Wednesday, August 10, 2022

Khasiat Kulit Kopi Kaskara

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Kaskara alias kulit ceri kopi yang sudah difermentasi secara alami.

 

Kulit kopi yang selama ini terbuang ternyata berfaedah bagi kesehatan. Khasiat sebagai antioksidan karena mengandung asam klorogenat.

Kulit kopi yang merah itu lazimnya berakhir di tempat sampah. Para pekebun hanya memanfaatkan biji kopi sebagai bahan minuman. Padahal, kaskara sebutan untuk kulit kopi itu (dalam bahasa Latin berarti kulit) juga mengandung beragam senyawa aktif yang berfaedah bagi kesehatan. Kulit ceri kopi itu kaya akan senyawa flavonoid dan fenol. Periset dari Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Enny Sholichah, menyatakan, senyawa flavonoid dan fenol antara lain asam klorogenat dan katekin.

Chief Executive Officer, PT Agritama Sinergi Inovasi, Sari Nurmayani, S.Pd, M.Si.

Kedua senyawa itu berfaedah sebagai antioksidan, membantu penyerapan vitamin C, dan memperbaiki sel rusak. “Kafein yang terkandung juga lebih rendah, baik untuk pendorong energi,” kata produsen kaskara di Kota Bandung, Jawa Barat, Sari Nurmayani, S.Pd, M.Si. Kadar kafein kopi rata-rata 1,9 mg, bandingkan dengan kafein dalam kaskara hanya 0,475 mg.

Rasa beragam

Sejak November 2020 Sari Nurmayani mengolah kaskara menjadi minuman kesehatan. Ia mengolah kaskara menjadi produk siap konsumsi. Kaskara berwarna cokelat kemerahan. Cita rasanya manis agak masam beraroma segar khas buah-buahan. “Saya ingin memberikan nilai tambah buat kaskara. Selain agar tidak terbuang sia-sia, saya juga berharap bisa menambah pendapatan petani kopi,” kata Sari Nurmayani.

Magister Agronomi dan Hortikultura alumnus Institut Pertanian Bogor itu menerapkan sistem penjualan prapesan. Pada tiga hari pertama produksi saja, Sari mengirimkan 200 botol kepada konsumen. Volume setiap botol 250 ml. Ia memberi nama netisane. Sari menambahkan beragam ekstrak seperti daun poko Mentha piperita, rimpang jahe Zingiber officinale, dan susu. Tujuannya agar menarik peminat khususnya anak muda. Sari membanderol sebotol kaskara itu Rp17.500—Rp20.000.

Sari menuturkan, kaskara mampu bertahan 1—2 pekan di suhu ruangan. Namun, khusus kaskara varian susu harus dikonsumsi pada hari yang sama. Produksi 180 botol kaskara per hari yang terserap pasar. Ia memanfaatkan media sosial dan lokapasar atau market place untuk pemasaran. Selain itu ia juga memasok beberapa kafe di Kota Bandung, Jawa Barat.

Produk olahan kaskara berbahan baku kulit kopi hasil budidaya organik.

Perempuan kelahiran Agustus 1995 itu memperoleh bahan baku berupa kulit kopi robusta dari para petani di Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Ia mengolah rata-rata 1,25 kg kulit kopi per bulan. Adapun rendemen mencapai 43%. Jika mengolah 100 kg bahan baku, ia mendapatkan 43,2 kg olahan kaskara. Sari mensyaratkan kebun kopi harus tersertifikasi organik.

Tujuannya supaya tidak ada residu pada kaskara dari bahan kimia sintetis lain yang berbahaya. Selain itu Sari memastikan kopi yang dipetik adalah ceri kopi. Artinya buah kopi yang merah. Perempuan 25 tahun itu menghindari mengolah kopi muda atau berkulit hijau karena tidak menghasilkan rasa dan aroma kaskara yang kuat.

Kopi robusta

Peraih penghargaan Trubus Kusala Swadaya pada 2019 itu menggunakan kaskara dari kopi robusta. Pasalnya kopi robusta lebih umum dikonsumsi masyarakat. Ia lantas memproses ceri kopi secara natural. Menurut Sari, teknik itu paling baik dibandingkan dengan teknik fullwash. Musababnya fermentasi alami membantu kaskara terkelupas secara alami. Permukaan kulit juga dapat dibersihkan sehingga aman dari kontaminan mikroorganisme.

Olahan kaskara diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi petani kopi Indonesia.

Tahap sortasi berperan mendapatkan kaskara yang baik, yang ditandai dengan aroma normal dan bentuknya masih utuh. Setelah terpisah dari biji kopi, ia mengeringkan kaskara selama 10—30 hari agar rasa dan aroma makin kuat. Ia mengolah kaskara kering dengan tambahan rasa yang beragam. Chief Executive Officer, PT Agritama Sinergi Inovasi itu berharap olahan kaskara menjadi alternatif sumber penghasilan bagi petani kopi.

Harap mafhum selama pandemi korona kedai kopi yang sempat tutup mengakibatkan pasokan kopi terhenti. Sari tergerak mengolah kakara saat mengikuti konferensi bisnis di Jepang pada Mei 2019. Setelah itu Sari mulai meramu kaskara. “Semula mau produksi di Jepang dulu, karena pasarnya sudah banyak. Namun, karena pandemi harus dibatalkan. Saya beranikan memproduksi di Indonesia,” kata perempuan 25 tahun itu. (Hanna Tri Puspa Borneo Hutagaol)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img