Kebun Benih Datar Tebu 200 Hektare di Subang–Indramayu Siap Dukung Varietas Unggul Panjalu

Rekomendasi
- Advertisement -

CV Karya Amelia menuntaskan penanaman Kebun Benih Datar (KBD) tebu seluas 200 hektare (ha) di Kabupaten Subang dan Indramayu, Jawa Barat, pada 16—17 Juni. Program ini menjadi bagian dari penguatan penyediaan benih unggul tebu untuk mendukung peningkatan produktivitas tebu rakyat.

Direktur Utama CV Karya Amelia, Iman, menyampaikan bahwa pihaknya sebagai mitra Kementerian Pertanian telah menyelesaikan pembangunan KBD di beberapa lokasi, yakni Kecamatan Terisi dan Bantarwaru di Kabupaten Indramayu, serta wilayah Jalan Cagak di Kabupaten Subang. Total lahan yang dikelola terdiri atas 100 ha di Terisi, 70 ha di Bantarwaru, dan 80 ha di Subang, dengan tambahan 50 ha sebagai lahan cadangan.

Menurut Iman, program ini merupakan bagian dari penugasan pemerintah untuk pengembangan KBD guna memperkuat ketersediaan benih tebu bermutu. Ke depan, benih hasil KBD ini akan menjadi sumber pengembangan varietas unggul Panjalu 1 di Jawa Barat.

Foto: Dok. Ditjenbun

CV Karya Amelia juga bekerja sama dengan CV Joyo Rosan dalam penyaluran varietas Panjalu 1 yang bersumber dari benih dasar KBI. Varietas ini diklaim memiliki sejumlah keunggulan, antara lain produktivitas mencapai 1.700 kuintal per hektare, rendemen gula hingga 11%, tahan terhadap kondisi kering, tidak berbulu, serta menghasilkan anakan dalam jumlah banyak pada setiap mata benih.

“Untuk memastikan kualitas pengembangan KBD sesuai ketentuan, setiap bulan akan dilakukan pengecekan oleh Balai Sertifikasi Provinsi Jawa Barat,” ujar Iman dilansir pada laman Ditjenbun.

Ia menambahkan, distribusi calon petani dan calon lokasi (CPCL) benih tebu varietas Panjalu 1 akan mulai tersedia pada Oktober—November dan dapat diakses secara gratis oleh masyarakat sesuai ketentuan yang berlaku.

Menghadapi potensi musim kemarau panjang, pihaknya juga telah menyiapkan dukungan sarana irigasi berupa pompa air serta penerapan mekanisasi dalam pengelolaan lahan untuk menjaga keberlanjutan produksi benih.

Sementara itu, salah satu perwakilan petani, Maskonto, menilai keberadaan KBD tebu dapat menghidupkan kembali produktivitas lahan di Indramayu. Ia menyebut petani mulai kembali melirik komoditas tebu setelah sebelumnya lebih banyak beralih ke tanaman lain, padahal masih banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Dari sisi pemerintah, Direktur Perbenihan Perkebunan, Ebi Rulianti, menyatakan bahwa pembangunan KBD tebu merupakan strategi nasional dalam penyediaan benih unggul bermutu. Program ini juga menjadi sarana introduksi varietas baru seperti Panjalu, AAS, dan NXI 4 T kepada petani.

Melalui penyebaran varietas unggul tersebut, pemerintah berharap dapat mendorong peningkatan produksi serta rendemen tebu rakyat, sekaligus memperkuat daya saing industri gula nasional

https://trubus.id/wp-content/uploads/2026/08/spanduk-roll-banner-website.jpg.jpeg
Artikel Terbaru

BRIN Kembangkan Watermark untuk Lindungi Data Tanaman Obat

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengembangkan teknologi digital watermarking untuk melindungi data tanaman obat. Teknologi tersebut menjadi bagian...

More Articles Like This