku telah mengekspor ke berbagai negara dan beberapa kali mengikuti pameran di mancanegara. Mulai dari Amerika, Jerman, Itali, Belgia, hingga Belanda. Sudaryati sangat bersyukur dengan pencapaian dari produksi jamunya itu.
