Friday, December 9, 2022

VCO Versus Covid-19

Rekomendasi

Minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) membantu memulihkan pasien Covid-19.

VCO terbukti ilmiah berkhasiat
antivirus. (Dok. Purpledoll/Flickr)

Trubus — Demam yang dirasakan Tung Desem Waringin pada 18 Maret 2020 berujung perawatan intensif di rumah sakit. Hasil tes darah dan foto paru-paru pada 23 Maret 2020 mengungkapkan motivator bisnis itu mengalami 95% gejala Corona virus disease-19 (Covid-19). Saat itu motivator itu menjalani tes swab untuk mendeteksi keberadaan virus korona. Sayangnya hasil tes swab baru keluar pada 30 Maret 2020.

“Hasilnya separuh ya dan tidak, tapi cenderung positif,” kata Tung Desem. Ahli pemasaran itu pun menjalani tes darah dan pemeriksaan paru-paru yang kedua pada 30 Maret 2020. Hasil tes itu mengharuskan Tung Desem menjalani perawatan di rumah sakit. Ia terdiagnosis positif Covid-19 pada 4 April 2020 setelah menjalani tes swab kedua pada 1 April 2020.

Terbukti antivirus

Kelapa sebagai bahan baku VCO melimpah di Indonesia. (Dok. NCCA Official/Flickr)

Tung Desem mengatakan, “Masa paling kritis yaitu pukul 03.00 ketika saya menggigil.” Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 22 Desember 1967 itu mengatasinya dengan meminum 2 sendok makan minyak kelapa murni atau virgin coconut oil (VCO) pada pukul 04.00. Selang 2,5 jam ia bolak-balik ke peturasan atau toilet hingga 3 kali. Tung Desem kembali mengonsumsi setengah botol VCO bervolume 150 cc.

Kejadian sama berulang. Ia ke peturasan hingga 5—7 kali. Pengusaha sukses itu pun meminum 3,5 liter air. Tidak heran jika banyak air dan lemak yang keluar ketika buang hajat. Esoknya ia mengonsumsi 5 sendok makan VCO dan 100 cc minyak perawan pada 3 April 2020. Saat itu ia tetap merasa mulas dan menuntaskannuya di peturasan. Namun, sejak 4 April 2020 Tung Desem tidak merasa mulas lagi.

Padahal, ia masih rutin mengonsumsi VCO. “Jadi seperti detoksifikasi. Kotoran pun normal,” kata penulis buku Financial Revolution itu. Tung Desem menyadari VCO salah satu suplemen yang memulihkan kondisinya. Sebelumnya ia juga mendapatkan beragam obat dari dokter seperti actemra, azitromisin, dan klorokuin pada 23 Maret 2020. Tung Desem mengatakan obat-obat itu sangat membantu lantaran menghambat perkembangan virus.

Kondisi Tung Desem Waringin yang menderita covid-19 cenderung membaik setelah mengonsumsi aneka obat
dari dokter dan VCO. (Dok. Tung Desem Waringin)

Menurut dokter di Malang, Jawa Timur, dr. Zainal Gani, salah satu manfaat VCO yakni sebagai antivirus.”Penelitian ilmiah tentang VCO sebagai antivirus sudah dilakukan sejak puluhan tahun lalu,” kata dokter alumnus Universitas Brawijaya itu. Asam lemak rantai sedang (lebih dari 60%) dan asam laurat (48—54%) dalam VCO melarutkan kapsul pelindung virus.

Setelah lapisan pelindung hancur, antibodi pun mengalahkan virus. Ia menyarankan untuk mengonsumsi 45—75 ml VCO untuk mendapatkan khasiatnya. Rumah sakit San Lazaro di Filipina meriset 15 pasien terinfeksi human immunodeficiency viruses (HIV) pada 2000—2003. Masa penelitian selama 6 bulan. Objek penelitian rumah sakit khusus penyakit infeksi itu 5 laki-laki dan 10 perempuan berumur 22—38 tahun yang terbagi ke dalam 3 kelompok perlakuan.

Semua pasien menerima perlakuan dengan monolaurin 95% murni sebagai monoterapi. Monolaurin hasil ekstraksi asam laurat dalam VCO. Peneliti memberikan 22 gram monolaurin per hari dalam bentuk kapsul bervolume 800 mg pada kelompok pertama. Frekuensi pemberian 3 kali sehari masing-masing 9 kapsul. Adapun kelompok kedua mendapatkan 3 kapsul setara 2,4 gram sebanyak 3 kali sehari.

Sementara kelompok ketiga mengonsumsi 15 ml minyak kelapa murni sebanyak 3 kali sehari atau 45 ml saban hari. Dosis monolaurin kelompok ketiga sama dengan dosis kelompok pertama. Hasi akhir penelitian itu menunjukkan ada 4 pasien dalam kelompok kedua yang mengalami penurunan jumlah virus dalam darah. Adapun kelompok pertama dan kedua masing-maisng 2 dan 3 orang.

Hati gembira

dr. Zainal Gani menganjurkan konsumsi VCO untuk mencegah dan mengatasi beragam penyakit termasuk serangan virus dan bakteri. (Dok. Bondan Setyawan)

Zainal mengatakan, minyak dara juga melakukan detoksifikasi. “VCO mampu mengatasi sekitar 38 jenis racun,” kata Zainal. Memang belum ada riset khusus VCO mampu mengatasi virus korona. Setidaknya penelitian itu menunjukkan potensi VCO sebagai antivirus. Ia menuturkan kini peneliti di Ateneo de Manila University, Filipina, Prof. Fabian Antonio Dayrit dan periset dari Spring Hill Neonatolody, Amerika Serikat, Dr. Mary Newport, berencana menguji khasiat VCO kepada pasien Covid-19.

Kabar khasiat VCO sebagai antivirus dan penjaga imunitas tubuh pun diketahui masyarakat Indonesia. Tidak heran terjadi lonjakan penjualan produk minyak sehat itu di tengah pandemi Covid-19. Produsen VCO pun mengalami kenaikan permintaan. Manajer Pemasaran dan Keuangan CV Sumber Rejeki di Depok, Jawa Barat, Muhammad Nur Azis, menuturkan kenaikan permintaan VCO hingga 100%. Kenaikan permintaan VCO pun hingga daerah Indonesia bagian timur.

Balto Xavry Riupassa menjual sekitar 500 botol VCO bervolume 80 ml dan 100 ml selama 3 pekan hingga pekan kedua April 2020. Sebelumnya produk produsen minyak kelapa murni dari Masohi, Kabupaten Maluku Tengah, Maluku, hanya terjual sekitar 300 botol/bulan. “Masyarakat mulai menyadari VCO salah satu herbal untuk ketahanan tubuh,” kata pemilik UD Wootay Coconut itu.

Tung Desem Waringin meyakini hati yang gembira juga obat yang manjur. Jika seseorang khawatir maka tidak bisa bergembira. Begitu pun sebaliknya. Orang yang gembira tidak bisa khawatir. Oleh karena itu, pasien memerlukan lingkungan positif sehingga hati damai dan gembira. Hati yang gembira pun membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. (Riefza Vebriansyah)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Keunggulan Kapal Canggih Penebar Pakan Ikan

Trubus.id — Kapal penebar pakan ikan bisa menjadi alternatif para pembudidaya yang memelihara ikan di tambak yang luas. Salah...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img