Masa purnabakti (pensiun) seringkali dianggap sebagai waktu untuk beristirahat. Bagi seorang purnabakti PLN sekaligus anggota Srikandi PLN, Tita Ratna Juwita, masa ini justru menjadi babak baru untuk menjadi wirausahawan tani (agripreneur). Melalui Kelas Trubus, Tita berhasil mengubah hobi menjadi bisnis yang menjanjikan. Langkah awal Tita dimulai dengan mengikuti pelatihan Entrepreneurship Hidroponik yang diselenggarakan Pusdiklat PLN dan difasilitasi oleh Kelas Trubus.
Di sini, peran Kelas Trubus bukan sekadar mengajarkan cara menanam, tapi memberikan kurikulum bisnis pertanian yang komprehensif. Kurikulum itu meliputi teknik budidaya presisi untuk hasil panen standar premium, manajemen operasional kebun yang efisien, dan analisis bisnis agar modal yang dikeluarkan memberikan keuntungan maksimal. Berkat ketekunan Tita dan sang suami, Somantri, yang dulunya adalah seorang peserta pelatihan, kini dipercaya menjadi pembicara untuk menginspirasi peserta lainnya.
Tita berperan sebagai pembicara dalam kegiatan pelatihan hidroponik yang ditujukan bagi Srikandi PLN lainnya dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan keluarga. Keterbatasan lahan di perkotaan bukan lagi hambatan. Tita membuktikan bahwa kebun hidroponik rooftop di rumahnya mampu menghasilkan sayuran berkualitas tinggi. Pemanfaatan atap rumah ini menjadi solusi urban farming yang efisien, sekaligus memberikan nilai ekonomi tinggi dari aset yang sebelumnya tidak terpakai. Luas kebun Tita yang berlokasi di Kabupaten Bandung itu hanya 44 m2.

Salah satu tantangan terbesar petani pemula adalah pemasaran. Di sinilah Kelas Trubus berperan sebagai ekosistem pertanian terpadu. Trubus melakukan pendampingan end-to-end seperti memastikan sayuran hasil kebun memenuhi kriteria ketat pasar modern. “Tanpa pendampingan dan jaringan dari Kelas Trubus, mungkin hasil panen saya hanya untuk konsumsi pribadi. Sekarang, kebun rooftop saya menjadi sumber pendapatan rutin,” ujar Tita. Ia rutin memasok 15 kg sayuran ke komunitas Griya Hijau.
Tita mengatur siklus tanam sesuai kebutuhan pasar. Beberapa jenis sayuran yang pernah ia tanam yakni pakcoy, kangkung dan selada. Sebagai bagian dari Srikandi PLN, Tita memberikan teladan bahwa menjadi produktif tidak mengenal usia. Keberhasilan Tita menembus pasar retail modern menunjukkan bahwa sektor hidroponik memiliki potensi ekonomi yang sangat besar bagi siapa saja yang ingin belajar. Kisah Tita merupakan bukti nyata bahwa kombinasi antara semangat belajar dan ekosistem yang tepat. Ingin mengikuti jejak sukses Tita dalam membangun bisnis hidroponik? Dapatkan informasi pelatihannya di Kelas Trubus. (Rizky Faisal)
