Sunday, January 25, 2026

Kini si Kaki Putih di Dataran Tinggi

Rekomendasi
- Advertisement -
Greenhouse untuk budidaya vannamei air tawar di Yinchuan. (Dok. Ibnu Sahidhir)

Budidaya vannamei di ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut berjarak 1.200 km dari pantai.

Greenhouse sebelum ditebar benih udang
vannamei. (Dok. Ibnu Sahidhir)

Trubus — Suhu terendah di Provinsi Ningxia, Tionkok, pada Juni 2018 mencapai 13ºC, sedangkan rata-rata suhu musim panas 24ºC. Daerah berketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut itu jauh dari samudera, yakni mencapai 1.200 km. Namun, di wilayah yang sangat dingin dan tanpa sumber air laut itu sebuah perusahaan membudidayakan udang vannamei di Yinchuan, Provinsi Ningxia.

Perusahaan itu membudidayakan udang vannamei di atas padang stepa seluas 100 hektare yang terdiri atas sekitar 180 greenhouse. Sebuah greenhouse berjaring dan beratap transparan berisi 2 tambak berlapis plastik dengan luas masing-masing 1.000 m². Kedalaman tambak berair tawar itu 1,2 meter. Adapun padat tebar mencapai 300—500 ekor per m². Benih tebar berasal dari pendederan PL 8 (umur 17 hari setelah menetas) yang diadaptasikan ke air tawar.

Mahal

Benih berasal dari pesisir timur Cina dan diangkut dengan pesawat terbang. Sekitar 17—22% dari total pasokan air berkadar garam 6—12 ppt. Penguapan besar dan water logging (air terperangkap) menjadi penyebabnya. Itulah sebabnya mereka mendederkan benih selama sebulan sehingga adaptif di air bersalinitas 2 ppt. Lazimnya salinitas air untuk budidaya udang vannamei mencapai 10—35 ppt.

Pada kondisi air tawar, benih memperoleh pakan alami tambahan berupa kutu air Moina sp. dan Daphnia sp. hingga berumur 1 pekan saat pendederan. Sintasan atau survival rate (SR) hanya 40%. Artinya dari 100 ekor benih yang ditebar, yang mampu bertahan hingga panen hanya 40 ekor. Bandingkan dengan sintasan udang vannamei di Indonesia yang rata-rata lebih dari 80%. Penyebab rendahnya sintasan udang vannamei di Negeri Tirai Bambu karena suhu rendah menurunkan nafsu makan dan kekebalan sehingga rentan terserang penyakit.

Bak bioflok udang vannamei indoor berukuran 300 m2. (Dok. Ibnu Sahidhir)

Suhu di dalam greenhouse tanpa pemanas bertahan pada kisaran 23—27ºC selama 6 bulan. Akibatnya waktu budidaya untuk mencapai ukuran 10—12 gram per ekor menjadi lebih lama. Peternak di Tiongkok membutuhkan sekitar 20—30 hari lebih lama dibandingkan dengan di Indonesia yang bersuhu 27—32ºC. Perusahaan itu hanya mampu membudidayakan udang selama 6 bulan dengan 2 siklus dalam setahun.

Mereka membesarkan udang anggota famili Penaeidae itu pada April—September. Di luar bulan itu suhu anjlok, pada rentang -8oC— 9oC. Perusahaan menjual udang dalam keadaan hidup ke konsumen Rp176.000 per kg—terdiri atas 90—100 ekor. Harga itu 3 kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan udang vananmei segar di Indonesia. Selama masa budidaya vannamei—6 bulan—perusahaan itu menghasilkan rata-rata 2—4 ton per greenhouse.

