Friday, August 19, 2022

Kebal Karena Ubi Jalar

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Senyawa aktif pada ubi jalar ungu, antosianin, berperan meningkatkan kekebalan tubuh.

Cara lain menikmati ubi jallar ungu dengan mengolah menjadi jus. (Dok. Trubus)

Trubus — Tiga cangkir jus ubi jalar ungu Ipomoea batatas sehari minuman wajib pakar seksologi, Prof. Dr. dr. J Alex Pangkahila, MSc. SpAnd, FSS, IFO. Dokter di Kota Denpasar, Provinsi Bali, itu rutin menyeruput jus tanaman keluarga Convolvulaceae itu sejak 2004. Alex merasakan buang air besar lancar dan perut tidak kembung setelah rutin mengonsumsinya. Menurut pakar seksologi itu buang air besar lancar minimal sehari sekali menjadi indikator metabolisme tubuh berfungsi baik.

Menurut riset mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Nida El Husna, kadar antosianin dalam ubi jalar ungu relatif tinggi, mencapai 61,85 mg per 100 g. Adapun manfaat antosianin untuk menghilangkan radikal bebas sumber beragam penyakit. Antosianin membuang racun saat buang air besar. Selain itu senyawa antosianin berfungsi sebagai antioksidan atau membangun sistem kekebalan tubuh. Di tengah wabah virus korona, membangun kekebalan tubuh amat vital.

Antosianin

Ahli gizi dari Institut Pertanian Bogor, Bogor, Jawa Barat, Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan. (Dok. Ali Khomsan)

Menurut ahli gizi di Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, warna ungu pada ubi jalar disebabkan oleh pigmen fenolik (phenolic pigment) yang disebut antosoanin. Antosianin pada ubi ungu bermanfaat untuk meningkatkan proliferasi bakteri Bifidobacterium dan Lactobacillus sp. atau Enterococcus spp. Kedua jenis bakteri itu merupakan probiotik yang baik untuk kesehatan saluran cerna.

Menurut guru besar Departemen Gizi Masyarakat IPB itu ubi ungu pangan kaya antioksidan dan antosianin paling tinggi dibandingkan dengan ragam ubi jalar lain (ubi merah, jingga, dan putih). Efek biologis antosianin diduga bermanfaat bagi kesehatan antara lain antikanker, antihiperglikemik, memberi perlindungan pada hati, dan memberi perlindungan sel dari serangan radikal bebas.

Zat gizi lain yang tak kalah berkhasiat pada ubi jalar ungu adalah aneka vitamin. Beberapa vitamin dalam ubi jalar ungu adalah provitamin A, vitamin C, dan vitamin E. Adapun mineral dalam ubi ungu di antaranya adalah zat besi, fosfor dan kalium. Provitamin A (betakaroten) mempunyai manfaat kesehatan untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Menurut Khomsan, kekebalan tubuh merupakan fungsi dari asupan gizi yang dikonsumsi seseorang.

Ubi jalar ungu, pangan kaya vitamin dan
antioksidan terutama antosianin.

Selain itu tingkat stres juga memengaruhi kekebalan tubuh. Makin tinggi stres seseorang lebih mudah terjangkit penyakit bila terekspose dengan sumber penyakit seperti virus. Fungsi kekebalan tubuh juga tidak bisa dilepaskan dari keberadaan kelenjar timus yang terselip pada leher di belakang ujung tulang dada. Pada waktu lahir manusia memiliki kelenjar timus yang berukuran lebih besar daripada jantung.

Makin meningkat usia, kelenjar timus mengecil sehingga kehilangan dayanya sebagai pabrik kekebalan tubuh. Oleh karena itu, kekebalan tubuh turun seiring bertambahnya umur. Perbaikan sistem kekebalan tubuh dapat dihasilkan oleh kehadiran vitamin E, seng, dan vitamin C. Ubi jalar ungu salah satu pangan lengkap mengandung vitamin E dan C. Sel limfosit dan mononuklear di dalam tubuh manusia mengandung konsentrasi vitamin E yang paling tinggi.

Kukus ubi

Pangan lainnya yang juga kaya vitamin E antara lain minyak sawit, minyak kedelai, minyak jagung, kacang-kacangan, dan biji-bijian. Adapun sumber pangan kaya seng antara lain daging, kerang-kerangan, dan tiram. Doktor Family and Consumer Sciences Education  alumnus Iowa State University itu mengatakan, pengolahan ubi jlar ungu dengan cara mengukus lebih baik daripada menggoreng, terkait dengan hilangnya zat gizi.

Makin tinggi suhu saat pengolahan akan menurunkan zat gizi. Saat menggoreng suhu mencapai 180 ̊C sementara suhu mengukus hanya 100̊ C. Penelitian mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Universitas Syiah Kuala, Nida El Husna, menunjukkan bahwa penurunan kadar antosianin ubi jalar ungu dengan pengukusan lebih rendah dibandingkan dengan pengolahan menjadi camilan keripik.

Penurunan kadar antosianin dengan pengukusan hanya 34,14%, sedangkan pengolahan menjadi keripik mencapai 95,21%. Khomsan menyarankan konsumsi ubi jalar ungu sebagai alternatif pangan pokok atau camilan. Cara lain menikmati ubi jalar ungu dengan mengolah menjadi jus seperti kebiasaan Alex Pangkahila (lihat boks: Jus Ubi Jalar). Itulah salah satu cara lezat membangun sistem imu tubuh. (Muhamad Fajar Ramadhan)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img