Monday, August 15, 2022

Kayu Kuda untuk Hepatitis

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Kayu kuda alias temmate bermanfaat sebagai obat.
Kayu kuda alias temmate bermanfaat sebagai obat.

Khasiat kayu kuda menjaga stamina dan mengatasi hepatitis B.

Syamsir Nugraha baru saja menempuh jarak 1.807 km dari Manado, Sulawesi Utara, ke Makassar, Sulawesi Selatan, dengan sepeda motor besar. Pria 41 tahun itu menempuh jarak itu selama 5 hari. Meski demikian ia tampak bugar. Tak tampak kelelahan di wajahnya. Dua hari kemudian, Nugraha malah beraktivitas seperti biasa, mengurus pabrik kayu dan perusahaan pengembang perumahan miliknya.

Untuk melintasi 5 provinsi di Pulau Sulawesi membutuhkan pengalaman dan stamina prima. Syamsir Nugraha berpengalaman melakukan perjalanan dengan sepeda motor besar di dalam dan luar negeri. Namun, ia mempunyai kendala yang sewaktu-waktu menghapus impiannya melintasi Pulau Sulawesi. Harap mafhum ia mengidap penyakit hepatitis B sehingga mengkhawatirkan staminanya.

Syamsir Nugraha hobi menjelajah dengan motor besar terjaga kesehatannya lantaran konsumsi kayu kuda.
Syamsir Nugraha hobi menjelajah dengan motor besar terjaga kesehatannya lantaran konsumsi kayu kuda.

Kayu kuda
Pada pekan kedua September 2015 ia melintasi Kalimantan Barat, Serawak, hingga Bruneidarussalam yang ditempuh dalam 5 hari. Beberapa bulan sebelum perjalanan panjang itu, dokter mendiagnosis Syamsir Nugraha mengidap hepatitis B. Hasil pemeriksaan darahnya menunjukkkan HbsAg reaktif, kadar Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase (SGOT) dan Serum Glutamic Piruvic Transaminase (SGPT) tinggi.

Sayangnya, Syamsir tak mendata kadar SGOT dan SGPT. “Hasil pemeriksaan itu juga menunjukkan kolesterol dalam darahnya tinggi. Efeknya ia selalu merasa mual,” ujar dr Veby Mappewali, dokter di Makassar, Sulawesi Selatan, yang memeriksa Syamsir. Menurut dr Rianita Syamsu di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat, penyebab penyakit lever atau hati sangat beragam. Ada lebih dari 20 faktor pencetus seperti inveksi virus, obat-obatan, dan toksin.

Rianita mengatakan sebagian pengidapnya seperti penyakit lever akut karena keracunan ringan hingga sedang dan hepatitis A dapat sembuh. Namun, penyakit hati kronis yang bersifat menahun, umumnya tidak bisa sembuh dengan sendirinya. Penyakit kronis antara lain hepatitis B, hepatitis C, sirosis hati, dan kanker hati. Penderita penyakit hati kronis mesti mengkonsumsi obat-obatan secara rutin dalam jangka panjang.

Untuk mengatasi hepatitis, Syamsir Nugraha mengonsumsi obat resep dokter dan vitamin. Untuk mempercepat kesembuhan, Sarjana Ekonomi alumnus Universitas Hasanuddin itu pun rutin minum air rebusan kulit temmate atau kayu kuda. Syamsir mudah mendapat kayu temmate. Pohon itu banyak tumbuh di Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, dan Bulukumba—semua di Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebagian daerah itu beriklim panas dan kering sehingga cenderung gersang khususnya pada musim kemarau. Bila spesies lain sulit tumbuh di daerah kering, kayu kuda Lannea grandis malah tumbuh dengan baik berdampingan dengan pohon lontar yang juga tahan kekeringan. Masyarakat memanfaatkannya sebagai tanaman pembatas tanah kebun.

Pertumbuhan kayu kuda sangat bandel sehingga tahan hidup di daerah gersang.
Pertumbuhan kayu kuda sangat bandel sehingga tahan hidup di daerah gersang.

Menutup luka
Syamsir Nugraha merebus 1 telapak dewasa kulit dalam kayu kuda Lannea grandis dalam 2 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Bungsu 10 bersaudara itu lantas menyaring air rebusan berwarna merah-kuning itu dan mengonsumsinya segelas sehari. Pada awalnya ia meminum setiap hari. Sepekan kemudian rasa mualnya mulai berkurang. Setelah itu ia meminum per dua hari, pekan selanjutnya per tiga hari, yang akhirnya hanya sepekan sekali. Pada bulan ke-2 obat dari dokter habis.

