Monday, August 15, 2022

Herba Mencegah Pikun

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Konsumsi rutin teh jahe menghangatkan, menenangkan, dan mencegah pikun.

 

Konsumsi rutin aneka herba mencegah pikun.

Rasa cemas kerap mengganggu sehingga membuat seseorang tidak bisa berpikir jernih, mengeluh blank, atau merasa kehilangan pengendalian diri. Ketiga kondisi itu juga terjadi pada kaum lanjut usia (lansia) pengidap gejala pikun abnormal—lazim diebut demensia. Banyak penelitian mengemukakan bahwa kecemasan berlebih salah satu gejala gangguan demensia kaum lansia.

Penelitian Gulpers dkk pada tahun 2016 menunjukkan cemas memengaruhi daya ingat dan kemampuan mengolah informasi. Selain itu, ternyata gangguan cemas dan gangguan demensia dipengaruhi faktor genetik. Mekanisme yang terjadi di dalam tubuh adalah gangguan cemas memicu reaksi stres terus-menerus di dalam otak. Reaksi stres itu meningkatkan hormon kortikosteroid.

Pengelolaan kecemasan

Hormon kortikosteroid berlebih mengganggu kinerja, bahkan meracuni sel otak khususnya di daerah daya pikir. Efeknya banyak sel otak di daerah itu mati. Kadar tinggi hormon stres juga menyebabkan peradangan berlebih. Dalam jangka panjang, tingginya kematian sel otak itu mencetuskan gejala demensia. Hingga kini belum ada obat untuk mengatasi demensia.

Meditasi merelaksasi pikiran dan mencegah kepikunan.

Cara yang bisa dilakukan hanya pencegahan. Salah satu caranya dengan pengelolaan cemas sedini mungkin. Pengelolaan kecemasan dengan mengenali pencetus terjadinya cemas atau faktor pencetus. Kebalikan dari faktor pencetus adalah faktor penurun. Bentuknya aktivitas atau apa pun yang dapat menurunkan kecemasan. Faktor penurun itu antara lain berupa latihan relaksasi, membayangkan suatu yang menyenangkan, mendengarkan musik yang menenangkan, ataupun aktivitas menyenangkan lain.

Pengenalan itu penting untuk menghindari atau menurunkan faktor pencetus maupun melakukan faktor penurun usai mengalami faktor pencetus. Begitu kecemasan mengganggu kegiatan harian, pekerjaan atau pendidikan, maupun relasi dengan orang lain, penanganan profesional dari psikolog atau psikiater menjadi keharusan. Selaras ungkapan “perut adalah otak kedua”, mengendalikan asupan makanan mampu mengendalikan kecemasan.

Berbagai bahan makanan efektif menghambat pembentukan kortikosteroid. Salah satunya asam lemak omega 3 yang efektif menurunkan kadar hormon stres di dalam tubuh. Bahan makanan itu terdapat dalam pangan laut seperti ikan salmon, ikan kembung, dan tiram. Unsur magnesium (Mg) mengurangi ketegangan otot, mengatasi kecemasan, dan memiliki efek relaksasi. Sumber Mg terutama sayuran hijau dan kaya pada buah aprikot.

Rekomendasi asupan harian mineral itu 400—800 mg. Asupan pereda kecemasan lain adalah vitamin C, B, E, dan betakaroten. Konsumsilah buah, sayur, atau biji-bijian—terutama yang berwarna cerah—untuk mendapatkannya. Vitamin C, E, dan betakaroten merupakan antioksidan alami meredakan peradangan akibat kortikosteroid.

Pereda cemas

Sementara itu vitamin B1, B6, dan B9 (asam folat) mengoptimalkan struktur sel otak dan vital untuk memunculkan rasa tenang serta bahagia. Efek menenangkan juga bisa didapat dari teh. Daun teh mengandung asam amino teanin (theanine) yang menenangkan, mengurangi stres, dan memperbaiki perasaan. Anjuran asupan harian sekitar 200 mg per hari. Sifat menenangkan juga bisa diperoleh dengan konsumsi tisane bunga chamomile.

Chamomile juga bersifat antiradang karena kaya kandungan flavonoid dan bisabolol. Jika menyukai rasa hangat pedas, cobalah jahe. Rimpang itu mengandung senyawa aromatik, gingerol, dan tinggi antioksidan. Selain menghambat peradangan, jahe melancarkan sirkulasi darah sekaligus merelaksasi. Banyak riset mengungkapkan manfaat jahe memperbaiki daya pikir, terutama kemampuan berkonsentrasi.

Lalapan sayuran hijau kaya unsur magnesium yang berefek relaksasi.

Cara terbaik mengonsumsinya adalah membuat teh jahe dari jahe segar tiap mengalami faktor pencetus. Terapi aroma yang belakangan populer juga bisa menenangkan. Secara tradisional, aromaterapi digunakan untuk mengatasi kecemasan, mengurangi peradangan, dan menurunkan kadar stres. Adapun beberapa aromaterapi yang banyak digunakan antara lain bergamot, jojoba, kayu putih, jahe, atau lavender.

Dari negeri ginseng, ada herba Ginkgo biloba yang cocok mencegah demensia. Herba itu kaya antioksidan, glikosida, flavonoid, dan terpenoid. Khasiatnya meredakan peradangan, memperbaiki sirkulasi darah ke otak, serta menenangkan. Namun, herba itu berpotensi memengaruhi kinerja obat antidepresan atau pengencer darah sehingga perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum meminumnya. Sebelum pikun, rutinlah konsumsi pangan laut dengan sayuran hijau diakhiri minum teh jahe. (dr. Soeklola, M.Si.(herbal), Sp.K.J., psikiater di Rumahsakit Grha Kedoya, Jakarta Barat)

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img