Friday, December 9, 2022

Kersen & Pare Kendalikan si Manis

Rekomendasi

 

Pengguna daun kersen (Muntingia calabura) sebagai antidiabetes mellitus masih sangat terbatas. Wajar bila popularitasnya kalah ketimbang herbal antidiabetes lain seperti brotowali Tinospora crispa atau sambiloto Andrographis paniculata. Sekarang, bagi diabetesi – pengidap diabetes – daun kersen bisa menjadi alternatif pengobatan. Daun kersen relatif mudah diperoleh dan terbukti secara ilmiah mujarab mengatasi diabetes mellitus.

Keampuhan tanaman anggota famili Eleocarpaceae itu menurunkan gula darah dibuktikan oleh Dr Ahmad Ridwan dan Rakhmi Ramdani, periset di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati, Institut Teknologi Bandung. Mereka menguji khasiat antidiabetes daun kersen pada 28 tikus pengidap diabetes akibat suntikan aloksan. Tikus-tikus itu dikelompokkan menjadi 7 grup.

Grup I – III merupakan kelompok kontrol; grup I kontrol negatif tanpa perlakuan, grup II kontrol pelarut diberi 0,1% larutan karboksil metil selulosa, grup III kontrol positif diberi obat antidiabetes diamicron 0,0104 mg/g bobot tubuh. Sedangkan grup IV – VII adalah kelompok uji yang diberi ekstrak etanol daun kersen. Berturut-turut dosis untuk kelompok itu adalah 0,039 mg, 0,0585 mg, 0,08775 mg, dan 0,13 mg per gram bobot tubuh.

Antioksidan

Pengujian dilakukan selama 15 hari. Lima kali sehari Ridwan mengecek kadar gula darah tikus percobaan. Setiap kali pengukurun, kelompok uji terus mengalami penurunan gula darah. Penurunan signifikan terjadi di kelompok IV – VII pada hari ke-15. Kadar gula darah kelompok itu turun masing-masing 35,4%, 38,8%, 45,7%, dan 48,3%. Penurunan itu hampir sama dengan pemberian obat komersial pada grup ketiga, 49,9%. Artinya daun kersen berpotensi sebagai alternatif antidiabetes.

Menurut Ridwan keampuhan kersen menurunkan gula darah karena mengandung flavonoid yang bersifat antioksidan. ‘Sifat antioksidan itu menghambat kerusakan sel-sel pulau langerhans di pankreas,’ ujar doktor alumnus Universitas Nancy, Perancis itu. Kelenjar eksokrin pankreas menghasilkan enzim yang mencerna protein, lemak, dan karbohidrat. Kelenjar itu terdiri atas kumpulan sel yang membentuk pulau langerhans. Di situlah insulin dan glukagon diproduksi. Keduanya berfungsi mengatur metabolisme karbohidrat sekaligus mengontrol kadar gula darah.

Glukagon merangsang tubuh meningkatkan kadar gula darah. Pada orang normal, glukagon baru bekerja ketika kadar gula darah terlampau rendah. Insulin justru sebaliknya, berperan menurunkan kadar gula darah. Ketika sel-sel pulau langerhans rusak, jelas mempengaruhi kinerja insulin dan glukagon. Namun, berkat antioksidan daun kersen kerusakan sel tercegah. Dampaknya sel-sel itu bisa kembali beregenerasi dan mensekresi insulin. Selain itu flavonoid juga diduga mampu mengembalikan sensitivitas reseptor insulin pada sel. Oleh sebab itulah gula darah pada mencit turun dan kembali normal.

Untuk menurunkan gula darah, daun kersen yang digunakan adalah daun yang tidak terlalu tua dan tidak terlampau muda. Persisnya 5 daun teratas. Cara pengolahannya, 50 – 100 g daun kersen yang telah dicuci bersih direbus dalam 1 liter air hingga mendidih dan tersisa separuhnya. Hasil rebusan itu diminum 2 kali sehari. Jika menggunakan ekstrak daun kering, 2 – 5 g diseduh dalam 200 ml air.

Pare

Selain daun kersen, khasiat antidiabetes mellitus juga terdapat pada buah pare Momordica carantia. Soedja Tandrawidjaja membuktikan keampuhan anggota famili Cucurbitaceae itu. Dua tahun terakhir Soedja rutin mengkonsumsi jus pare setiap pagi dan usai makan siang. Kebiasaan itu berawal saat Soedja berkunjung ke Taiwan beberapa tahun lalu. Di sana banyak pedagang menjajakan jus pare di pinggir jalan. Ia pun mencicipi setelah melihat banyak orang yang lalu-lalang mampir membeli jus itu. ‘Rasanya pahit, tapi menyegarkan,’ ujar Soedja. Pedagang di negeri Formosa itu mempromosikan jus buah Momordica carantia sebagai antidiabetes. Banyak orang tertarik membeli jus yang dijual Rp40.000 per gelas itu. Manfaat itu pulalah yang membuat Soedja tetap meneruskan konsumsi jus pare setiba di Indonesia. ‘Biar terhindar dari diabetes,’ ujar pria 70 tahun itu.

Khasiat pare sebagai antidiabetes terbukti secara ilmiah. Tengoklah penelitian Herawati di Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung. Herawati memberikan ekstrak etanol pare berdosis 0,5 g, 1 g, dan 2 g per kg bobot tubuh pada mencit penderita diabetes. Setelah 7 hari perlakuan, ia mengukur kadar gula darah tikus.

Hasilnya kadar gula darah mencit pengidap diabetes turun setelah pemberian ekstrak pare. Ketiga dosis itu terbukti menurunkan kadar gula darah. Dosis 2 g ekstrak pare memberikan efek terkuat, setara pemberian klorpropamid, obat antidiabetes, berdosis 21,5 mg. Maka, nyata terbukti daun kersen dan pare antidiabetes. (Ari Chaidir/Peliput: Sardi Duryatmo & Faiz Yajri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Mentan Ingin Produk Hortikultura Segera Tembus Pasar Mancanegara

Trubus.id — Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menginginkan produk hortikultura, seperti buah dan sayur bisa tembus pasar mancanegara. Mengingat,...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img