Friday, August 12, 2022

Kiat Manjur Melebatkan Anggur

- Advertisement -spot_img
Must Read
- Advertisement -spot_img
Buah anggur gozv amat lebat karena pemupukan yang tepat. (Dok. Trubus)

Upaya membuahkan anggur dengan pemupukan, perempelan daun, dan pemangkasan.

Trubus — Kediaman Wahyu Eka Utama di Kabupaten Sleman, Yogyakarta, tampak berbeda setahun terakhir. Musababnya buah-buah anggur muncul bergelantungan di para-para baja ringan. Ia memasang rambatan itu di lahan sempit depan rumahnya. Rumah anggota Kepolisian Daerah Yogyakarta itu hanya 200 m² dengan sisa pelataran depan sekitar 12 m². Itu tidak menghalanginya menanam anggur.

“Tidak sampai setahun berbuah, tapi rasanya dominan masam daripada manis,” kata Wahyu. Kesibukan kerja membuat ia tidak sempat merawat intensif. Menurut pekebun anggur di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sugiyanto (44), tanaman asal setek maupun sambung memunculkan bunga pertama 6—7 bulan setelah pindah tanam. “Saat itu akar belum cukup kuat. Batang pun belum mampu menyalurkan hara yang cukup untuk mengisi buah,” katanya.

Pemupukan vital

Pekebun anggur di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, Sugiyanto. (Dok. Trubus)

Sugi—nama panggilan Sugiyanto—selalu merompes bunga pertama tanaman. Alasannya buah pertama cenderung tidak optimal. Ia baru membiarkan bunga kedua dan seterusnya menjadi buah. Metode pekebun anggur di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Thomas Setiawan, serupa dengan Sugi. Ia membiarkan bunga menjadi buah sejak tanaman berumur minimal sembilan bulan setelah pindah tanam.

“Panen pertama ketika tanaman berumur setahun,” kata pemilik kebun anggur dan toko daring Thomas Grape itu. Thomas mengoleksi sekitar 200 varietas anggur. Namun, ia hanya menanam beberapa jenis secara massal di lahan tiga hektare miliknya. Ia memilih jenis yang relatif tahan hama ataupun penyakit, produktif, manis, berpenampilan estetis, dan cukup tahan simpan.

Sugi merompes bunga terus-menerus ketika tanaman berumur 6—9 bulan. “Tapi kadang tanaman mogok berbunga setelah bunga pertama kita rompes,” kata Sugi. Pada bulan ke-8 setelah tanam, ia membenamkan pupuk perangsang bunga. Pupuk tinggi unsur fosfat itu antara lain monokalium fosfat (MKP), NPK tinggi P, atau TSP. Pupuk itu memicu tanaman membentuk bunga.

Pemangkasan saat tanaman berumur sembilan bulan. Ia memangkas cabang tersier alias anak cabang, yaitu percabangan tingkat kedua dihitung dari batang utama. Pengusaha kuliner di Jakarta dan Kebumen itu memotong 3—5 mata tunas paling ujung. Setelah pemangkasan, Sugi “mencukur” semua daun di tanaman. Hal itu bertujuan merangsang pertumbuhan tunas daun sekaligus bunga. Sekitar 3—7 hari kemudian tanaman memunculkan tunas daun dan bunga sekaligus.

Bunga muncul setelah pemangkasan dan perempelan daun. (Dok. Sugiyanto)

Begitu bunga menjadi pentil buah, ia mengulang pemupukan dengan pupuk tinggi unsur kalium (K). Pilihannya antara lain kalium sulfat, kalium klorida, NPK tinggi K, atau kalium klorat. Selain pupuk pabrikan, alternatif lain adalah air rendaman sabut kelapa terfermentasi. Cacahan sabut kelapa direndam dalam larutan mikrob hayati lalu biarkan minimal dua pekan. Ahli nutrisi tanaman di Jakarta, Ir. Yos Sutiyoso menyatakan, asupan unsur K saat pengisian buah mengoptimalkan kemanisan buah.

Selain itu buah menjadi lebih vigor, renyah, dan tidak mudah rontok. Menurut Sugi buah siap panen 105—110 hari setelah fruitset atau pembentukan buah dari bunga. Sepekan pascapanen, ia mengulangi semua tahap—mulai dari pemupukan—itu. Thomas Setiawan mengandalkan pupuk organik butiran asal Jepang untuk memacu produksi 5.000 tanaman anggur di lahan seluas 3 ha. Setelah menggunakan pupuk itu produksi tanaman mencapai 10—12 kg buah per tahun.

Dalam rumah tanam

Pemangkasan anak cabang 3—5 mata tunas dari ujung. (Dok. Trubus)

Sejatinya produksi bisa melambung hingga 25 kg per tanaman. Syaratnya jarak antartanaman direnggangkan, misalnya menjadi 3 m x 3 m. Jarak tanam renggang memungkinkan percabangan lebih banyak. Upaya lain membuahkan anggur dengan rumah tanam. Sugiyanto bisa memproduksi buah sepanjang tahun berkat budidaya di dalam rumah tanam berkerangka bambu seluas 300 m2. Populasi 200 tanaman yang berbuah sepanjang tahun.

Bahkan, ia mamanfaatkan ruang di sela larik tanaman anggur untuk budidaya bawang merah. “Untuk mengisi kekosongan saja. Hasil panen sendiri rasanya lebih enak,” katanya. Namun, ia tidak menyarankan pehobi maupun pekebun anggur yang menanam di tempat terbuka untuk membuahkan tanaman sepanjang tahun. Pada musim hujan kemanisan buah berkurang dan rentan rontok. Inisiator penanaman anggur di agrowisata Kampung Anggur, Dusun Plumbungan, Desa Sumbermulyo, Bambanglipuro, Kabupaten Bantul, Yogyakarta, Rio Aditya menyatakan pada musim hujan tanaman anggur di sana tidak berbuah.

Kebanyakan malah tidak berdaun lantaran ia menganjurkan pemangkasan dan perempelan daun pada musim hujan. Januari—April waktu memupuk, Februari—Mei memangkas, lalu panen pada Juli—Oktober. Namun, sering kali buah tidak bertahan lewat Agustus lantaran dipetik oleh pengunjung yang datang membanjir. (Argohartono Arie Raharjo/Peliput: Sinta Herian Pawestri)

Previous articlePlus Minus Ajir Anggur
Next articleAnggur Awet 8 Hari
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
Latest News

Organik Tinggikan Produksi

Industri parfum, kosmetik, insektisida, dan aromaterapi merupakan beberapa sektor yang memerlukan minyak nilam. Bahkan dalam industri parfum tidak ada...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img