Biaya produksi udang vannamei di Provinsi Xinjiang Rp66.000 per kg. Ia menghasilkan 10—20 ton per ha. Bandingkan dengan produksi si kaki putih—sebutan lain vannamei—di Indonesia mencapai 10—45 ton per hektare air payau. Namun, produksi udang vannamei air tawar di Indonesia hanya sekitar 6 ton per hektare. Perusahaan lainnya membudidayakan udang vannamei di dalam ruangan dengan suhu yang lebih terkontrol.

Bioflok

Pendederan udang vannamei indoor dengan aerotube. (Dok. Ibnu Sahidhir)

Perusahaan kedua itu membudidayakan vannamei sejak 2016. Pada kondisi ini, budidaya udang bisa dilakukan sepanjang tahun selama 3 siklus. Perusahaan menggunakan teknologi bioflok yang dikembangkan oleh Korea Selatan di daerah gurun Aljazair. Teknologi bioflok sangat ramah lingkungan karena hemat air. Kelebihan lain, teknologi bioflok dapat menekan limbah dan menyediakan sebagai pakan tambahan bagi udang vananmei.

Ada kemiripan dengan sebagian praktik pembudidaya udang di Indonesia dari sisi pemberian probiotik. Mereka memfermentasi dedak padi dengan probiotik selama 36 jam lalu diberikan ke kolam. Kolam bioflok berukuran 5 x 60 m² dengan tinggi 1,2 m. Aerasi menggunakan sistem venturi di dinding kolam setiap jarak 4 m. Venturi adalah sistem aerasi yang menggunakan prinsip pencampuran antara udara dan aliran air deras dari pompa. Arus diarahkan secara berlawanan pada dinding yang berseberangan sehingga membentuk aliran air memutar ketika bertabrakan dengan dinding plastik High density polietilen (HDPE) di tengah kolam. Pada tengah kolam dipasang tongkat thermostat yang menjaga kestabilan suhu pada angka 28ºC. Air yang digunakan adalah air tanah. Air tanah dangkal bersalinitas 12 ppt sedangkan air tanah yang lebih dalam merupakan tawar murni. Keduanya dicampur untuk mencapai salinitas kurang dari 6 ppt. Dengan 3 siklus, perusahaan dapat menghasilkan 3—6 ton udang vannamei per tahun per kolam.

Perangkap busa pada bak bioflok udang vannamei dalam ruangan. (Dok. Ibnu Sahidhir)

Pengembangan udang vannamei itu menghasilkan produk yang mendominasi di dunia. Udang vannamei adalah udang pendatang dari benua Amerika yang paling banyak dibudidayakan di Tiongkok. Produksi nasional sekitar 40% dari produksi udang dunia dan mendekati produksi semua negara-negara Asia tenggara dijadikan satu.
Udang itu semula datang ke Cina dari Amerika Serikat pada 1988. Pada 1990-an penyakit bintik putih atau white spot syndrome virus (WSSV) menyerang budidaya udang windu di Asia, tidak terkecuali di Tiongkok. Udang vannamei kemudian menjadi komoditas alternatif untuk mengatasi masalah itu. Produksi udang vannamei mencapai puncaknya pada 2012 dengan produksi 1,7 juta ton. Produksi turun pada tahun berikutnya karena serangan Early Mortality Syndrome (EMS).

Sekarang, produksi udang vannamei mencapai setengah dari produksi total udang Cina. Setengah dari produksi itu adalah hasil budidaya di air tawar. Guangdong, Jiangsu, dan Zhejiang penghasil udang vannamei air tawar terbesar di Tiongkok, yakni 66% dari total produksi vannamei air tawar. Karena permintaan dalam negeri yang besar, Cina sudah menjadi net importer udang mulai tahun 2013. (Ibnu Sahidhir M.Sc., perekayasa di Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujungbatee, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam)

Artikel Terbaru

Madu Herbal Rahasia Bugar Setiap Saat

Bagi sebagian besar orang termasuk Dede Rizky Permana, pandemi Covid-19 merupakan masa penuh kecemasan. Meski begitu ada kebiasaan kecil...

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img