Wednesday, August 17, 2022

Kesegaran dalam Secangkir Teh

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img

Tangan mungilnya menakar sejumput daun pegagan kering dan memasukkannya ke dalam teko. Air seduhan pun menyusul ia tuang. Rutinitas selama tiga tahun itu mendatangkan hasil, teh pegagan yang ia konsumsi mengusir radang hati yang menderanya.

Kebiasaan Ajeng menikmati segarnya teh herbal pegagan memang bukan tanpa alasan. Komposisi kimia pegagan yang kaya antioksidan membantu menyembuhkan gangguan organ hati. Kandungan asam asetat, betakaroten, betakariofi len, betaelemena, betafarnesen, betasitosterol, brahminosida, dan segudang senyawa lain efektif menggempur radang hati yang disertai hepatitis.

Selain itu pegagan bisa mengatasi gangguan campak, demam, sakit tenggorokan, bronchitis, dan radang mata merah. Itu karena kandungan zat antiradang dan antiinfeksinya tinggi. Pantas jika pegagan kini makin dicari. Apalagi saat tersedia dalam kemasan teh, pegagan makin mudah dikonsumsi. “Minum teh pun jadi makin menyenangkan, sebab selain nikmat juga menyehatkan,” papar Ajeng.

Tak hanya Centella asiatica yang dikemas dalam teh, beragam tanaman obat kini bisa dikonsumsi dalam bentuk herbal teas. Sebut saja buah mahkota dewa yang dibuat serbuk. Kini crown of god itu bisa diseduh dan dinikmati kesegarannya kapan saja. Semula Phaleria macrocarpa itu hanya diracik dalam bentuk jamu. Kini dua manfaat dalam satu cangkir pun bisa didapat. Di samping rasa enak khasiat kesehatan pun didapat.

Beragam

Penderita diabetes mellitus, diare, dan maag pun bisa jadi penikmat teh herbal. Racikan daun salam yang dikeringkan memiliki aktivitas antimikroba. Aromanya yang mirip campuran limau dan cengkih makin menggenapkan kesegaran rasanya.

Sesedap teh daun salam, teh herbal jahe pun tak kalah lezat. Kandungan minyak volatil dan fi xed oil mendatangkan rasa pedas di lidah. Rimpang jahe kaya senyawa kurkuminoid sebagai antioksidan yang berkhasiat sebagai penyegar badan.

Untuk pereda batuk, pu erh cha—sebutan teh di Cina—kayu manis Cinnamomum zaylanicum pas dikonsumsi. Ia mengandung senyawa safrol, eugenol, sinamilaldehid, glisirin, dan tanin. Batang kayu manis biasanya diekstrak untuk membantu mendorong gas dalam perut saat kembung, antirematik, penambah nafsu makan, dan mengurangi rasa sakit. Di Australia kayu manis banyak dikonsumsi sebagai penghangat tubuh saat musim dingin. Cara baru konsumsi kayu manis dalam bentuk teh bakal membuat rempah itu kian dicari.

Bila dahulu kemangi Ocimum basillicum banyak dikonsumsi langsung sebagai lalapan, kini menyeduh teh kemangi bisa jadi alternatif. Apalagi rasanya yang manis, harum, dan m e n y e g a r k a n membuat daun itu istimewa. Khasiat segudang seperti penggempur bau badan, bau mulut, sariawan, peluruh gas perut, peluruh haid, peluruh air susu ibu, dan ejekulasi prematur. Itu karena ia mengandung senyawa osimena, farnesena, sineol, felandrena, sedrena, bergamotena, dan beragam zat lain.

Bila penderita TBC ingin menjadi penikmat teh herbal, ekstrak kering daun dewa Gynura segetum sangat pas untuk mereka. Ia kaya alkaloid, saponin, fl avonoid, dan tanin. Dalam tubuh daun dewa bersifat antimikroba. Pantas jika ia sanggup menggempur kuman penyebab gangguan paru-paru. Ia istimewa lantaran rasanya manis dengan sensasi dingin menyentuh lidah.

Tak mau kalah dengan ratusan produk suplemen, teh herbal asal sirih merah Piper betle pun berkhasiat sebagai peningkat stamina. Kandungan vitamin C, E, dan betakaroten dari pucuk daun sirih merah berperan penting sebagai antioksidan. Ia menangkal radikal bebas dalam tubuh penyebab rusaknya sel dan membran yang berhubungan dengan sel tumor dan kanker. Diperkaya zat tanin, selenium, fl ouride, dan seng berfungsi sebagai benteng pencegah kanker. Gabungan itu juga berperan sebagai antirematik.

Sedang tren

Angin back to nature yang kian santer mendorong perkembangan teh herbal di nusantara. Trubus memantau sejak awal 2005 setidaknya beredar lebih dari 100 merek teh herbal dijual di pasaran. Kepraktisan untuk sehat menjadi alasan tersendiri teh herbal kian diminati. “Kemasan juga memudahkan konsumen menyeduh dan menikmati teh dalam waktu singkat,” ujar Akhif Nastain yang memasarkan teh herbal di wilayah Jakarta. Tanaman obat yang diramu di dalamnya juga bisa diminum setiap saat tanpa khawatir over dosis.

Hanya saja tanaman mesti memenuhi persyaratan khusus sebelum diracik dalam sejumput teestrauch—sebutan teh di Jerman. Daun atau buah mesti segar, berwarna hijau tua, berukuran besar, tidak cacat karena terserang hama dan penyakit, serta tidak layu.

“Yang mesti diperhatikan dosis bahan mesti diturunkan hingga lebih dari setengahnya dari saat ia dikonsumsi sebagai jamu,” papar Surya Putra, peracik teh herbal di Jakarta. Sebagai gambaran konsumsi mahkota dewa dalam bentuk jamu per hari maksimal 20 g, saat dikonsumsi dalam teh cukup 3 potongan kecil seberat 5—10 g. “Selain itu, tanaman sumber teh herbal mesti kaya khasiat dan mudah didapat,” ujar Bambang Sadewo, peracik teh herbal di Yogyakarta.

Dengan persyaratan itu, sebenarnya banyak tanaman yang berpotensi sebagai teh herbal. Sebagai contoh, akar alang-alang Imperata cylindrica yang biasanya tumbuh di berbagai tempat mengandung terpenoid, asam kersik, damar, dan kalium. Ia berkhasiat menurunkan derita hepatitis akut menular, radang ginjal akut, dan menurunkan panas. Daun belimbing wuluh Averrhoa bilimbi yang kaya saponin, tanin, fl avonoid, glukosid, dan asam oksalat efektif menurunkan demam, encok, pegal linu, dan rematik, juga berpotensi untuk teh herbal.

Dengan rasa pedas khas dan aroma rempah kental, cengkih Syzygium aromaticum pun berpeluang untuk diolah sebagai teh herbal yang segar. Apalagi ia kaya kandungan minyak asiri eugenol, tanin, gom, dan kalsium oksalat. Khasiat sebagai antibakteri pun melekat padanya.

Jadi, jika Anda letih karena stamina menurun, jangan sungkan-sungkan menyeduh teh herbal. Teh jahe, kayu manis, atau sirih merah siap jadi pilihan. Kesegarannya sebanding dengan khasiat yang dikandung. (Hanni Sofi a)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img