Friday, May 24, 2024

Program Kampung Inovasi IPB Subang Tingkatkan Produksi Padi Hingga 32%

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Produksi padi di Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Jawa Barat meningkat 32 persen. Tanaman padi itu di lahan seluas 350 hektare (ha). Peningkatan itu berkat penggunaan  beragam teknologi dan inovasi dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Dekan Fakultas Pertanian  (Faperta) IPB. Prof Suryo Wiyono menuturkan bahwa inovasi dan teknologi yang diterapkan di Kampung Inovasi Subang itu mampu menghasilkan peningkatan produktivitas dari 7,3 ton gabah kering panen (gkp) menjadi 9,72 ton GKP per hektare. Artinya produktivitas meningkat 32,8%.

Suryo menuturkan program Kampung Inovasi IPB Subang  meningkatkan harga jual gabah hingga Rp200 per kg. Hasil panen itu diserap oleh Sari Bumi Nusantara  (SBN)—perusahaan penggilingan padi milik alumnus IPB.  Selain itu, petani juga menghemat biaya produksi hingga 25% karena minim pemberian pestisida.

Inisiasi Kampung Inovasi IPB Subang itu sejak 2021. Hasil kerjasama Faperta IPB, SBN, Himpunan Alumni IPB Subang, Pemerintah Desa Kiarasari, dan dukungan Dinas Pertanian Subang. Perintis program itu Dr Sugiyanta.

Kampung Inovasi IPB Subang pada periode 2021—2022 juga didukung oleh program Matching Fund Kedaireka, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek) RI. Dukungan juga datang dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI yakni bantuan sejumlah infrastuktur seperti gudang, combine harvester, pompa transplanter, dan traktor.

Bantuan lain pada musim tanam pertama berupa  sarana produksi pertanian seperti pupuk, benih, biostimulan, dan pestisida yakni melalui Program Hara Berimbang. IPB juga bekerjasama dengan SMKN Compreng untuk menjalankan program itu.

Menurut Suryo 3 komponen yang diterapkan pada program Kampung Inovasi IPB Subang itu integrasi hulu hilir, penerapan inovasi hulu hilir, dan kawasan satu desa di lahan 500 ha.

“Kami juga melakukan uji coba penyemprotan biofertilizer dan biopestisida dengan drone serta penerapan mekanisasi panen. Sementara untuk pascapanen, pengolahan dan pemasaran dilakukan di SBN,” tutur Prof Suryo di lansir dari laman IPB.

Di samping itu, terdapat beberapa inovasi yang masih dalam pengembangan. Antara lain teknologi digitasi petal, peta kesuburan 1 desa 1: 10.000, drone untuk pemantauan kesehatan tanaman, peramalan HPT berbasis automatic weather station (AWS), dan penguatan kelembagaan.

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Sukses Budidaya Ikan Dewa dengan Teknik Segmentasi

Trubus.id—Masyarakat Indonesia belum terbiasa memelihara ikan dalam waktu lama seperti pada budidaya ikan dewa. Pembudidaya memerlukan waktu lebih dari...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img