Tuesday, February 27, 2024

Kolesterol Turun Karena Tamarilo

Rekomendasi
- Advertisement -

Pilihan lain yang manjur untuk menurunkan kadar kolesterol, konsumsilah terung belanda.

Buah terung belanda Solanum betaceum kaya antioksidan, vitamin C, dan
zat besi. (Dok. Trubus)

Trubus — Tamarilo Solanum betaceum sejatinya berasal dari Ekuador dan Peru, Amerika Selatan. Namun, masyarakat menyebutnya terung belanda. Buah anggota famili Solanaceae itu tampil elok, berkulit merah. Cita rasa buah kerabat kentang itu masam manis sehingga menyegarkan. Laila Hasanah rutin mengonsumsi jus terung belanda. “Rasa masam cukup kuat jadi saya tidak meminumnya setiap hari,” kata Laila yang mengonsumsi jus terung belanda dua kali sepekan.

Perempuan 23 tahun itu menanam Solanum betaceum itu di pekarangan rumahnya di Kerinci, Provinsi Jambi. Buahnya lebat dan susul-menyusul. Selain untuk jus, Laila mengolah buah tamarilo alias terung belanda sebagai campuran dodol. Jika ingin makanan selingan, ia membuat rujak terung belanda bersama buah lainnya.

Faedah besar

Laila percaya terung belanda berkhasiat untuk kesehatan karena buah berwarna merah jingga itu kaya antioksidan, vitamin C, dan zat besi. Kebiasaan alumnus Biologi Universitas Negeri Padang itu sebetulnya berdampak bagus bagi kadar kolesterol dalam darah. Wa Ode Syariah dan rekan-rekan periset dari Fakultas Farmasi Universitas Hasanuddin Makassar membuktkan, terung belanda menurunkan kadar kolesterol.

Tanaman terung belanda berbuah susul-menyusul
sehingga ketersediaan terjaga. (Dok. Trubus)

Riset Wa Ode melibatkan 21 tikus putih jantan yang terbagi menjadi kelompok kontrol dan perlakuan. Selama dua pekan, tikus mengonsumsi pakan tinggi kolesterol berupa lemak kambing, minyak goreng, dan kuning telur. Setelah itu, periset memberikan air suling untuk kelompok kontrol negatif dan Simvastatin untuk kelompok kontrol positif. Sementara itu, kelompok perlakuan memperoleh jus terung belanda sekali sehari selama sepekan.

Setelah 7 hari, periset mengukur kadar kolesterol total darah tikus. Hasilnya menggembirakan, jus terung belanda efektif menurunkan kolesterol. Kelompok perlakuan jus terung belanda mengalami penurunan 44% dengan dosis 3,5 g per 100 g bobot tubuh. Kolesterol total kelompok kontrol positif dengan Simvastatin turun sebesar 60%. Sementara itu, kelompok kontrol negatif mengalami penurunan kadar kolesterol total hanya 3%.

Konsumsi kuning telur memicu naiknya kadar kolesterol. (Dok. Trubus)

Menurut Wa Ode terung belanda mengandung senyawa aktif seperti tokoferol, vitamin E, asam oleat, asam linoleat, dan antosianin. Tokoferol berfungsi mematikan radikal bebas dan menetralisasi kolesterol dalam darah. Vitamin E memperlambat progresi penyumbatan pembuluh darah atau aterosklerosis. Asam oleat dan asam linoleat mendukung fungsi pertumbuhan, seperti pengangkutan lemak, metabolisme, dan memelihara fungsi membran sel.

Kaya antioksidan

Kandungan antosianin mampu menghilangkan aterosklerosis agar tidak menyebabkan penyakit jantung dan strok. Antosianin juga berfungsi menormalkan tekanan darah, menurunkan kadar kolesterol, dan mengikat zat racun dalam tubuh. Menurut dosen Teknologi Industri Pertanian Universitas Brawijaya, Prof. Dr. Ir. Sri Kumalaningsih, M.AppSc., Solanum betaceum mengandung antosianin sebagai antioksidan, vitamin A, vitamin B1, vitamin C, protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfat, besi, dan air.

dr. Prapti Utami, dokter sekaligus pegiat herbal di
Tangerang Selatan, Provinsi Banten. (Dok. Trubus)

Menurut Sri Kumalaningsih kandungan itu bekerja sinergis untuk mencegah kerusakan sel-sel jaringan tubuh penyebab berbagai penyakit sekaligus melancarkan penyumbatan pembuluh darah (aterosklerosis). Oleh karena itu, terung belanda berfaedah mujarab menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Khasiat lain, terung belanda juga mencegah penyakit jantung dan strok serta menormalkan tekanan darah,dan mengikat zat-zat racun dalam tubuh, meningkatkan stamina, daya tahan tubuh dan vitalitas, dan membantu mempercepat proses penyembuhan.

Dokter sekaligus pegiat herbal di Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, dr. Prapti Utami, biasanya menyarankan pasien dengan kadar kolesterol tinggi untuk mengonsumsi sambiloto, sambung nyawa, mahkota dewa, dan kelor. “Konsumsi air rebusan jagung yang tidak dikupas kulitnya juga bisa menurunkan kolesterol,” kata dokter lulusan Universitas Diponegoro Semarang itu. (Sinta Herian Pawestri)

- Advertisement -spot_img
Artikel Terbaru

Inovasi Pakan Itik: Riset Ilmiah Membuktikan Eceng Gondok Terfermentasi Meningkatkan Bobot Itik

Trubus.id—Riset ilmiah membuktikan eceng gondok terfermentasi meningkatkan bobot itik. Siska Fitriyanti, S.Si, M.P., peneliti muda di Badan Penelitian dan...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img