Trubus.id—Perawatan intensif menghasilkan buah stroberi berkualitas jempolan. Ir. Sutopo, M.Si., mengatakan, sebagai salah satu buah subtropis, stroberi menghendaki tempat tumbuh di dataran tinggi dengan elevasi lebih dari 900 m dpl dengan suhu sekitar 15—28oC.
Peneliti di Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Jeruk dan Buah Subtropika itu menuturkan budi daya stroberi dalam rumah tanam cukup menguntungkan dibandingkan dengan budidaya konvensional.
Pasalnya faktor lingkungan seperti curah hujan lebih mudah dikendalikan. Sebagai salah satu buah subtropis, tanaman stroberi tidak menghendaki kandungan air berlebih di dalam tanah.
Air yang berlebih pada akar mengakibatkan busuk akar dan menghambat pertumbuhan akar. Dengan menanam di dalam rumah tanam dengan irigasi tetes, diharapkan pemberian air dapat lebih terkontrol sesuai kebutuhan tanaman.
Lebih lanjut Sutopo menjelaskan bahwa media tanam stroberi juga wajib memiliki porositas tinggi. Selain berkontribusi dalam porositas media tanam, penambahan pupuk kandang kambing bermanfaat untuk memberikan nutrisi lambat larut untuk stroberi.
Pemilihan bibit juga merupakan salah satu kunci menghasilkan buah stroberi yang prima. Menurut Wahyu Hidayat S.P., jika menggunakan stolon itu berumur minimal 2 bulan dan sehat (akar berwarna kemerahan) merupakan ciri stolon yang siap dibibitkan.
Jika akar bibit memiliki panjang sekitar 1 cm Anda dapat memindahkan bibit ke polibag berdiameter 35 cm untuk penanaman. Media tanam dapat berupa campuran serbuk sabut kelapa dan sekam dengan perbandingan 1:2.
Lazimnya Wahyu menyampurkan 100 g pupuk kotoran kambing dan 10—20 gram dolomit dalam tiap media tanam. Ia menanam di kebun berketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (m dpl) pada greenhouse.
Untuk menyediakan nutrisi pada tanaman, pemberian pupuk organik dengan kandungan asam humat diaplikasikan sepekan setelah tanam dengan dosis 2 ml/ liter/polibag.
Untuk nutrisi lait dapat menggunakan pupuk yang mengandung asam amino 7 hari sekali dan pupuk cair berisi kalsium (Ca) setelah tanaman muncul bunga.
Dosis masing-masing pupuk sama yaitu 2 ml/liter/polibag. Pembuangan daun tua (pruning) rutin dilakukan satu pekan sekali untuk merangsang pertumbuhan bunga dan buah.
Untuk pengendalian kutu kebul dan ulat tanah dapat memberikan 4—5 kapur barus di setiap sisi rumah tanam. Sementara untuk pencegahan mengindari hama tanaman stroberi Wahyu memberi insektisida berbahan aktif abamektin sebanyak 0,5 ml/liter air pada 15 hari setelah tanam.
