Keberhasilan Ali Wardhana menjual nangka J33 ke toko buah modern di Bali tak berhenti pada panen perdana. Respons konsumen yang positif membuat pekebun asal Jember itu semakin bersemangat mengembangkan usahanya.
Manajer toko buah modern di Bali menyebut ada konsumen yang menanyakan ketersediaan stok nangka J33. Bagi Ali, hal itu menjadi sinyal bahwa produknya tidak hanya sekadar menarik perhatian, tetapi juga memiliki kualitas yang diakui pasar. “Orang tidak hanya penasaran, tetapi juga merasa puas dengan kualitasnya,” kata pria kelahiran Oktober 1977 itu.
Nangka J33 memang memiliki keunggulan dibanding nangka lokal. Daging buahnya manis, segar, dan tidak menimbulkan rasa enek meski dikonsumsi dalam jumlah banyak. Sensasi aftertaste lemon memberi nilai tambah tersendiri. Buah itu juga banyak digunakan sebagai bahan campuran es, seperti es campur dan es teler.
Toko buah modern pun meminta Ali mendaftarkan diri sebagai pemasok resmi. Komunikasi yang baik dan kepercayaan antara keduanya membuat kerja sama berjalan lancar. Ali pun melihat peluang jangka panjang untuk mengembangkan kebun nangkanya.
Kini, Ali menambah populasi pohon nangka J33 secara bertahap hingga hampir mencapai 200 batang. Ia berharap, dengan semakin banyak pohon produktif, pasokan buah bisa berkelanjutan untuk memenuhi permintaan pasar. “Respons konsumen yang bagus membuat saya tambah semangat menanam nangka,” ujar Ali.