Saat itulah ia hanya mengandalkan rebusan kayu kuda untuk mengatasi hepatitis. Setelah 3 bulan rutin mengonsumsi rebusan kayu kuda, kondisi kesehatan ayah dua anak itu membaik. Hasil pengecekan membuktikan bahwa kadar SGOT dan SGPT kembali normal. Kadar SGOT normal pada kisaran 3—45 u/l, sedangkan nilai normal SGPT 0—35 u/l. Itulah sebabnya Syamsir berani melakukan perjalanan panjang Manado—Makassar.

Padahal, semula sebelum mengonsumsi kayu kuda melintasi jarak dekat pun, badan selalu pegal sehingga harus dipijat agar kembali bugar. Yang dimaksud jarak dekat sebenarnya melintasi 5 kota dan kabupaten, yaitu Makassar, Maros, Bone, Sinjai, Gowa, dan balik ke Makassar. Perjalanan sepanjang lebih 300 km itu ditempuh hanya dalam waktu setengah hari.

Namun, sejak rutin meminum rebusan kulit kayu kuda bagian dalam ia tetap bugar. Meski kini tanpa penyakit hepatitis, Syamsir tetap rajin minum herbal itu untuk menjaga kesehatan sekaligus menjaga stamina. Menurut herbalis di Kota Batu, Provinsi Jawa Timur, Wahyu Suprapto, kayu jaran—nama lain kayu kuda—memang berkhasiat mengatasi stamina. Tanaman anggota famili Anacardiaceae itu mengandung tanin, resin, dan antioksidan yaitu flavonoid.

Sayangnya, kini keberadaannya di Jawa langka sehingga tak ada lagi herbalis yang meresepkannya. Wahyu mengatakan, kandungan senyawa aktif tanaman herbal tersebar di berbagai bagian tanaman, meski terbaik pada kulit dalam kayu. Zat aktif pada kulit kayu kuda diduga terdapat di bagian daun yang bercitarasa pahit.

Secara turun-temurun masyarakat Sulawesi Selatan memanfaatkan kulit kayu untuk menutup luka. Nasirah Syamsu di Makassar pernah membuktikan khasiat kulit kayu temmate mengobati lukanya. “Saya dulu pernah mengalami luka sobek di kaki akibat jatuh dari sepeda. Orang tua kemudian membebatkan kulit kayu temmate yang telah ditumbuk halus. Tidak sampai 3 hari, luka itu telah menutup dan mengering,” kata pensiunan dosen di Universitas Negeri Makassar itu.

Kayu pendatang
Menurut Haryadi Saptono, Aulanni’am, dan Herawati dari Program Kedokteran Hewan, Universitas Brawijaya, kayu kuda berkhasiat untuk terapi Inflammatory Bowel Disease (IBD) yang merupakan penyakit peradangan yang menyerang saluran pencernaan. Menurut Dewi Susanti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Makassar, masyarakat Bugis memanfaatkan kayu temmate untuk merawat rumah dan bahan perabotan rumah agar awet.

COVER 1234.pdfMasyarakat memanfaatkan kulit luar pohon tammate, lalu mencampur dengan kulit luar pohon coppeng alias jamblang Syzygium cummini dan daun sirsak. Mereka merebus ketiga bahan itu hingga mendidih. Setelah rebusan dingin, mereka mengoleskan pada kayu atau bagian bangunan yang terbuat dari kayu. Itu karena kulit kayu temmate mengandung tannin yang berfungsi mencegah serangga.

Sementara itu di Nusa Tenggara Timur, daun kedondong hutan itu lazim sebagai suplemen hijauan ternak. Sejatinya kayu kuda merupakan pendatang di Sulawesi. Oleh karena itu masyarakat juga menyebutnya kayu jawa. Padahal, di Jawa Tengah sebutannya justru kayu palembang. Sebutan lain kedondong hutan. Bentuk daun mengingatkan pada kedondong, sehingga di daerah Madura dan Nusa Tenggara Timur disebut kedondong hutan.

Tanaman kerabat mangga itu berhabitat asli di Tiongkok selatan, India, Myanmar, Thailand, Kamboja, Laos, dan Vietnam. Di habitat aslinya ia tumbuh hingga setinggi 14 m. Pohon itu mudah dikenali dari bentuk daunnya yang sepasang-sepasang dengan sebuah daun di ujung tangkai daun. Tepi daun agak bergelombang. (Syah Angkasa)

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img