Thursday, August 18, 2022

Kawah Candradimuka bagi Chihuahua

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Chihuahua yang dipelihara sejak umur 4 bulan itu sudah menunjukkan potensi juara sejak berumur setahun. ‘Meski tubuhnya kecil, tapi maskulin,’ ujar Marlina Alang, sang pemilik. Bahkan dengan tambahan modal otot punggung dan kaki kuat, gelar best of breed di Pameran Perkin Nasional 2006 di Surabaya, reserve best in specialty di PRJ pada penghujung 2006, dan Indonesian Champion sukses direbut.

Itu baru salah satu chihuahua andalan Marlina. Masih ada Famous Blondie Joy yang menuai gelar pada kontes bertaraf internasional. Thai Dog Show yang berlangsung di Gedung IMPACT, Muang Thong Thani, Thailand, pada pertengahan 2007, Blondie meraih piala Best of breed Champion Specialty Show. Padahal, Blondie harus bersaing dengan chihuahua tuan rumah.

‘Ia betina yang bagus untuk dijadikan indukan,’ kata Noranart Rattanasavibool, juri asal Thailand. Komposisi indukan milik Marlina semakin lengkap dengan adanya Crown, peraih gelar Indonesian Champion pada awal 2007.

Chihuahua lain yang jadi bintang di Bandengan adalah Cardinal Classy Castle. Castle tampak macho dengan otot kaki dan punggung yang menonjol kuat. Modal itulah yang mengantarkan Castle merebut gelar best of breed nyaris di setiap kontes sepanjang 2006. Wajar saja pada akhir 2006, ia dikukuhkan sebagai peringkat kedua Chihuahua of The Year 2006.

Empat lantai

Crown, Blondie, dan Castle, beberapa chihuahua superstar yang dimiliki Marlina. ‘Masih ada 100 chihuahua yang kandidat kontes,’ ujar wanita berusia 34 tahun itu. Beralasan, Marlina memilih chihuahua untuk dibiakkan. ‘Tubuh mungil dan sosoknya manis,’ kata penangkar yang memulai kariernya sejak Oktober 2005 itu.

Yang unik ratusan chihuahua itu dipelihara di dalam bangunan berlantai 4, bak apartemen. Dari luar pagar, tempat itu tak terlihat seperti kennel. Maklum, sedikit pun tak terdengar suara berisik chihuahua. Namun, begitu menaiki tangga menuju lantai 2, suara gonggongan bersahutan. Anjing memang ditempatkan di lantai 2 hingga 4.

Untuk merawat anjing sebanyak itu Marlina tak bekerja sendiri. Ia dibantu Ashe, sang suami, dan Dharma Syah Putra, keponakan. Mereka bertekad mencetak chihuahua berkualitas kontes. Menurut Ashe 60% darah induk turun pada anakan. ‘Jantan menyumbangkan sosok tubuh prima,’ ujar Ashe.

Induk chihuahua jantan dan betina yang dipilih Marlina berumur 12 bulan. Terlalu muda kurang baik untuk dikawinkan. Setelah 1-2 kali dikawinkan biasanya langsung hamil. Masa kehamilan 58-59 hari. Saat itulah sang pemilik siap membantu kelahirannya. ‘Itu karena pinggang chihuahua kecil,’ kata Ashe. Bantuan yang diberikan dengan menarik anak untuk kemudian dibersihkan. Pascapersalinan betina diistirahatkan seminggu untuk memulihkan stamina.

Atur pakan

Selain induk, yang mendukung kualitas adalah pemberian pakan, vaksinasi, dan kebersihan kandang. Pakan diberikan rutin pukul 05.00. Porsinya harus pas, tidak boleh lebih, tidak boleh kurang. Pemilik Famous Chihuahua Kennel itu mengisi setiap mangkuk makan dengan 200 butir dogfood kering untuk induk.

Porsi anakan 150 butir dan diberikan 3 kali sehari. ‘Pakan harus mengandung cukup protein dan lemak. Tapi, jika berlebih chihuahua akan gendut sehingga tidak layak kontes,’ kata Marlina.

Anakan chihuahua kerap kurang nafsu makan. Marlina punya trik untuk mengatasinya. ‘Suapkan saja nutrigel,’ tuturnya. Beberapa jam kemudian nafsu makan anjing bakal meningkat. Bila itu terjadi pada induk, berikan cacahan daging untuk memacu nafsu makan.

Selain pakan, pemberian susu perlu diperhatikan. ‘Susu diberikan sesering mungkin untuk memperkokoh tulang, khususnya pada anakan,’ tutur Marlina. Anakan diberi susu 3 kali sehari; induk cukup 2 kali sehari. Agar tidak menimbulkan diare, bila dalam waktu 30 menit susu tidak habis harus segera dibuang.

Kebersihan kandang pun menunjang penampilan anjing yang gemar menggonggong itu. Setiap hari kandang harus dibersihkan dari sisa pakan dan kotoran. Rutin 3 minggu sekali kandang dibersihkan dengan desinfektan. Selain itu saat berumur 2 bulan chihuahua divaksinasi. Kegiatan itu diulang setahun kemudian. Tak lupa setiap 6 bulan diberikan obat cacing.

Diminati

Perawatan yang baik harus ditunjang latihan. Sejak umur 2 bulan chihuahua dilatih untuk tampil di kontes. Caranya, setiap hari ia dibiasakan berjalan di atas meja berlapis karpet setinggi pinggang orang dewasa. Saat awal latihan tuntunlah mengelilingi meja sebanyak 2 putaran. Latihan itu berlangsung 5-10 menit agar tidak bosan. Setelah beranjak remaja, chihuahua dilatih berjalan di lapangan berkarpet. Latihan lebih intensif dilakukan sebulan menjelang kontes.

Usai berlatih chihuahua diberi kesempatan untuk bermain bersama-sama setiap sore selama 30 menit. Saat itu Marlina akan mengumpulkan seluruh klangenannya di lantai 4 yang berukuran 10 m x 16 m. Di sana mereka bermain bola. ‘Awasi jangan sampai kepala mereka terbentur, karena rentan luka dan memar,’ ungkapnya.

Chihuahua bagi Marlina adalah bagian dari hidupnya. Ia tak peduli dengan biaya perawatan yang terbilang mahal. ‘Setiap bulan biaya yang dikeluarkan Rp10-juta,’ kata Marlina. Angka itu belum termasuk biaya vaksin dan vitamin.

Namun, tingginya biaya perawatan itu terbayar oleh prestasi yang ditorehkan oleh para chihuahua-nya, seperti Crown dan Blondie. Bahkan kini chihuahua itu mendatangkan uang. Ratusan anakan chihuahua hasil biakkannya dibeli para hobiis dari Bandung, Semarang, Solo, Surabaya, Bali, Bangka, dan Medan. Itulah hasil gemblengan Marlina di kawah candradimuka. (Lastioro Anmi Tambunan)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img