Friday, January 16, 2026

Khasiat Kurma Menurut Riset Dunia

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id—Berbagai penelitian di dunia menunjukkan khasiat kurma mulai dari antipenuaan dini hingga pelindung hati. Khasiat kurma juga sohor di kalangan herbalis di tanahair. Dokter di Malang, Jawa Timur, dr Zainal Gani, menuturkan kombinasi kurma, madu, dan susu meningkatkan kesuburan pria dan wanita.

“Imbangi dengan olahraga ringan untuk memperlancar metabolisme tubuh,” ujar dokter alumnus Universitas Brawijaya itu.

Adapun Lukas Tersono Adi, menganjurkan konsumsi sari kurma bagi penderita tifus dan demam berdarah. “Sari kurma berperan memperbaiki antibodi dan sistem kekebalan tubuh,” ujar herbalis di Tangerang Selatan, Provinsi Banten, itu.

Periset di beberapa negara pun membuktikan kerabat aren itu mampu melindungi hati, menurunkan kolesterol, memperbaiki ginjal, antikanker, dan antialergi. Berbagai hasiat itu membuat kurma semakin populer.

Belakangan hadir produk sari kurma beragam merek yang beredar di pasaran. Berikut khasiat kurma berdasarkan penelitian di berbagai belahan dunia.

Antipenuaan dini

Peneliti asal Prancis Bauza E. Dalfarra dari Pusat Penelitian Vincience meriset kurma sebagai antipenuaan dini. Hasil uji terhadap 10 sukarelawan wanita berumur 46—58 tahun menunjukkan krim wajah yang mengandung 5% ekstrak biji kurma mampu menghalau kerutan di wajah.

Sukarelawan mengoleskan krim di sekitar area mata setiap dua kali sehari selama 5 pekan. Hasilnya kerutan di wajah berukurang hingga 27,6% dan menipis 3,52%.

Antivirus

Perisiet dari Uni Emirat Arab Sabah A.A Jassim dari Departemen Mikrobiologi, Otoritas Pelayanan Kesehatan Umum Abu Dhabimembuktikan kurma sebagai antivirus. Hasil menunjukkan ekstrak aseton biji kurma mampu menghambat aktivitas virus yang diinduksikan pada bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 25668. Dari hasil uji in vitro diperoleh daya hambat minimum kurang dari 10 mg/ml.

Antikanker

Periset asal Libya Omar Ishurd dari Pusat Penelitian Bioteknologi Tripoli meriset kurma sebagai antikanker. Hasilnya Kurma mengandung (1→3)-β-d-glukan, jenis polisakarida yang berperan sebagai agen antikanker.

Pemberian (1→3)-β-d-glukan berdosis 1 mg/kg bobot tubuh hewan uji berupa mencit penderita sarkoma— sejenis tumor ganas—selama 30 hari mampu mengecilkan ukuran tumor hingga 99%.

Pelindung Hati

Periset asal Mesir Abdelaziz M. Hussein dan rekan dari Departemen Fisiologi, Fakultas Kedokteran, Universitas Mansoura meneliti kurma melindungi hati. Hasil riset menunjukkan diabetesi yang mengonsumsi 10 ml per kg eskstrak metanol biji kurma memiliki kadar alanin aminotransferase (ALT) 24 u/l dan aspartat amino transferase 25 u/l.

Kadar normal aminotransferase 48 u/l dan aspartat amino transferase 41 u/l. Semakin tinggi kadar ALT dan AST maka semakin tinggi tingkat kerusakan hati.

Gastritis.

Periset dari Arab Saudi A.A Al Qarawi dan rekan dari Departemen Kesehatan Veteriner, Fakultas Pertanian dan Kesehatan Veteriner, Universitas King Saud meneliti kurma untuk penyakit gastritis.

Peneliti: A.A Al Qarawi dan rekan. Hasil: Uji pada mencit yang menderita gastritis menunjukkan hewan uji yang mengonsumsi esktrak buah kurma memiliki jumlah lesi paling sedikit. Dosis yang paling efektif adalah ekstrak etanol daging buah kurma berdosis 4 ml/kg. Konsumsi selama 14 hari menunjukkan jumlah lesi hanya 7,3±0,7.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img