Sunday, August 14, 2022

Kari Rival si Manis

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Daun kari mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan steroid. (Dok. Pixabay.com/Tanuj_handa)

Ekstrak etanol daun kari terbukti ilmiah mengatasi gula darah tinggi.

Trubus — Masakan ayam tangkap menjadi menu favorit Dr. dr. Fauzul Husna. M.Biomed. Kuliner khas Nangroe Aceh Darussalam itu menyajikan menu ayam kampung yang diungkep dengan bumbu khusus salah satunya daun kari kemudian digoreng. “Daun kari menambah rasa gurih dan aroma harum. Anak-anak saya suka daun kari di ayam tangkap itu. Kalau dikunyah kres… karena sudah garing,” ujar dosen Farmakologi Fakultas Kedokteran, Universitas Syiah Kuala itu.

Saat berselancar di dunia maya, Fauzul menemukan beragam khasiat daun kari di antaranya untuk diabetes melitus. “Saya mau membuktikan secara ilmiah informasi itu,” ujarnya. Pada 2016 ia mulai meriset pengaruh ekstrak etanol daun kari pada kadar gula darah tikus Sprague-dawley jantan. Fauzul menginduksikan zat kimia streptozotosin dan nikotinamid pada tikus jantan untuk meningkatkan kadar gula darah Rattus norvegicus.

Insulin

Dr. Dr. Fauzul Husna, M.Biomed mengekstrak daun kari untuk membuktikan khasiatnya. sebagai pengontrol gula darah. (Dok. Dr. Dr. Fauzul Husna, M.Biomed)

Fauzul Husna menuturkan, “Pemberian streptozotosin dan nikotinamid membuat tikus mengalami diabetes tipe dua atau perusakan kelenjar pancreas tanpa kerusakan hati dan ginjal.” Zat kimia itu membuat tubuh tikus mengalami resistensi insulin atau kesulitan organ-organ target menditeksi insulin yang diproduksi pankreas. Hasilnya gula darah tikus meningkat hingga di atas 200 mg/dl.

Pada manusia, diabetes kerap muncul akibat dua faktor yaitu lingkungan dan keturunan. “Lingkungan lebih pada pola hidup sementara keturunan secara genetik,” tutur dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit dr. Sardjito, Yogyakarta, Prof. Dr. Dr. Nyoman Kertia, Sp.PD., KR. Diabetes ditandai dengan gejala polipagi atau banyak makan tetapi masih merasa lapar, polidipsi yaitu selalu merasa haus dan, poliurine ingin berkemih.

Menurut Nyoman Kertia penyakit diabetes baru bisa diketahui setelah pemeriksaan gula darah dan angkanya di atas normal. “Sekarang dikatakan diabetes jika kadar gula darah saat puasa diatas 130 mg/dl dan di atas 140 setelah dua jam makan,” tutur Nyoman. Standar itu berubah sejak lima tahun terakhir. “Kalau dulu, orang dikatakan diabetes jika kadar gula darah diatas 140 mg/dl ketika puasa dan diatas 200 mg/dl dua jam setelah makan,” kata Nyoman.

Guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada itu megatakan, sekarang lebih diperketat karena dokter ingin masyarakat sehat. Hasil penelitian Fauzul Husna membuktikan daun Murraya koenigii—untuk menghargai Johann Andreas Murray 1740-1791—mampu mengontrol gula darah tikus wistar jantan. Pada pemberian ekstrak daun kari dosis 200 mg per kg bobot badan, kadar gula darah tikus turun dari 356 mg/dl menjadi 152,4 mg/dl.

Gula darah turun

Dokter spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit dr. Sardjito, Yogyakarta, Prof. Dr. dr. Nyoman Kertia, SpPD, KR. (Dok. Bondan Setyawan)

Adapun dosis 400 mg/dl menyebabkan kadar gula darah turun dari 334,6 mg/dl menjadi 222,4 mg/dl. Bandingkan dengan kontrol yang angka gula darah meningkat dari 368 mg/dl menjadi 407,8 mg/dl. Sementara pada tikus yang tak diinduksi streptozotosin dan nikotinamid tetapi diberi ekstrak daun kari 400 mg/kg, kadar gula darah tetap normal dari 139,6 mg/dl menjadi 103,2 mg/dl.

“Tikus yang gula darahnya tinggi menurun kadar gula darahnya, sementara tikus yang gula darahnya normal tetap stabil meski saya beri daun kari,” ujar doktor alumnus Ilmu Biomedik, Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia itu. Fakta itu menunjukkan daun kari bisa menurunkan gula darah pada tikus, tetapi tidak membuat hipoglikemia atau gangguan akibat kadar gula darah di bawah normal.

Dari analisis fitokimia secara kualitatif, ia mendapati daun salam koja alias kari mengandung senyawa flavonoid, saponin, dan steroid. Menurut Fauzul Husna kandungan flavonoid di dalam daun kari paling berperan untuk menurunkan kadar gula darah. “Flavonoid daun kari berefek antioksidan dan antiinflamasi yang melindungi kelenjar pankreas dari pelepasan stres oksidatif. Daun kari juga mampu mengatasi resistensi insulin yang menjadi ciri khas diabetes tipe dua,” ujarnya.

Harap mafhum, ciri khas diabetes tipe dua muncul resistensi insulin dalam tubuh. “Tubuh masih menghasilkan insulin, tetapi organ-organ target tidak mampu mengenali insulin, sehingga gula darah tak terkontrol. Nah, daun kari mampu memperbaiki tubuh dari resistensi insulin, sehingga organ target lebih responsif terhadap insulin dan ujung-ujungnya gula darah lebih terkontrol,” tutur peneliti kelahiran Banda Aceh, 10 Januari 1984 itu. (Bondan Setyawan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img