Trubus.id— Kayu manis berperan dalam sistem pengobatan tradisional di India Ayurveda sejak 100 tahun sebelum masehi, yakni untuk mencegah influenza dan mengurangi kejang pada penderita dispepsia.
Dispepsia—dys berarti buruk dan peptei atau pencernaan—sekumpulan gejala nyeri, perasaan tidak enak pada perut bagian atas yang menetap disertai gejala lain seperti kembung dan bersendawa. Salah satu khasiat kayu manis yakni menurunkan kolesterol.
Menurut Herbalis di Bogor, Jawa Barat, Valentina Indrajati, penderita kolesterol dapat menambahkan madu agar khasiat lebih kuat. Kandungan kimia dalam kayu manis adalah sinamaldehide 60—75%, eugenol 66—80%, minyak asiri 0.5—1%, tanin, kalsium oksalat, damar.
Sebagian dari kayu manis yang ditanam secara komersial untuk dijadikan rempah-rempah. Efek farmakologis dari kayu manis adalah sebagai penghilang rasa sakit (analgesik), penambah nafsu makan (stomachica), peluruh keringat (diaforetik), serta antirematik.
Senyawa cinnaldehyde pada kayu manis memiliki efek untuk mengencerkan darah yang membantu mencegah terjadinya pengumpalan darah sehingga bisa mencegah terjadinya penyumbatan darah, dan meningkatkan sirkulasi darah sehingga mengurangi risiko terserang stroke.
Riset ilmiah Potensi Anti-Hiperkolesterolemia Ekstrak Cassia Vera oleh Fauzan Azima dan rekan, dalam jurnal Teknologi dan Industtri Pangan. Riset membuktikan bahwa ekstrak cassia vera atau kayu manis mengandung total fenol 62,25%, serta senyawa flavonoid, tanin, dan saponin.
