Trubus.id—Kopi identik dengan kafeina, meski senyawa itu juga terdapat di komoditas lain seperti daun teh dan kakao. Kadar kafeina kopi tergantung pada jenis dan pengolahan. Kopi robusta Coffea canephora mengandung 1,57—2,68% kafeina.
Sementara Coffea arabica mengandung kafeina 0,94—1,59%. Rutin menyeruput kopi justru menyehatkan, begitulah hasil riset ilmiah Inoue M dan rekan dari Pusat Kanker Nasional Jepang. Mereka menguji klinis yang melibatkan 90.000 pria dan perempuan Jepang selama 10 tahun.
“Risiko terkena kanker hati berkurang dengan meningkatnya konsumsi kopi. Mereka yang mengonsumsi 5 cangkir kopi per hari, 76% terbebas dari kanker hati dibandingkan mereka yang tidak pernah mengonsumsi kopi,” tulis mereka di Jurnal Food Science and Nutrion.
Peneliti di Hedmark University, Norwegia, Tverdal, memperkuat riset itu. Ia menyimpulkan bahwa konsumsi kopi mengurangi risiko sirosis alias kanker hati. Tverdal meriset selama delapan tahun serta melibatkan 120.000 pria dan perempuan.
Menurut Tverdal risiko kematian akibat sirosis karena minuman alkohol berkurang 22% jika mengonsumsi secangkir kopi per hari. Kopi juga terbukti mencegah diabetes mellitus tipe 2.
RM van Dam dari Institut Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan, Bilthoven, Belanda, menyatakan peminum 7 cangkir kopi per hari memiliki risiko terkena diabetes mellitus tipe dua 50% lebih rendah dibandingkan kelompok yang minum 2 cangkir kopi per hari.
Konsumsi kopi dengan dosis tertentu signifikan menurunkan risiko diabetes melitus. Menurut guru besar Neurologi, Harvard Medical School, Michael A. Schwarzschild, MD, PhD, kopi juga mencegah parkinson.
Riset yang melibatkan 8.000 pria Jepang-Amerika menunjukkan bahwa mereka yang tidak minum kopi 3—5 kali per hari mudah terserang parkinson 24—30 tahun ke depan dibandingkan dengan mereka yang minum 83 ml per hari.
Uji praklinis menunjukkan bahwa konsumsi kafeina menurunkan risiko parkinson. Efek kafein pada saraf pusat berhubungan dengan aktivitasnya yang bersifat antagonis terhadap reseptor adenosin. Uji pada hewan menunjukkan bahwa konsumsi kafein menurunkan risiko parkinson dengan melindungi dopaminergik neurotoksik.
