Wednesday, January 21, 2026

Kiat Hasilkan Gabus Hias Juara Kontes

Rekomendasi
- Advertisement -

Trubus.id— Ikan gabus koleksi Taufik Ilham Hibatullah benar-benar bagus. Koleksi pehobi di Ciapus, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, itu kerap mencuri hati para juri kontes.

Sekadar contoh pada Bogor Channa Kontes di Bogor Provinsi Jawa Barat gabus jenis Channa marulioides menjadi kampiun. Hingga akhir April 2023, Taufik mengumpulkan lebih dari 5 piagam penghargaan dari koleksi-koleksinya di berbagai kontes adu bagus.

Selain itu Taufik juga mengikutkan koleksi-koleksinya ke kontes besar setiap 3 bulan. Menurut Taufik gelar kampiun itu dimulai ketika memilih bakalan yang bagus. Ia mencari ikan berukuran minimal 15 cm.

Di samping itu Taufik juga memilih ikan bercorak sama di bagian kiri dan kanan. “Bentuk corak bagian kiri dan kanan di tubuh ikan mesti mirip, rapi, dan jumlahnya sama,” kata pehobi gabus hias sejak 2018 itu.

Setelah itu, tinggal perawatan rutin seperti pemberian pakan, penggantian air, dan pelatihan mental ikan. Taufik memancing reaksi ikan dengan alat atau tangan sekitar 10 menit untuk melatih mental. Hal itu dilakukan dua kali sehari sembari memberi pakan pada pukul 08.00 dan 19.00.

Pakan rutin berupa 5 butir pelet saat pagi dan 10 pelet saat malam untuk ikan berukuran 15—30 cm. Khusus ikan berukuran 31—60 cm, Taufik memberikan pakan dua kali lipat.

Menurut Taufik pelet itu mengandung beragam bahan alami (seperti tinta hitam cumi-cumi, umbi bawang putih, udang, dan cacing tanah) yang menyehatkan ikan. Taufik mengganti pakan pelet dua kali sepekan pada Senin dan Kamis.

“Kami beri pakan hidup berupa cacing dan katak secara selang-seling. Jadi, misalnya pekan ini cacing, pekan depan kita ganti katak,” kata pehobi berumur 34 tahun itu.

Taufik memberikan 10—15 gram cacing atau 5—10 ekor sekali makan. Sementara pakan berupa katak, hanya dua ekor per hari. Pakan sebanyak itu untuk gabus hias berukuran 15—30 cm. Sementara jumlah pakan ikan berukuran 31—60 cm dua kali lipat.

Menurut Taufik untuk meningkatkan warna ikan, perlu daun ketapang dan serutan kayu secang dalam air akuarium. “Saya beri empat daun ketapang dan 5 g serutan kayu secang— lazim untuk bahan minuman— untuk akuarium 60 cm × 40 cm,” kata Taufik.

Perlakuan itu ia hentikan sebulan sebelum ikan mengikuti kontes. Air akuarium saat kontes biasanya bening. Oleh karena itu, Taufik melatih adaptasi ikan dalam air bening. Taufik juga memberikan perlakuan berupa penggunaan lampu light emitting diode (LED).

Ia memasang lampu LED 25 watt dengan komposisi warna lampu putih, biru, dan merah untuk ikan yang belum pernah ikut kontes. Sementara untuk ikan yang pernah ikut kontes, hanya warna biru dan putih. Semua itu Taufik lakukan agar gabus hias miliknya berpenampilan maksimal saat lomba.

Artikel Terbaru

Mengenal Superflu: Benarkah Ini Penyakit Baru?

Belakangan ini istilah "superflu" mendadak ramai dibicarakan. Menurut dosen dari Fakultas Kedokteran, Institut Pertanian Bogor (IPB), Dr. dr. Desdiani,...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img